
Untuk Rena
Diego yang terus menjaga
Dira tiba-tiba mendapat telepon dari asistennya Riko yang membuatnya
meninggalkan tempat perawatan Dira dan meminta bantuan salah satu perawat untuk
menjaga Dira selagi Diego pergi menyelesaikan urusannya yang baru saja
diberitakan oleh asistennya.
Diego terus berjalan
melewati koridor rumah sakit dengan tatapan datarnya yang tak terbaca. Bahkan
seseorang yang sempat menyapanyapun ia abaikan. Diego terus terfoku memikirkan
bagaimana caranya nanti menyelesaikan urusannya ini.
Apakah Diego akan kembali
kedunia gelapnya sudah lama ia lupakan itu. Tapi bagaimanapun ia pernah
melakukan itu semua. Yang sekarang ia bRikian kepercayaan itu pada asistennya
yang lain untuk melanjutkan perjuangannya di dunia gelapnya. Ya sebelum diego
menjadi CEO di perusahaanya Diego pernah menjadi ketua mafia terbesar dunia.
Tetapi karen atidak ingin mengecewakan sang Ibu jadi Diego melepaskan itu
meskipun tidak sepenuhnya karena Diego tetap akan memantaunya di balik layar,
tetapi sepertinya kali ini dia akan melakukannya lagi meskipun ini bukan kasus
terbesar tapi dia harus memusnahkan salah satu musuhnya yang telah berani
membuat miliknya menjadi menderita.
Diego telah sampai di
depan sebuah gedung yang sangat mewah. Dengan diterangi lampu temaram. Diego
terus berjalan masuk di depan pintu tersebut terdapat dua orang berpakaian
formal berwarna hitam lengkap dengan alat komunikasi yang terus menempel di
telinganya. Sejenak Diego berhenti di depan pintu dan memejamkan matanya.
“silahkan masuk tuan
muda” ucap salah seorang yang berdiri di depan pintu
Diego kemudian
menundukkan kepalanya sedikit kemudian berjalan masuk di dapatinya asistennya
Riko yang kemudian menunjukkan jalan kepada Diego untuk sampai di salah satu
ruangan yang di depanya terdapat pula dua orang yang berpakaian sama seperti
orang yang berdiri di depan pintu utama ya semua orang yang ada di rumah
tersebut akan berpakaian sama, mereka semua adalah anggota dari sebuah
organisasi mafia yang dulunya dipimpin oleh Diego Refano.
Diego masuk keruangan
tersebut dengan aura mematikan yang terasa menusuk.
“oh terima kasih sayang
__ADS_1
karena kamu telah datang menolongku” ucap wanita yang ada di dalam sana. Namun
bukannya di balas dengan senyuman oleh Dieo tetapi di balas dengan seringaian
yang membuat semua lawan akan merasakan keintiman dari aura membunuh Diego yang
terus dipancarkannya.
“bagus Riki kamu sangat
bisa untuk diandalkan” ucap diego yang justru membuat Rena kini menjadi
gemetaran. Ya wanita yang menyapa Diego tadi adalh Rena.
“terima kasih atas pujian
dari Tuan Muda” ucap Riki kepada Diego
“apa kalian sudah
bermain-main dnegannya” -Diego
“hmm hanya memberinya
pelajaran kecil Tuan Muda” -Riki
“ckk, sepertinya kamu
belum mengetahui cara bermainku Riki edivson”-Diego
“hmm dia terlalu cantik
untuk ku lenyapkan hahahaha” tawa Riki menggelegar
“tapi dia terlalu licik
hahhaha jadi jangan tertipu dengan wajahnya itu Riki” tatapan Diego kini
terlihat serius
jadi apa Tuan Muda yang akan menyelesaikannya” -Riki
“hmmm aku akan membRikiannya
sedikit pelajaran untuk hari ini” ucap Diego dengan seringaian yang penuh
makna, tetapi berbeda dengan Riki dan Riko yang justru mengerutkan keningnya.
“tentu kamu tidak terlalu
bodoh dua saudara kembar” -Diego
Riki dan Riko merupakan
dua saudara kembar yang menjadi asisten Diego. Riko untuk asistennya di dunia
bisnis, sementara Riki asistennya di dunia hitamnya
“aku tidak akan membuat
lawanku untuk merasakan kematiannya dengan cepat, apa salahnya untuk membuat
mereka merasakan kematiannya dengan cara perlahan” ucap diego dengan tawanya
yang terus menggelegar membuat seseorang yang akan dieksekusinya nanti merasa
takut dan mulai merinding ketakutan
Diego kini mulai duduk
berlutuu di depan Rena dengan menikmati wajah ketakutan yang dikeluarkan oleh
rena
__ADS_1
“Riki beri aku alat
penyiksa sederhanaku” ucap Diego memerintahkan Riki
Riki segera berjalan
mengambil sebuah cambuk dengan bahan besi kecil seukuran sehelai sapu lidi
kemudian Riki yang dibantu salah satu anggotanya untuk mengambil sebuah alat
pemanas besi.
Diego kemudian memanaskan
cambuk itu dan kemudian menyentakkannya dengan sangat keras ke tubuh Rena. Yang
kemudian membuat rena berteriak dengan kerasnya. Semakin Rena mengeluarkan
suara teriakannya yang memekakan telinga semakin membuat Diego terus
menyentakkan cambuknya hingga Rena terkapar tak berdaya.
“okey untuk hari ini sampai
di sini dulu tapi ingat masih banyak hari esok hahahah”
“kenapa tidak langsung
membunuhku saja” ucap Rena dengan suaranya yang hampir tidak terdengar.
“aoa kamu pikir dengan
membunuhmu saat ini bisa membuatku senang? Itu tidak akan membuatku senang
sebelum Dira bisa bangun dari tidurnya saat ini. Dan apa kamu lupa dengan kasus
ibu ku yang merenggang nyawa. Apa kamu pikir aku tidak mengetahui siapa
pelakunya? Ha” ucap Diego dengan amarahnya yang mulai menggebuh kembali
“dulu aku hanya ingin
memberimu kesempatan untuk memperbaiki sifat kejimu itu, tapi ternyata aku
salah mengambil tindakan” ucap Diego yang kemudian memegang keras dagu Rena
“maafkan aku Diego” mohon
Rena
“cih, apa dengan maafmu
itu bisa merubah semuanya ha” -Diego
Hei kalian jangan beri
dia makan ataupun minum sampai aku kembali lagi ucap diego kemudian
melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut yang kemudian diikuti oleh
Riki dan Riko
^^^
Jangan lupa untuk tetap
meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa
juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya kakak kakak.
Terima kasih sudah mampir
Salam sayang
__ADS_1
V A SYA