Wanita Tuan Muda

Wanita Tuan Muda
DIMAS DAN LILY


__ADS_3

DIMAS DAN LILY


Setelah kejadian beberapa saat lalu saat Dimas dan


Lily kini ikut makan bersama keluarga Diego dan Dira namun Lily terlihat


menatap Dimas dengan tatapan sengit dan mematikannya. Sementara Dimas merasa


biasa saja saat mendapatkan tatapan tajam dari Lily, Dimas terus menikmati


makanannya sementara lily terus menahan amarahnya.


Setelah selesai makan mereka semua kini berkumpul di


ruang keluarga.


“Lily apa kesibukanmu sekarang?” tanya mama Dira


“tidak ada tant, lily hanya sibuk dengan urusan di


kantor ayah”


“hmm kapan kamu akan menemukan pasanganmu”


“hmm mungkin belum saatnya tant”


“hey usiamu sudah terbilang tua sayang”


“siapa yang mau dengan wanita seperti dia tant” timpal


dimas


“hey apa maksudmu?” balas Lily dengan sengitnya.


“ya maksudku kamu adalah wanita bar bar yang kasar.”


-dimas


“apa urusannya denganmu” -Lily


“hey kenapa kalian jadi bertengkar” ucap Dira dan


Diego yang heran dengan sikap sahabatnya itu.


“dia yang mulai” ucap Lily dan Dimas bersamaan.


“wah sepertinya kalian sedang berjodoh” ucap Mama Diego


“tidak akan pernah dan tidak akan mau” ucap Lily


“memang siapa yang mau berjodoh dengan mu cih serasa


tidak ada perempuan lain lagi di dunia ini” ucap Dimas kembali menimpali.


“ah sudahlah kalian kenapa jadi seperti ini” ucap papa


Dira mencoba mencairkan suasana.


“entahlah, sepertinya anak muda sekarang lebih memilih


memendam rasa mereka hahaha” tawa papa Diego kini menggelegar.

__ADS_1


Setelah perdebatan panjang itu kini saatnya mereka


semua bubar dari rumah Dira dan Diego.


“kamu pulang dengan siapa Li” tanya Dira


“aku akan naik taksi saja” -Lily


“itu tidak baik untuk seorang wanita, Dimas antar


sahabat istriku ini”


“tidak mau” -Dimas


“itu tidak perlu aku bisa pulang naik taksi”  -Lily


“jangan membantah Dimas, apa kamu tega seorang wanita


pulang malam sendirian?” tanya Dira


“dia tidak sendirian Ra, ada supir taksi yang


menemaninya”


“tidak apa Ra lagi pula aku sudah biasa”


“dimas belajarlah bertanggung jawab kepada wanita”


ucap Diego dengan tegasnya.


“hmm baiklah tapi kali ini saja.” Dimas mengalah, lagi


pula dia juga tidak tega melihat seorang wanita pulang sendirian malam malam


wanita.


Dimas dan Lily kini memasuki mobil Dimas, jika kalian


berada di dalam mobil tersebut maka kalian akan merasakan bagaimana kesunyian


dalam mobil itu tanpa adanya alunan kata yang terdengar dari keduanya maupun


alunan musik, mereka tampak saling berdiam diri.


“dimana aku harus mengantarmu” tanya Dimas karena


Dimas benar benar tidak tau dimana dia harus menurunkan Lily


“di jalan XXX” ucap lily kemudian tidak adalagi suara


suara dari dalam mobil itu.


Setelah sampai di lokasi yang dituju kini Lily turun


dari mobil Dimas dan mengucapkan terima kasih.


Dimaspun kini melajukan mobilnya membelah jalan ibu


kota untuk kembali ke apartemennya.


Setelah sampai Dimas kemudian membersihkan diri dan

__ADS_1


membaringkan tubuhnya di tempat ternyamannya dia sesekali memejamkan matanya


tapi entah kenapa dan bagaimanapun Dimas terus membayangkan wajah Lily di saat


Lily sedang marah dan terus berceloteh kepadanya saat berada di rumah


sahabatnya tadi.


“ah apa apaan dengan otakku ini kenapa selalu


memikirkannya, dasar wanita bar bar “


Kemudian bangun dan mengambil sebuah botol minuman dan


meneguknya kemudian kembali baring hingga matanya terpejam dan pikirannya kini


berlabuh kedalam mimpi.


Sementara itu Lily kini mulai memasuki rumahnya dan


melewati ruang tamu rumahnya yang ternyata kedua orangtuanya masi ada di sana


“wah sepertinya anak mama sekarang sudah memiliki


kekasih ya pa” goda mamanya


“apaan sih ma itu tadi sahabatnya kak Diego, yang


kebetulan mau mengantar Lily ma”


“aduhh ngga papa kok jujur aja ma kami sayang kami


pasti akan merestui kalian”


“apaan sih ma pah Lily ngga ada hubungan dengan dia,


dia itu laki laki kurang ajar dan pemarah”


“jangan seperti itu bisa bisa nanti kamu jatuh cita


loh sama dia”


“ah sudahlah mah pah Lily pamit ke kamar dulu” ucap


Lily yang kemudian mencium kedua orang tuanya dan berlalu menuju ke kamarnya.


<><><><>


Jangan lupa untuk tetap


meninggalkan jejak berupa like dan juga komentarnya teman-teman dan jangan lupa


juga untuk memberikan dukungan pada karya ini beri rating bintang lima ya  kakak kakak.


Untuk bisa lebih mengenal


author bisa juga ya langsung follow IG author


@viki.amalia.351


Terima kasih sudah mampir

__ADS_1


Salam sayang


V A SYA


__ADS_2