Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
resepsi


__ADS_3

acara akadnya telah selesai kini adalah acara resepsi yang di adakan di sebuah resort yang begitu indah dira dan juga diego kini sedang bersiap siap di bantu oleh seorang MUA uang juga membantu dira pada acara akad tadi kebahagiaan jelas terukir di mata kedua insan yang baru saja akan memulai sebuah kehidupan yang baru. kehidupan yang akan penuh dengan drama yang penuh dengan adegan adegan dari sebuah takdir. takdirlah yang mempertemukan dan mempersatukan mereka dan takdir jugalah yang akan menentukan lika liku hidupnya kedepan setelah menikah. dira dan diwho telah siap. para tamu undangan di lokasi acarapun kini sudah berdatangan. para tamu undangan yang hadir adalah relan bisnis kedua keluarga tersebut dan juga sahabat serta teman dari diego dan dira bahkan para artis artis ternama pun juga turut di undang pada resepsi ini. semuanya menikmati pesta dengan di hibur dengan nyanyian di suguhkan dengan makanan yang lesat dan sangat memanjakan lidah. tak lama pun mc acara kini mengumumkan bahwa raja dan ratu malam ini akan segera memasuki tempat acara.


dira dan diego saling berpegangan tangan melangkahkan kaki mereka bersama berjalan beriringan memasuki istana resepsinya semua mata tertuju pada kuduanya mengagumi keserasian dan kemesraan yang mereka pancarkan membuat sang ratu terlihat malu dan menunduk sementara sang raja terus berjalan dengan memegang erat tangan dira seakan takut jika tangan itu terlepas dari genggamannya. sampai di singgasana raja ratu semalaman itu. kini keduanya berdiri dengan anggunnya dengan tangan yang masih bergenggaman erat. para tamu undangan saling berbincang satu sama lain.


tak lama seseorang datang memberikan ucapan selamat kepada dira dan diego


"selamat ya dude akhirnya kamu telah menemukan malaikat kecilmu"


"terima kasih dude berkatmu aku bisa menemukannya"


"aku hampir saja mendahului mu dude"


"jika itu terjadi maka aku yakin akan membuat dira menjafi janda muda" ucap diego dengan penuh ketegasan


"hahaha santau dude aku tidak akan menghianati sahabatku"


"thank you dude" ucap diego pada dimas


"nona sepertinya kamu harus bersabar dengan si rubah yang satu ini nanti" ucap dimas menghoda dira. dira menatap dimas heran


"aku yakin kamu tidak akan di izinkannya keluar kamar malam ini atau bahkan beranjak dari kasur sedetikpun" ucap dimas menghuda dira dan al hasil membuat wajah dira menjadi bersemu merah selama ini dira tidak pernah terfikirkan akan hal yang semacam itu.

__ADS_1


"jangan membuatnya malu seperti itu dude" ucap diego


"baiklah aku ke sana dulu bertemu dengan rekan bisnisku" ucap dimas kemudian meninggalkan panggung singgasana raja dan ratu semalam itu


tak lama lily teman dirapun juga datang memberikan ucapan selamat "selamat ya Ra dan selamat juga ya pak yego"


"sama sama ly kamu juga harus cepetan nyusul ya ly" ucap dira


"hahahhahaha jangan dulu lah Ra"


"hahaha terima kasih ya kamu sudah datang" ucap dira kemudian memeluk sahabatnya kini dira dan diegopun lebih memilih untuk berbaur para tamu undangan dira memilih melangkahkan kakinya menuju ke sahabatnya lily sedangkan diego berjalan menemui rekan rekan bisnisnya.


"wah Ra hebat ya kamu bisa membuat si dosen killer jatuh hati sama kamu"


"ly kamu masih ingat tisak dengan dimas yang ketemu kita saat makan siang bareng kak yego dulu"


"mmm" lily mencoba mengingat ingat nama itu dan tak lama setelahnya ada seseorang yang tak sengaja menabrak tubuh lily yang membuat lily memekik kesakitan "aw"


orang tersebut langsung mendongakkan kepalanya dari ponselnya tadi


"oh maaf nona saya sibuj dengan ponsel saya tadi"

__ADS_1


"tuan mata itu di gunakan jangan di simpan"


"lah mata saya gunakan nona tapi tafi saya gunakan melihat ponsel saya"


lily merasa sangat kesal kepada pria itu sementara dira tersenyum dan geleng gelemg kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


"ly kenalin dia ini dimas yang aku tanyakan tadi ke kamu, dan dimas ini lyli sahabat aku yang waktu itu makan siang bareng kita pas berempat sama kak yego" ucap dira saling memperkenalkan kedua temannya sekaligus sahabatnya ini. lyli masih menampakkan wajah kesalnya akibat ulah dimas tadi.


"ya sudah aku mau kesana dulu ya" pamit dira kepada temannya "kalian lanjut mengobrol saja"


"cih tidak sudi saya mengobrol sama si tidak punya mata ini" ucap lily


dimas hanya menatap lily dengan tatapan tajamnya.


"saya juga tidak sudih mengobrol dengan wanita bar bar seperti anda nona" ucap dimas lagi dan kemudian pergi meninggalkan lily.


💓💓💓


hari semakin larut para tamupun sudah pulang dan bahlan ada yan memilij bermalam di resort itu. kini dira dan diego berada di sebuah kamar yang sudah di hias dengan sangat indah dengan taburan kelopak bunga mawar yang menghiasi ranjang dira kemudian duduk di sofa kenyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan memilih memejamkan matanya sejenak..


💓💓💓

__ADS_1


bersambung dulu ya kaakak kakak


__ADS_2