Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
09


__ADS_3

"apa sih main jitak jitak saja" geram dira dan lanhsung berdiri.


dira merasa terusik dengan jitakan seseorang sehingga dia menatap tajam orang tersebut 1 detik 2 detik 3 detik hingga detik ketaga diego yang menyitak kepala dira membalasnya dengan tatapan tajam


"lah kenapa kalau saya jitak" bentak diego "mau saya beri hukuman lagi hoah" lanjutnya.


dira yang sadar kalau ternyata dosennya lah yang telah mengusiknya tunduk dan meminta maaf "maaf pak"


"lari keliling lapangan sekarang juga" hukuman dari diego


"lah kok lari pak" tanya dira


"atau kamu mau saya merobek semua gambarmu itu dan memberikanmu hukuman yang lebih berat lagi hoah" ancam diego.


dira merasa kesal dwngan anxaman dosennya itu. dira merasa sudah sangat sulit untuk membuat desain itu dan harus memilih untuk berlari meskipun sebenarnya dira memiliki fisik yang sedang tidak fit itu.


"baiklah pak saya memilih berlarj tapi ku mohon bapak jangan menyentuh desain saya" ucap dira kemudian membungkukkan badannya seraya pamit dan keluar kelas untuk berlari.


"10 putaran" teriak diego.

__ADS_1


dira yang belum terlalu jauh dari diego berbalik dan mengangguk tak percaya meskipun sebenarnya dia ingin membantah tapi percuma saja karna yakin dosennya pasti tidak akan memberikannya keringanan apapun alasannya itu dan melanjutkan langkahnya menuju ke lapangan.


liki yang mendengar ucapan diego mengenai hukuman untuk dira merasa sangat khawatir dengan temannya pasalnya dia tahu bagaimana kesehatan dira saat ini. lili ingin mencoba untuk mengatakan kondisi dira ke pak diego tapi tidak tahu hatus bagaimana caranya pasalnya diego adalah orang yang tidak mau jika ada seseorang yang membantahnya.


sementara itu dira yang sudah sampai di lapangan mencoba dengan memulai berlari. dia berlari dengan langkah kecil dan perlahan.


di kelas diego yang melihat dira hanya berlari kecil teriak agar dira berlari bukan berjalan "saya menyuruhmu berlari bukan berjalan" teriaknya.


lily yang mendengar itupun merasa khawatir dan memberanikan diri untuk mengajukan protesnya kepada pak diego "pak apa tidak boleh jika hukumannya diganti saja" ucap lily dengan sedikit menundukkan kepalanya karena takut dengan dosennya itu.


diego mengernyit mendengar perkataan dari salah satu mahasiswanya. "ada apa? apa kau mau menggantikannya?" tanya diego.


"jika memang saya harus menggantikannya maka saya siap pak" ucap liky terbata bata.


"wah hebat sekaki kamu. sungguh saya sangat takjub kepadamu. tapi sayangnya saya hanya menghukum orang yang bersalah saja dan tidak boleh di wakilkan maupun di gantikan" ucap diego lagi


"tapi pak" bantah lily


"tidak ada tapi tapian" ucap diego dan segera menbuka pelajarannya

__ADS_1


"sekarang kita lanjutkan pelajaran yang kemarin" ucapnya namun sepertinya pendengarannya merasa terganggu karena keributan dari luar. semua mahasiswa kini melihat ke arah jendela termasum diego


" apa lagi ini ribut ribu" ucap diego sambil berlari menuju ke lapangan.


lily yang melihat ke lapangan juga ikut berlari


diego yang telah sampai di langan lebih dulu meminta jalan agar bisa melihat titik pusat yang menyebabkan ada keributan dan mengganggu jam pelajarannya.


🌺🌺🌺


maaf ya para kakak kakak kalau banyak yang typo typo.


dan maaf juga kalau alurnya masih begini begini aja dan kurang bagus maklum sajalah saya baru pemula


author juga minta ni kepada kakak kakak agar kiranya menggerakkan jempolnya kakak kakak untuk menekan gambar jempolnya. gambar love nya dan juga dukungannya.


maaf ya up nya dikit dikit dulu


minta sarannya ya kakak kakak

__ADS_1


I LOVE YOU πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2