
Hangat sinar mentari mencoba masuk ke sela jendela kamar yg tertutupi tirai, cuitan burung saling bersautan terdengar merdu mengelilingi langit. Salah satu manusia yg masih meringkuk dibalik selimut perlahan membuka matanya.
Seluruh badannya terasa ngilu, bagian2 sensitifnya terasa sakit hingga membuat ingatannya berputar kembali, teringat kejadian pahit yg ia alami bersama pria yg dulu pernah singgah dihatinya. Pria yg juga telah menghancurkan masa depannya.
Potongan2 kenangan itu membuatnya menangis, dilihatnya lagi kondisi tubuh yg masih *****, dan menempel banyak bekas merah keunguan disana.
Sementara disampingnya, pria itu masih terlelap, lengan kekarnya masih enggan melepaskan dekapannya.
"Ya Tuhan, mengapa jadi begini?". Gumamnya dalam tangis.
Melihat mentari sudah meninggi, ia mencoba bangun, dengan perlahan ia memindahkan lengan pria itu dari perutnya, agak berat namun berhasil.
Segera ia mengambil kain2 berserakan dibawah tempat tidur dan memakainya, ketika mencoba berdiri, rasa ngilu yg teramat di daerah wanitanya membuat ia terjatuh. Tubuh mungilnya tersungkur hingga membuat sang pria terbangun dari mimpi indahnya.
"Kau tidak apa apa?". Tanyanya khawatir sambil membantu wanitanya berdiri.
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu!! Aku sama sekali tak butuh bantuanmu." Ucap wanita itu ketus. Dengan kasar ia menghempaskan tangan yg ingin membantunya itu.
"Jangan keras kepala!".Tanpa basa basi ia menggendong tubuh gadisnya lalu menurunkannya disisi tempat tidur.
"Cukup!! Kau sudah mendapatkan semuanya, biarkan aku pergi." Teriak gadis itu lagi.
"Maaf, aku tidak tau ternyata kau masih perawan. Aku pikir kau sudah melakukannya dengan pria itu, karena itu aku marah dan melakukannya padamu."
"Sialan.. Apa kau puas sekarang? kau puas menjadi pria pertamaku hah??" Bentak Keyra sambil menatap nyalang pria yg tengah berdiri didepannya.
"Ya aku sangat puas dan bersyukur, aku juga berharap benihku akan segera tumbuh diperutmu".
Dengan lantang Keyra mengeluarkan semua rasa sakit dihatinya. Ia tak menyangka pria didepannya ini akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya. Hati dan akal sehatnya seperti telah mati.
"Aku akan bertanggung jawab, lusa kita menikah."
__ADS_1
"Jangan harap tuan!! Itu tak akan pernah terjadi. Aku juga tak berniat memiliki bayi dengan pria licik sepertimu, jadi berhentilah bermimpi!!".
"Dan mimpiku akan segera menjadi kenyataan."
Sekali lagi Kenzo memaksakan kehendaknya, ia mengulangi perbuatan bejatnya kemarin pada Keyra.
Gadis itu mulai memukul, mencakar, dan mencoba menyakiti Ken agar bisa lepas. Namun sungguh naas, tenaga pria itu sangat kuat. Kedua tangan Keyra terangkat diatas kepala dan digenggam kuat oleh Ken. Pria itu berhasil menghentikan pergerakan Keyra yg masih saja berusaha keras meloloskan diri.
Namun di tengah tengah pergulatan panas itu tiba tiba saja Keyra tak sadarkan diri. Berapa kali pun Kenzo mencoba membangunkan namun tak berhasil. Akhirnya ia terpaksa menghentikan kegiatannya dan menelpon seorang dokter untuk datang memeriksa Keyra.
Hampir 15 menit menunggu, sang dokter pun tiba dengan membawa beberapa peralatan medis juga obat ditas kerjanya. Dengan sigap dan teliti ia pun langsung memeriksa Keyra, gadis cantik yg masih terbaring lemah dengan wajahnya yg putih memucat.
"Bagaimana keadaannya?". Tanya Ken khawatir.
"Nona hanya kelelahan, jadi saya sarankan untuk istirahat total selama beberapa hari kedepan, dan jangan biarkan ia bekerja apalagi berpikir terlalu keras, selain fisiknya yg lemah, nampaknya ia juga sedang stres." Tutur sang dokter.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih."
Kenzo tak menyangka perbuatannya pada Keyra selama ini membuat gadis itu bekerja terlalu keras, bahkan menderita stres. Niat awalnya yg hanya ingin memiliki gadis itu, berubah menjadi malapetaka. Gadisnya sakit karena ulahnya, bahkan kini sudah sangat sangat membencinya.