Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
RAPUH


__ADS_3

RAPUH


Diego yang menyaksikan kejadian mengerikan di depannya


hanya mampu terduduk dengan lemasnya, seorang laki-laki tidak akan pernah


memperlihatkan air matanya kecuali di depan orang yang di cintai dan di


sayanginya, begitulah keadaan Diego saat ini.


Dira yang baru saja mendapatkan hantaman dan benturan


yang begitu kerasnya masih mampu untuk mengungkapkan cintanya kepada Diego


meskipun Diego tidak bisa mendengarnya “aku mencintaimu kak Yego” itulah


ungkapan yang diucapkan Dira sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri lagi.


Diego mencoba membangkitkan sisa-sisa tenaganya untuk


berjalan mendekati mobil Dira yang sudah tidak terbentuk lagi pada badan mobil


bagian depannya. Dengan air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya,


Diego membuka pintu mobil milik Dira. Di dapatinya dira yang saat ini sudah


tidak sadarkan diri lagi dengan beberapa luka yang terus mengalirkan darah.


Diego kemudian melepaskan sabuk pengaman pada Dira dan mengankat Dira menggendongnya


ala bridel steyl menuju ke mobilnya. Kemudian diego menelpon asistennya Riko


untuk segera datang kelokasi untuk membawa supir truk itu. Untung saja Riko


cepat datang kelokasi dan membereskan sisa sisa kecelakaan agar tidak terendus oleh


polisi. Riko sadar bahwa kesalahan ini tidak sepenuhnya salah sang supir truk


tetapi juga istri tuannya memiliki kesalahan yang sangat fatal pada kejadian


ini...


Di Rumah Sakit


Setelah Diego sampai di rumah sakit, Diego kemudian


menggendong tibih istrinya sambil berlari agar istrinya bisa terselamatkan.


“Dokter, segera berikan pertolongan pada istri saya”


ucap Diego memerintahkan semua dokter dan perawat yang sedang bertugas di ruang


IGD.


“baik tuan, mohon tenangkan diri tuan, dan silahkan


tetap menunggu di luar” ucap salah satu perawat.


Diego pun mempercayakan semuanya kepada Dokter. Diego


kemudian bergegas menuju ke mesjid yang terdapat di rumah sakit. Diego


mengambil air wudhu dan menyucikan dirinya kemudian melaksanakan shalat sunnah


dua rakaat. Diego meminta doa kepada allah agar istrinya di selamatkan.


Sementara itu di ruang IGD, Dira masih di tangani oleh


Dokter, Dira memiliki banyak luka akibat benturan yang di dapatnya. Dan juga

__ADS_1


Dira harus mendapatkan tranfusi darah, untung saja persediaan darah yang sesuai


dengan golongan darah yang dimiliki oleh dira cukup tersedia di rumah sakit


sehingga tidak harus repot mencarinya terlebih dahulu. Dokter terus melakukan


yang terbaik untuk pasiennya. Meskipun Dira harus mengalami masa kritis dan


tidak sadarkan diri. Tapi dokter menyatakan jika Dira tidak apa-apa hanya


mengalami sedikit shock karena mendapatkan tekanan dan juga akibat benturan keras


yang didapatkannya.


Diego telah selesai di mesjid dan sekarang kini ia


menunggu Dira, tak lama Dokter yang menangani Dira kini sudah keluar.


“bagaimana keadaan istri saya Dok?” tanya Diego dengan


tidak sabarnya.


“tenang pak istri anda tidak apa-apa hanya sedikit


shock dan semoga istri bapak segera melewati masa kritisnya” Dokter itu


menjelaskan.


“terima kasih karena telah menolong istri saya dok”


ucap Diego dengan penuh rasa syukur “apa saya sudah boleh menemani istri saya


di dalam dok”


“silahkan Tuan”


tempat Dira tidur dengan nyenyaknya yang tampaknya belum ingin terbangun. Diego


terus memegang tangan istrinya “sayang, maafkan aku” ucap Diego yang sangat merasa


bersalah terhadap istrinya. Diego terus menggenggam tangan istrinya dan terus


menangis sambil mengucapkan kata maaf.


Diego terus menangis melihat keadaan istrinya saat ini


hingga dering telponnya membuatnya harus melepaskan genggaman tangannya dari


istrinya dan segera menjawab teleponnya.


“assalamualaikum ma”


“apa yang terjadi kenapa Dira tidak pernah menjawab


teleponnya”


Diego memang belum menghubungi keluarganya dan


mengabari perihal kecelakaan Dira


“maafkan Diego ma, Dira sekarang ada di rumah sakit”


ucap Diego yang kembali meneteskan air matanya. Sementara mertuanya yang di


seberang sana merasa sangat terkejut dan segera memutuskan hubungan telponnya


dengan Diego. Diego kembali menyimpan ponselnya dan kembali menggenggam tangan


istrinya.

__ADS_1


Tak lama kedua mertuanya kini sudah tiba di rumah


sakit dan segera masuk ke ruang perawatan Dira.


Mama dira sangat sedih dan tak kuasa melihat putri tunggalnya


yang terbaring di barangkar rumah sakit. Sementara ayah dira segera memeluk


menantunya, karena Tuan Ardinata yakin bahwa menantunya saat ini hanya mencoba


untuk tegar melihat istrinya yang seperti saat ini.


“maafkan Diego pa, ini semua salah Diego” ucap Diego dalam


pelukan sang ayah mertua.


“sudah lah nak, tenangkan dirimu nanti kamu ceritakan


perihal kejadiannya, sekarang tenangkanlah dirimu dahulu nak.” Ucap Tuan


Ardinata menenangkan menantunya.


Tak lama kedua orang tua Diegopun sudah tiba di rumah


sakit karena mendapat kabar dari Besannya.


“Ya Allah, nak dira” ucap mama Diego.


“apa sebenarnya yang terjadi nak?” tanya Tuan Refano


kepada putranya yang masih terus menangis.


“ini semua salah Yego pah” ucap Diego. Kemudian menceritakan


semua perihal kejadian mulai dari datangnya Rena ke kantornya.


Awalnya Tuan Ardinata sangat marah, tapi ia sadar ini


hanya terjadi kesalah pahaman saja


“biar papa yang memberikan pelajaran pada wanita itu,


dari dulu sudah ku katakan jangan berhubungan dengan wanita ular seperti Rena”


ucap papanya yang juga benci kepada Rena.


“tidak perlu pa, biar Yego yang menyelesaikannya. Yego


sudah punya caranya sendiri”


“baiklah nak, lain kali jangan seperti ini”


“baik pah, sekali lagi maafkan yego”


Semua orang pun kini memberikan senyum kepada Diego


untuk menyemangatinya.


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Terima kasih sudah mampir


Salam sayang


V A SYA

__ADS_1


__ADS_2