Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
DIA KEMBALI


__ADS_3

Dia Kembali


Di kantor milik Diego


Diego sibuk memeriksa semua


berkas berkas yang sedari tadi mengantri untuk di bacanya satu persatu. Diego terlalu


terfokus dengan berkas yang di pelajarinya sementara di luar ruangannya seorang


wanita dengan tinggi semampai datang mencarinya namun sudah di cegah oleh sang


sekretaris tetapi tetap di hiraukan oleh sang wanita dan langsung menerobos masuk


ke ruangan milik Diego.


Diego yang dikejutkan


dengan suara pintu ruangannya yang tiba tiba dibuka oleh seseorang langsung


mendongakkan kepalanya melihat ke arah pintu. Diego menatap tajam ke arah


sekretarisnya dan juga wanita yang langsung masuk tadi, wanita itu adalah Rena


mantan kekasih Diego.


“Maaf boss saya sudah


mencoba untuk menghalanginya masuk” ucap sang sekretaris dengan perasaan takut.


Sementara diego hanya menggerakkan tangannya pertanda agar sang sekretaris segera


keluar dari ruangannya. Rena merasa sangat menang dan segera berjalan mendekati


Diego.


“oh sayang.. lama tak


bertemu\, apakah kamu bersama wanita J****G itu?” ucap Rena bergelayut manja


kepada diego yang tentunya membuat diego merasa geram dengan kata- kata yang di


lontarkan rena dan bukan hanya itu saja Diego juga sangat merasa tidak nyaman


dengan perlakuan Rena kepadanya.


“jaga ucapamu Rena, dia


adalah istriku” ucap Diego menggeram dan kemudian melepaskan lengannya dari


gelayutan manja Rena.


“oh ayolah, bukan kah kau


merindukan ku sayang”

__ADS_1


“keluar dari sini atau


aku akan menyeretmu keluar.”


Rena tak menggubris


perkataan Diego dan langsung duduk di pangkuan Diego. Dan kemudian men*i*m b*b*r


milik Diego. Diego merasa sangat marah dengan itu diego mencoba untuk berdiri


dan ingin mendorong Rena tapi sudah terlambat bunyi sesuatu yang terjatuh kini


menyadarkan keduanya. Diego langsung dengan kasar mendorong tubuh Rena dan


segera berjalan mendekati Dira.


Dira yang menyaksikan


kejadian tidak senonoh yang terjadi di depannya secara live itu langsung


menjatuhkan rantang makanan yang di genggamnya tadi dan langsung berlari keluar


tanpa memperdulikan tatapan para karyawan kantor yang di lewatinya tadi.


Sementara itu Rena yang


masih berada di ruangan Diego terus mengembangkan senyumnya karena telah


berhasil menciptakan sebuah peperangan dahsyat yang akan di lakukan oleh dua


Sementara Dira terus


berlari menuju ke arah mobilnya dan langsung masuk mengemudikan mobilnya dengan


kecepatan tinggi guna melampiaskan semua rasa kecewanya yang diberikan oleh


suaminya. Dira terus menangis dan menginjak pedal gasnya tanpa memperhatikan


jalan ibu kota yang untung saja sedikit legang oleh kendaraan yang biasanya


akan berlalu lalang dengan padatnya.


Sementara Diego terus


mengikuti laju mobil Dira dengan sesekali memukul stir mobilnya


“sayang hati hatilah


jangan mengebut” ucap Diego merasa khawatir melihat laju mobil istrinya. Diego


kemeduian menghubungkan ponselnya dengan seseorang.


Tuut tuut tuut


Pada dering ketiga

__ADS_1


akhirnya sambungaan telpon kini menjawab


“ha...” belum sempat


suara di seberang sana menyapa Diego langsung saja menyambar dengan rentetan


kalimat yang tegas.


“ urus Rena sekarang dan


jangan biarkan dia bebas”


“ba..” belum lagi sang


lawan di sambungan telepon langsung saja Diego mematikan sambungannya membuat


seseorang yang di seberang sana berdesis kesal.


Diego terus mengikuti


mobil dira hingga bunyi klakson panjang terus berbunyi dari arah yang


berlawanan dengan Dira.


Sementara itu Dira yang


terus mengemudikan mobilnya dengan air mata yang terus berderai menulikan


telinganya hingga ia merasakan sebuah hantaman yang sangat keras membuatnya


mengerem mendadak


Bunyi decitan antara ban


mobil dan aspal terus berbunyi menggema di telinga Dira. Diego yang melihat itu


hanya mampu berteriak dan mengalirkan air matanya melihat kejadian demi


kejadian yang terus bergulir begitu saja di depan matanya. Diego menghentikan


mobilnya dan segera turun dari mobil berlari kearah mobil dira. Dengan deraian


bulir kristal yang terus mengalir dari pelupuk matanya. Diego merasa sedang di


hantam batu besar yang datang secara tiba-tiba.


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang

__ADS_1


V A SYA


__ADS_2