Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
Untuk Rena


__ADS_3

Untuk Rena


Diego yang terus menjaga


Dira tiba-tiba mendapat telepon dari asistennya Riko yang membuatnya


meninggalkan tempat perawatan Dira dan meminta bantuan salah satu perawat untuk


menjaga Dira selagi Diego pergi menyelesaikan urusannya yang baru saja


diberitakan oleh asistennya.


Diego terus berjalan


melewati koridor rumah sakit dengan tatapan datarnya yang tak terbaca. Bahkan


seseorang yang sempat menyapanyapun ia abaikan. Diego terus terfoku memikirkan


bagaimana caranya nanti menyelesaikan urusannya ini.


Apakah Diego akan kembali


kedunia gelapnya sudah lama ia lupakan itu. Tapi bagaimanapun ia pernah


melakukan itu semua. Yang sekarang ia bRikian kepercayaan itu pada asistennya


yang lain untuk melanjutkan perjuangannya di dunia gelapnya. Ya sebelum diego


menjadi CEO di perusahaanya Diego pernah menjadi ketua mafia terbesar dunia.


Tetapi karen atidak ingin mengecewakan sang Ibu jadi Diego melepaskan itu


meskipun tidak sepenuhnya karena Diego tetap akan memantaunya di balik layar,


tetapi sepertinya kali ini dia akan melakukannya lagi meskipun ini bukan kasus


terbesar tapi dia harus memusnahkan salah satu musuhnya yang telah berani


membuat miliknya menjadi menderita.


Diego telah sampai di


depan sebuah gedung yang sangat mewah. Dengan diterangi lampu temaram. Diego


terus berjalan masuk di depan pintu tersebut terdapat dua orang berpakaian


formal berwarna hitam lengkap dengan alat komunikasi yang terus menempel di


telinganya. Sejenak Diego berhenti di depan pintu dan memejamkan matanya.


“silahkan masuk tuan


muda” ucap salah seorang yang berdiri di depan pintu


Diego kemudian


menundukkan kepalanya sedikit kemudian berjalan masuk di dapatinya asistennya


Riko yang kemudian menunjukkan jalan kepada Diego untuk sampai di salah satu


ruangan yang di depanya terdapat pula dua orang yang berpakaian sama seperti


orang yang berdiri di depan pintu utama ya semua orang yang ada di rumah


tersebut akan berpakaian sama, mereka semua adalah anggota dari sebuah


organisasi mafia yang dulunya dipimpin oleh Diego Refano.


Diego masuk keruangan


tersebut dengan aura mematikan yang terasa menusuk.


“oh terima kasih sayang

__ADS_1


karena kamu telah datang menolongku” ucap wanita yang ada di dalam sana. Namun


bukannya di balas dengan senyuman oleh Dieo tetapi di balas dengan seringaian


yang membuat semua lawan akan merasakan keintiman dari aura membunuh Diego yang


terus dipancarkannya.


“bagus Riki kamu sangat


bisa untuk diandalkan” ucap diego yang justru membuat Rena kini menjadi


gemetaran. Ya wanita yang menyapa Diego tadi adalh Rena.


“terima kasih atas pujian


dari Tuan Muda” ucap Riki kepada Diego


“apa kalian sudah


bermain-main dnegannya” -Diego


“hmm hanya memberinya


pelajaran kecil Tuan Muda” -Riki


“ckk, sepertinya kamu


belum mengetahui cara bermainku Riki edivson”-Diego


“hmm dia terlalu cantik


untuk ku lenyapkan hahahaha” tawa Riki menggelegar


“tapi dia terlalu licik


hahhaha jadi jangan tertipu dengan wajahnya itu Riki” tatapan Diego kini


terlihat serius


jadi apa Tuan Muda yang akan menyelesaikannya” -Riki


“hmmm aku akan membRikiannya


sedikit pelajaran untuk hari ini” ucap Diego dengan seringaian yang penuh


makna, tetapi berbeda dengan Riki dan Riko yang justru mengerutkan keningnya.


“tentu kamu tidak terlalu


bodoh dua saudara kembar” -Diego


Riki dan Riko merupakan


dua saudara kembar yang menjadi asisten Diego. Riko untuk asistennya di dunia


bisnis, sementara Riki asistennya di dunia hitamnya


“aku tidak akan membuat


lawanku untuk merasakan kematiannya dengan cepat, apa salahnya untuk membuat


mereka merasakan kematiannya dengan cara perlahan” ucap diego dengan tawanya


yang terus menggelegar membuat seseorang yang akan dieksekusinya nanti merasa


takut dan mulai merinding ketakutan


Diego kini mulai duduk


berlutuu di depan Rena dengan menikmati wajah ketakutan yang dikeluarkan oleh


rena

__ADS_1


“Riki beri aku alat


penyiksa sederhanaku” ucap Diego memerintahkan Riki


Riki segera berjalan


mengambil sebuah cambuk dengan bahan besi kecil seukuran sehelai sapu lidi


kemudian Riki yang dibantu salah satu anggotanya untuk mengambil sebuah alat


pemanas besi.


Diego kemudian memanaskan


cambuk itu dan kemudian menyentakkannya dengan sangat keras ke tubuh Rena. Yang


kemudian membuat rena berteriak dengan kerasnya. Semakin Rena mengeluarkan


suara teriakannya yang memekakan telinga semakin membuat Diego terus


menyentakkan cambuknya hingga Rena terkapar tak berdaya.


“okey untuk hari ini sampai


di sini dulu tapi ingat masih banyak hari esok hahahah”


“kenapa tidak langsung


membunuhku saja” ucap Rena dengan suaranya yang hampir tidak terdengar.


“aoa kamu pikir dengan


membunuhmu saat ini bisa membuatku senang? Itu tidak akan membuatku senang


sebelum Dira bisa bangun dari tidurnya saat ini. Dan apa kamu lupa dengan kasus


ibu ku yang merenggang nyawa. Apa kamu pikir aku tidak mengetahui siapa


pelakunya? Ha” ucap Diego dengan amarahnya yang mulai menggebuh kembali


“dulu aku hanya ingin


memberimu kesempatan untuk memperbaiki sifat kejimu itu, tapi ternyata aku


salah mengambil tindakan” ucap Diego yang kemudian memegang keras dagu Rena


“maafkan aku Diego” mohon


Rena


“cih, apa dengan maafmu


itu bisa merubah semuanya ha” -Diego


Hei kalian jangan beri


dia makan ataupun minum sampai aku kembali lagi ucap diego kemudian


melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut yang kemudian diikuti oleh


Riki dan Riko


^^^


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang

__ADS_1


V A SYA


__ADS_2