
Kini aku berada di kamar hotel cukup mewah dikawasan club dimana Alex meninggalkanku. Aku dikurung, semua pintu dan akses untukku bisa kabur telah ditutup rapat oleh mereka. Aku tidak tahu apa yg akan mereka lakukan padaku, setelah mengurungku, mereka pergi tanpa berkata apapun.
Aku yg sedari tadi mondar mandir tidak tenang tiba2 mendengar suara orang berbicara dibalik pintu, dengan hati2 aku pun mencoba untuk menguping dan mencari tahu apa yg mereka bicarakan.
"Sesuai janjiku tuan, kali ini aku menemukan barang baru, dan lebih istimewa karena dia masih virgin. Aku pastikan aku tidak akan mengecewakanmu malam ini." Ucap salah seorang disana.
"Baguslah, ini bayaranmu. Sekarang pergilah." Jawab lawan bicara mereka.
Sialan.. Rupanya mereka ingin menjadikanku *******?? Awas kau Alex, sampai mati pun aku tidak akan pernah melepasmu, jika perlu akan ku seret kau keneraka bersamaku.
Mendengar semua itu membuat pikiranku makin kacau, apa yg bisa ku lakukan sekarang? Melawan pun sia2 aku sama sekali tak pandai bela diri.
Hah.. Sudahlah, jika nanti aku tak bisa menyelamatkan diri ataupun harga diriku, akan lebih baik jika aku mati.
Karena terlalu sibuk dengan pemikiranku sendiri, aku tak menyadari jika ada seseorang yg telah masuk ke kamar ini, ia tepat dibelakangku tanpa berkata apapun. Aku yg sudah sangat takut dan gemetar tidak sanggup menolehkan kepalaku untuk mengetahui siapa orang itu.
"Hai sayang.. Sudah lama menunggu?". Ucap pria itu.
Tunggu.. Aku seperti familiar dengan suara itu, wangi parfumnya pun aku merasa pernah menciumnya entah dimana. Dengan sisa2 tenaga dan keberanian yg ku punya, aku berusaha membalikkan tubuhku menghadap ke pria dibelakangku ini.
Begitu pandangan kami bertemu, aku sangat2 terkejut, lidahku kelu, hingga tak mampu berkata apapun mengenai siapa yg tak sengaja ku temui kali ini.
__ADS_1
Sebenarnya apa yg engkau rencanakan Tuhan? Mengapa kau pertemukan kami kembali dalam keadaan seperti ini.
Sama sepertiku pria itu juga nampak shok melihatku, ia membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan apa yg telah ia lihat. Ia pun sama tak berkata apapun begitu melihatku.
"Ke..Kenzo." Sapaku dengan terbata2.
Dia hanya diam, mematung ditempat sambil terus menatap tajam ke arahku.
"Kita bertemu lagi Keyra sayang." Ucapnya kemudian, lalu berjalan mendekatiku dengan senyum smirknya.
"Ka..Kau.. Mau apa?".
Dia semakin dekat dan memperkecil jarak kami, aku yg sudah berada diujung ranjang dibuatnya tak berkutik. Tubuh kami hampir menempel satu sama lain, bahkan bisa kurasakan hembusan nafasnya tepat diwajahku.
"A..Aku mohon, lepaskan aku Ken, biarkan aku pergi." Mohonku padanya.
"Apa yg kau lakukan disini? Apa kau menjual diri hemm?". Tanyanya sambil memainkan ujung rambutku.
"Kau salah, sekalipun aku tak pernah berniat menjual diriku. Aku terjebak disini karena seseorang. Jadi ku mohon, biarkan aku pergi." Ucapku tanpa menatapnya.
Entahlah, aku merasa Kenzo bukanlah Kenzo yg dulu, dia yg sekarang lebih terlihat seperti badboy yg suka main perempuan. Terbukti dengan adanya dia di tempat ini, dimana ia telah membayar seseorang untuk bisa tidur dengan wanita yg diinginkannya.
__ADS_1
"Apa kau lupa dengan apa yg pernah ku katakan dulu padamu?". Ucap Ken mendongakkan wajahku agar menatapnya.
"Baiklah, aku ingatkan lagi..
Dulu sebelum kau meninggalkanku aku pernah mengatakan ini padamu. Aku bilang bahwa jangan pernah muncul lagi dihadapanku, karena jika itu terjadi, maka setelah itu aku akan mengurungmu selamanya dan tidak akan pernah melepaskanmu.
Apa kau sudah mengingatnya sayang?".
Sial.. Aku melupakan soal itu. Tapi bagaimanapun juga aku tak pernah dengan sengaja untuk muncul didepannya, aku bahkan tak pernah berharap akan bertemu dengannya lagi setelah aku menikah.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Apa yg harus ku lakukan.
Kenapa Tuhan seperti mempermainkan ikatan takdirku, apa salahku?
"Jangan bengong gitu dong sayang!! Jangan khawatir, aku akan memperlakukanmu dengan baik." Lanjut Ken yg tiba2 mendekap erat tubuhku.
"Aku sudah menikah Ken, jadi ku mohon biarkan aku pergi." Mohonku lagi dan berusaha melepas rengkuhan Ken.
"Cukup!! Aku disini hanya ingin memberitahumu Keyra, bukan meminta persetujuanmu. Mau setuju atau tidak, aku akan tetap membawamu pergi, dan mengurungmu untukku sendiri. Persetan dengan suami atau statusmu, aku tidak peduli."
Ya Tuhan.. Sebenarnya aku cukup senang bisa bertemu dengannya lagi. Tapi jika harus dikurung seperti itu tentu aku keberatan. Aku masih punya keluarga, aku juga masih memiliki dendam yg harus ku selesaikan. Meskipun dulu aku pernah mencintainya, namun untuk bersama rasanya sedikit tidak mungkin. Aku hanya ingin bebas, kembali ke kehidupanku yg dulu, bahagia bersama mama papa tanpa takut ada pria yg akan menyakiti dan mempermainkanku lagi.
__ADS_1