
Happy reading
Hari ini setelah selesai melaksanakan shalat subuh
Dira segera bergegas menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan, sementara Diego
seperti biasa ia akan membantu Dira untuk menyapu di dala rumah dan juga
membantu dira untuk menyiram tanaman yang ada di taman belakang.
Dira sedang membuat sarapan didapur, Dira menyiapkan
beberapa bahan makanan yang diambilnya di kulkas, dan segera berperang membuat
menu sarapan seperti biasanya yaitu nasi goreng dan juga beberapa butir telur
yang di goreng serta beberapa potong ayam yang sudah digoreng dengan dibumbui
kecap, sederhana memang tapi Diego tidak pernah mengeluh karena itu memang
merupakan makanan kesukaan Diego.
Dira sedang serius di dapur sehingga tidak menyadari
kedatangan Diego yang sudah berdiri di ambang pintu. Melebarkan senyumnya melihat
kearah Ira yang sangat cekatan dengan peralatan masaknya.
“ ada yang bisa kakak bantu sayang?” ucap Diego
sembari melingkarkan tanganya ke perut Dira. Dira merasa kaget saat mendapatkan
serangan pelukan dari Diego yang secara tiba-tiba itu, tapi seketika senyumnya
langsung terukir.
“tidak perlu
kak, tinggal sedikit lagi semua akan siap” jawab dira sambil berbalik menatap
suaminya.
“mmm apa
kegiatanmu sudah selesai sayang” tanya dira yang sangat tahu dengan kegiatan
awal suaminya di pagi hari.
“ tentu saja
selesai sayang, kamu tidak perlu lagi untuk menyapu dan menyiram tanaman,
karena sudah aku kerjakan” jawab Diego sambil beralih duduk di meja makan.
“mm kakak kau tidak perlu melakukan itu, aku bisa
mengerjakan semuanya hari ini” jawab dira menghela nafas. Dira tidak mau jika
__ADS_1
suaminya melakukan pekerjaan rumah, karena dira takut Diego akan kelelahan saat
berangkat ke kantor nanti.
“tidak masalah sayang. Aku tidak mau jika bidadariku
ini akan kelelahan nantinya” ucap diego menatap punggung sang istri. Sementara dira
hanya menghela nafas kasar.
“ jika tak mau membuatku mengerjakan itu semua,
izinkanlah para maid kembali bekerja di rumah kita sayang, aku sepertinya tidak
rela jika harus membuatmu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendirian” tawar
Diego. Karena semenjak Dira dan Diego menikah Dira tidak ingin mempekerjakan
para pelayan di rumahnya lagi. Dira merasa bosan jika tidak ada yang
dilakukannya saat berada di rumah untuk itu Dira dan Diego sepakat untuk
membawa para maid untuk bekerja di rumah utama keluarga diego.
“mmm tidak perlu sayang tapi jika kamu mengisinkanku
untuk kembali bekerja di butik aku akan mempertimbangkan itu” tawar dira pula
karena semenjak menikah dengan Diego Dira sudah Tidak terlalu aktif di butiknya
lagi dia hanya memberikan kepercayaan kepada pak Deni untuk mengurus butiknya
“bisa di pikirkan sayang” jawab diego mantap
Kini Dira telah menyelesaikan acara masak masaknya
selanjutnya dira menata hidangan sarapan itu ke atas meja makan. Kemudian mengambilkan Diego nasi dan juga
lauk pauknya
“terima kasih sayang” ucap Diego menerima makanan dari
Dira
Dira dan juga Diego kini menikmati santapan sarapannya.
Setelah selesai Dira dan Diego kemudian beranjak ke kamar untuk membantu Diego bersiap=siap
sebelum kekantor.
Seperti biasa Dira akan mengantar Diego sampai ke
depan pintu kemudian mencium punggung tangan suaminya sementara Diego akan
mencium kening sang istri “berhati-hatilah di rumah sayang, jika ada apa-apa segera
hubungu aku, I love You sayang”
__ADS_1
“kamu juga hati hatilah kak, I Love You To”
Kini dira berada di rumah sendirian dan kemudian menuju
keruang kerja suaminya dan juga merupakan ruang kerjanya untuk membuat
rancangan bajunya yang akan dikirimkannya ke pada butiknya nanti.
Tak terasa karen aterlalu serius dengan pena dan juga
kertasnya, Dira tidak sadar bahwa sekarang ini sudah pukul sebelas siang “mmm,
sebentar lagi jam istrahat aku harus segera memasak dan mengantarkan makanan
siang untuk kak Yego” ucap dira sembari merentangkan tangannya guna untuk merenggangkan
otot ototnya.
Dira dengan senyumannya yang merekah membawa rantang
yang berisi menu makan siang untuk suaminya itu terus berjalan menuju ke
ruangan suaminya.
Dira dengan penuh kebahagiaan menganggukkan kepalanya
saat semua karyawan di kantor suaminya menyapanya. “wahh boss pasti sangat
bahagia ya” , “wah istri yang pengertian” dan masih banyak lagi bisik bisikan
yang di dengar oleh dira.
Setelah sampai di depan ruangan suaminya. Tanpa persetujuan
dan izin dari sekretaris sang suami dira hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian
melangkah dan membuka pintu ruangan sang suami,
Dan betapa kecewanya Dira saat melihat tontonan yang
ada di depannya saat ini. Dira tak Kuasa untuk menahan buliran kristal air
matanya yang kini mulai tergenang di pelupuk matanya. Hatinya begitu sakit dan
perasaan kecewa yang menjalari seluruh tubuhnya membuatnya terisak. Tanpa terasa
Dira menjatuhkan Rantang makanan yang sedari tadi di genggamnya. Membuat yang
di dalam ruangan itu saat ini menatap ke arah Dira..
Wahh wahh wahh kira kira tontonan apa ya yang sedang
di saksikan oleh Dira
Tetap pantegin terus ya jangan lupa untuk tetap
meninggalkan jejak berupa like dan komentarnya jangan lupa untuk vote dan juga
__ADS_1
berikan rating bintang lima ya terima kasih
Salam sayang