
setelah sampai di sebuah restoran. dira dan diego langsung masuk menempati sebuah neja yang berada di dekat jendela yang mengarah ke sebuah laut dengan beberapa lilin berwarna biru yang di nyalakan di atas meja membentuk sebuah hati seorang pelayan datang mengantarkan buku menu yang tersedia di restoran itu dan menukiskan menu menu yabg di pesan oleh ke duanya. dan kemudian pelayan itu membungkuk hormat kemudian meninggalkan meja mereka berdua.
diego melihat dira yang sedang termenung.
"apa kamu baik baik saja Ra?"
dira tersadar dari lamunannya mendengar suara diego yang memanggil namanya.
"maaf kak tadi ada sesuatu yang mengusik di pikiranku"
"kalau boleh tahu apa itu penting"
"sangat penting kak"
"boleh kakak tahu"
dira terlihat menimbang nimbang sejenak entah dia harus menceritakannya kepada diego atau tidak.
"jika memang tidak mau memberitahuku tidak masalah ra"
"kak sampai kapan kita membohobgi mama dini seperti ini"
"saya juga tidak tahu ra. sayapun baru menyesalinya sekarang. saya harus menyeretmu masuk dalam jebakanku ini ra. maafkan aku Ra"
__ADS_1
"sudahlah kak. tidak usah meminta maaf kita bahkan sudah memulainya dan sekarang kita hatus pikurkan bagaimana caranya mengehntikan kekonyolan ini kak"
diego menghembuskan nafasnya perlahan. tak lama pelayan restoranpun mengantarkan pesanan mereka dan menatanya di atas meja kemudian membungkuk hormat.
"selamat menikmati tuan dan nyonya kalian bagaikan sebuah garis yang baru di hubungkan kembali. kalian adalah pasangan yang sangat serasi. permisi tuan dan nyonya." ucap pelayan itu yang sepertibya sudah tidak muda lagi kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan meja itu.
"sebuah garis yang baru di hubungkan kembali?" batin diego
"mungkin dia hanya menebaknya saja"
"pasangan yang sangat serasi" batin dira mengernyitkan keningnya. kemudian menggelanhkan kepalanya.
"maafkan aku malaikatku tapi ini habyalah sebuah rencana dan semoga dwngan cepatnya berakhir" batin dira lagi
"wow sepertinya sekarang kalian sangat lengket bahkan makan malampun hanya berdua" ucap rena...
ya.. wanita itu adalah rena...
dira hanya menatap rwna sedangkan diego memegang tangan dira bak seorang kekasih yang saling menyayangi dan tak ingin di pisahkan.
"ya kami memang lengket dan tidak akan pernah di pisahkan karena kami adalah sepasang kekasih dan ya satu lagi rena jangan pernah ganggu kami lagi lihatlah cinci yang kami gunakan ini, ini adalah cincin tunangan kami" ucap diego sambil menperlihatkan cicin yang melingkar di jari manisnya dan juga di jari manis dira.
rena melihat cincin itu dan merasa kesal
__ADS_1
ah sial bahkan sekarang mereka sudah tunangan ini tidak bisa di biarkan lagi. semua rencanaku akan gagal batin rena
"kamu sudah selesai sayang"
dira hanya mengangguk menanggapi diego
"baiklah sayang sekarang kita harus pergi dari sini dan menibggalkan wanita tidak tahu diri ini" ucap fiego menggenggam tangan dira kemudian merangkul pinggang dira dan berjalan melewati rena yang masih berdiri dengan tatapan kesalnya.
saat pulang dira dan diego tetap diam mereka tak tahu harus membicarakan tentang apa agar bisa memecahkan keheningan. saat di perjalanan hujan turun dengan derasnya membuat dira merasakan dingin yang menusuk dan menembus kulitnya melalui celah celah kain yang ia gunakan dira sesekali menggosok gosokkan ke dua telapak tangannya untuk menghangatkan tubuhnya diego yang melihat kelakuan dirapun paham dengan kondisi dan situasi saat ini diegopun berinisiatif mematikan ac mobilnya dan kemudian membuka jasnya untuk menutup badan dira yang dingin.
di tengah perjalanan mobil diego tiba tiba berhenti ada sebatang dahan pohon yang membentang di jalan sehingga dia tidak bisa melanjutkan perjalanannya
"kamu jangan keluar. tetaplah di sini"
dira hanya nengangguk
"kamu hati hati ya kak"
saat diego keluar dari mobil dan hendak mencoba untuk mengangkat dahan pohon itu tiba tiba ada segerombolan orang yang berjalan mendekat diego mengira bahwa orang tersebut akan menolonhnya untuk mengangkat dahan tersebut tetapi ternyata perkiraan dia salah.
salah seorang dari segeronbolan itu langsubg melayangkan tinjunya ke arah diego untung saja diego cepat mengelak pukulan tersebut dan balik memukulnya. karena melihat temannya terluka gerombolan itu akhirnya menyerang diego secara bersamaan namun diego ternyata jagoa bela diri tetapi kekuatan mereka tidak seimbang segerombolan orang itu berjumlah empat orang.
untung saja saat diego turun dari mobilnya dia tidak mematikan mesin mobilnya dan tetap menyalakan lampu mobiknya. membuat dira yang berada di dalam mobil tidak di ketahui oleh gerombolan pereman itu.
__ADS_1