Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Persiapan


__ADS_3

Keyra pov


Pernikahan adalah hal yg paling dinantikan oleh sepasang manusia yg saling mencintai, mengakhiri kisah mereka di pelaminan, dan hidup bahagia bersama.


Sama halnya denganku, aku pernah memiliki impian akan menikah dengan pria yg sangat aku cintai dan mencintaiku, menghabiskan sisa umur berdua, suka duka bersama, hingga memiliki keluarga kecil yg amat sangat bahagia.


Namun sekejap saja impianku tinggalah mimpi. Bulan depan aku akan menikah dengan seseroang yg bagiku tak seharusnya. Memang tak bisa dipungkiri dia juga pria yg baik, tapi aku tidak mencintainya. Karena sejak dulu aku hanya mengaggap dia sebagai kakak laki2ku, saudara yg aku sayang dan aku hormati.


Pagi ini Alex mengajakku ke pusat perbelanjaan, kami akan membeli cincin juga gaun pernikahan disana. Sampai disana Alex nampak antusias. Memilih beberapa yg menurutnya akan cocok untuk kami pakai nanti.


Sedangkan aku rasanya ingin berhenti saja, jujur aku ingin sekali mundur dari pernikahan ini. Aku ingin menikmati masa mudaku dan memilih pria yg aku cintai. Tapi itu tidak mungkin, aku tidak bisa se egois itu, kebahagiaan dua keluarga ada ditanganku. Dan tentu aku tidak akan sanggup jika harus menghancurkan harapan dan rasa bahagia mereka karena hal ini.


"Sayang kok melamun? Jadi pilih yg mana?". Tanya Alex menyadarkan lamunanku.


"Ah itu terserahmu saja, aku yakin pilihan kakak pasti akan cocok untukku." Jawabku seraya memaksakan senyumanku.


"Baiklah.. Emm kamu coba yg ini."

__ADS_1


Alex memilihkan sebuah gaun yg cantik untukku coba. Dengan berat hati aku pun mengambilnya, memasuki ruang ganti dan mencoba gaun itu.


Setelah beberapa menit berjuang juga dibantu oleh beberapa staf butik disana, akhirnya gaun itu melekat sempurna ditubuhku.


Dengan sedikit gugup ku langkahkan kakiku keluar dan menemui Alex yg telah menunggu untuk melihat penampilanku.



"Bagaimana kak?". Tanyaku pada Alex yg terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Halo.. Kak.. Apa ada yg aneh?". Tanyaku lagi.


Dia mendekatkan dirinya, menatapku intens sedetik kemudian memelukku dengan tiba2.


"Aku merasa beruntung memilikimu Key." Kata Alex sambil mengeratkan pelukannya.


"Em..Baiklah kak, aku lapar. Setelah ini kita makan dulu ya." Ucapku berusaha menghindar, lalu kembali keruang ganti untuk melepas gaun yg ku kenakan ini.

__ADS_1


Setelah pertunangan itu Alex kerap kali memperlakukanku seperti ini, tiba2 mendekat lalu memelukku. Bahkan pernah sekali ia mencuri ciumanku yg reflek membuatku menamparnya. Entahlah, aku merasa risih dengan sikapnya itu, meskipun dia calon suamiku, tapi aku merasa tidak senang dan reflek menghindar dari sentuhannya.


Berbeda saat Kenzo yg melakukannya, ada debaran dan perasaan hangat dihatiku, bahkan tanpa sungkan aku membalas semua perlakuannya terhadapku.


Argh... Lagi2 aku teringat dirinya. Dia benar2 telah merasuki otak dan hatiku, aku tahu ini salah. Tapi sungguh aku tidak bisa menahan perasaanku. Meskipun aku tahu akhirnya aku akan tetap menikah dengan Alex, namun aku tetap menyimpan nama Kenzo disudut hatiku yg paling dalam. Diam2 selalu merindukannya dan menyebut namanya disetiap doaku.


****


Setelah mendapatkan gaun dan cincin yg menjadi tujuan utama kami, kami pun beranjak menuju restoran china yg cukup besar tepat didepan pusat perbelanjaan.


"Kamu mau yg mana?". Tanya Alex sambil membaca menu yg dipegangnya.


"Seperti biasa aja kak." Jawabku.


Setelah mendapat jawaban dariku, Alex pun mengerti, ia segera memanggil pelayan dan menyebutkan pesanan kami.


Ya kami berdua memiliki kesamaan makanan favorit, yaitu chines food. Setiap kali ada kesempatan ataupun sepulang kuliah, Alex selalu mengajakku makan bersama. Tak pernah terpikirkan jika kali ini kami makan dengan kondisi yg berbeda. Dulu aku dan dia akan tertawa lepas tanpa beban dengan status sahabat, namun semua itu lenyap saat statusnya berganti menjadi calon suamiku. Rasanya tak bisa lagi kembali seperti waktu itu. Hanya keheningan dan perasaan canggung yg kurasakan.

__ADS_1


Dan ya, setelah itu kami makan dengan hening. Menyelesaikannya dengan segera lalu bergegas kembali pulang.


__ADS_2