Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Kabar baik atau buruk


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan berlalu, kondisi mental Keyra sudah berangsur angsur membaik, ia sudah kembali bekerja diperusahaan mamanya seperti biasa.


Dan selama itu pula ia belum bertemu lagi dengan Kenzo, pria itu benar benar memegang ucapannya, membiarkan Keyra memilih apa yg diinginkannya, tidak lagi memaksa, juga mengancamnya.


"Pagi ma, pagi pa". Sapa Keyra pada kedua orang tuanya yg sudah menunggu dimeja makan.


"Pagi sayang." Ucap Farel.


"Pagi juga anak mama yg cantik." Sahut Rara.


"Sini nak, mama udah bikinin makanan kesukaanmu." Lanjut Rara menarik kursi disampingnya.


"Wahh.. Pasti enak." Ucap Keyra antusias, ia mengambil satu piring penuh lauk pauk itu dan bersiap memakannya.


Baru saja satu suapan, Keyra merasakan mual diperutnya. Rasanya seperti di aduk aduk ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


"Nak, kamu kenapa? Apa makanannya nggak enak?". Tanya Rara khawatir.


"Itu ma, uh.." Begitu merasa ingin muntah Keyra langsung berlari ke westafel terdekat sambil membungkam mulutnya dengan tangan.


"Huek..Huek.. Huekk..."

__ADS_1


"Sayang kau tidak apa apa?". Tanya Rara khawatir.


"Ada apa ma?". Sahut Farel yg juga cemas mendengar Keyra muntah2.


"Ah mungkin masuk angin pa." Ucap Keyra.


"Biar papa priksa kamu, ayo ke kamar."


Akhirnya Rara dan Farel pun membawa Keyra kembali ke kamarnya untuk diperiksa. Mereka sangat khawatir, pasalnya kemarin putrinya itu masih sehat dan baik baik saja.


Karena Farel seorang dokter, maka dia sendirilah yg memeriksa Keyra.


Ya Farel merasa gugup dengan apa yg didapatnya, mungkinkah jika Keyra hamil? Tapi setelah memeriksanya berkali kali putrinya itu memiliki tanda tandanya. Meskipun ia dokter bedah, ia juga tidak akan salah dalam mendiagnosa masalah seperti ini.


"Apa kamu sudah datang bulan nak?". Tanya Farel tiba tiba.


"Sepertinya belum pa, memangnya kenapa? Apa Keyra sakit parah?".


"Sepertinya kamu hamil."


Bagai tersambar petir, hal yg selama ini Keyra takutkan benar benar terjadi. Dia sedang hamil, dia mengandung anak Kenzo.

__ADS_1


Mendengar kenyataan itu Keyra hanya bisa diam mematung, air matanya mulai menetes tanpa ijinnya. Apa dia harus bahagia dengan kehadiran anak ini, atau sebaliknya?


Bagaimana pun juga ini adalah darah dagingnya, tidak akan mungkin ia tega menyingkirkan berkah dari Tuhan, dialah yg salah, tapi bayi ini tidak.


Sama seperti Keyra, Farel dan Rara pun shok mengetahui kenyataan ini. Selama ini putrinya selalu menderita, ditambah lagi dengan hadirnya seorang anak pra nikah. Bagaimana ia bisa menghadapi dunia luar nanti. Mereka pasti akan mencemooh dan menghina Keyra.


"Apa dia milik Kenzo sayang?". Tanya Rara sambil mengusap kepala Keyra.


"Iya ma, dia yg melakukannya."


"Apa kau tak ingin memberi tahunya?".


"Aku takut ma, dia suka mengurung dan memaksaku, aku takut dia tidak akan menyukai bayi ini."


"Mama mengerti, tapi bagaimana pun juga dia ayahnya. Dia berhak tau sayang, jika memang dia tidak menyukainya, mama papa akan membantumu merawatnya kelak. Jangan khawatir."


"Ya jika dia menolak tanggung jawab maka papa sendiri yg akan membawamu pergi jauh darinya."


"Baiklah, akan ku beri tau dia nanti. Sekarang tolong tinggalin Key sendiri ya, Key mau istirahat."


"Hmm.. Baiklah sayang."

__ADS_1


__ADS_2