
diego yang mendapat anggukan dari lily langsung memberikan kode ke sahabatnya dimas agar segera bergabung ke meja lily dan dira.
dira merasa sangat aneh saat ini. dia sangat enggan untuk menatap diego tapi bagaimana bisa dia tidak menatap diego sementara tempat yang diego pikih tepat di depan kursi tempat dira duduk.
"bagaimana kabar pak diego?" tanya lily memulai pembicaraan yang di rasanya sangat canggung saat ini.
"alhamduulillah baik" diego.
'apa bagaimana dia baik baik saja setelah kejadian tadi, dasar ****,' batin dira yang kemudian mengucapakan "astaghfirullah" setelah dia sadar bahwa telah mengucapkan kalimat laknat beberapa kali hari ini.
"kamu kenapa Ra" ucap diego yang mendengar gumaman dira.
dira kemudian sontak mendongakkan kepalanya melihat diwgo dan juga sahabatnya.
"kamu?" ucap dira menatap dimas sahabat diego.
"oh hy kita ketemu lagi" ucap dimas. ya dinas adalah orang yang bertemu dengan dira tadi saat sedang ingin menolong seorang nenek di persimpangan jalan.
dira hanya tersenyum kepada dimas dan kemudian menganggukkan kepalanya.
"apa kalian saling kenal" tanya diego yang menatap dira dan dinas secara bergantian.
"ra kamu kenal" tanya lily kepada dira yang batu kali ini melihat sahabatnya tersenyum kepada sahabatnya pak diego.
__ADS_1
"kami tidak saling kenal. hanya saja tadi kami sempat bertemu" ucap dira menjawab pertanyaan diego dan juga lily
"iyya kami tadi ketemu di persinpangan jalan saat ingin membantu seorang nenek untuk menyeberang jalan." jelas dimas. "jadi nama kamu dira?" tanya dimas kepada dira.
"Ya saya dira. nadira putry mikail" balas dira memperkenalkan dirinya.
"saya dimas prasetyo anggara. jadi kamu anaknya pak mikail?"
"iyya, kamu kenal dengan ayah saya"
"tentu saya kenal dengan biliau. dia dalah satu rekan bisnis ayah saya. dan beliau juga terkenal sangat ramah dan berkarisma. sangat memiliki jiwa pemimpin serta sangat berwibawa belum lagi sifat beliau yang selalu menyembunyikan kedermawanan beliau serta beliau yang selalu rendah hati"
"terima kasih atas sanjungan tuan terhadap ayah saya tapi saya rasa anda terlalu berlebihan dalam menyanjung ayah saya."
"bagaimana tidak dia adalah putry tunggalnya" sela lili.
sedangkan diego yang mendengar perbincangan keduanya merasa cemburu. pasalnya sahabatnya itu sangat 5ahu sifat ayah dira.
"jadi bagaimana kabar kalian saat ini" tanya diego pada keduanya.
"baik pak" jawab lily. dira hanya diam tidak menanggapi pertanyaan diego.
mereka pun melanjutkan perbincangan mereka tapi tidak dengan dira yang hanya sesekali mengijuti alur perbincangan dari ketiganya.
__ADS_1
"maaf pak, tuan sepertinya saya harus segera bergegas pulang masi ada yang harus saya urus" ucap dira setelah memdapat pesan dari butiknya.
'pasti dia akan bersiap untuk nanti malam'batin diego.
"baiklah kamu hati hati ya Ra" ucap lily yang masih belum juga ingin pulang karena harus menunggu ayah dan ibunya.
"mau ku antar?" tanya dimas.
"maaf sepertinya tidak perlu, saya bawa mobil sendiri tuan, terima kasih atas tawarannya." ucap dira kepada dimas. "pak diego saya permisi" lanjut dira.
dieho yang mendengar tawaran dimas langsung saja merasakan hatinya sedang panas akibat dari panasnya api cemburu dan amarah yang sedang menjalar dalam tubuhnya. yang kemudian mencoba menutupinya dengan melemparkan senyumannya kepada dira.
💓💓💓
happy reading
kakak kakak bisa follow IG saya @viki.amalia.351
atau di FB saya Viki Amalia Syarif
😁😁😁
***jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komennya kakak kakak
__ADS_1
😉😉😉***