Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Dijual


__ADS_3

Aku benar2 bodoh, aku baru sadar bahwa aku masih memiliki ponsel. Bagaimana pun juga aku harus menelpon seseorang untuk meminta bantuan dan mengeluarkan diriku dari sini.


Tut..


Tuttt..


"Halo sayang?".


"Ma, apa kabar?". Tanyaku basa basi.


"Baik sayang, kamu sendiri gimana? Alex memperlakukanmu dengan baik kan?".


"Emm.. I iya ma, apa kau sedang sibuk sekarang?". Jawabku gugup.


"Iya nak, mama papa lagi di Singapura sekarang, ada bisnis disini."


"Baiklah, kalau gitu Key tutup dulu yaa telponnya, salam buat papa."


Tut..


Sudahlah, aku tak ingin membuat orang tuaku khawatir, mereka tengah sibuk mengurus perusahaan. Aku tak ingin menambah beban mereka dengan masalahku. Dan aku harus bisa menyelesaikan semua ini sendiri.


Setelah beberapa kali berpikir akhirnya aku memutuskan untuk menelpon polisi, aku pikir dengan begitu Alex akan ditangkap oleh mereka karena telah melakukan tindakan KDRT padaku dan mengurungku.


Dan ya.. Tiga puluh menit kemudian samar2 ku dengar bunyi mobil polisi yg mendekat ke arah rumah ini. Aku harap semoga kali ini akan menjadi akhir penderitaanku.


Hampir satu jam aku menunggu dikamar, namun tak ada sedikitpun perubahan yg terjadi, tak ada polisi maupun Alex yg mendatangi kamarku. Apa yg terjadi? Apa mungkin Alex bisa dengan mudahnya mengelabuhi para polisi itu. Aku harus bagaimana sekarang?.

__ADS_1


****


Brak...


Betapa terkejutnya aku melihat Alex datang dengan kilatan marah yg sangat jelas dimatanya.


Ia mendekat dan.. Plak..


Tamparan yg keras kembali kurasakan.


Plak.. Lagi dan lagi.


Kini aku tak bisa lagi menahan air mata dan ringisanku. Alex benar kejam, ia tak segan menamparku berkali2 karena kejadian tadi pagi. Aku yakin ia pasti sangat marah dengan keberanianku memanggil para polisi itu.


"Sepertinya aku terlalu lembut padamu, iya?". Ucapnya sembari menarik rambutku kuat.


"Berani sekali kau melapor hemm?? Kau pikir aku bodoh mempertemukan mereka denganmu?".


"Lepaskan aku!! Ceraikan saja aku Alex!!".


"Heh.. Jangan mimpi!! aku sama sekali belum puas menyiksamu disini.. Dan ya, aku telah memiliki hukuman terbaik untukmu. Sekarang kau mandi dan bersiaplah. Dandan yg cantik, tutupi semua bekas luka dipipimu. Aku akan membawamu ke suatu tempat."


"Apa rencanamu?".


"Kau tak perlu tahu sayang, yg harus kau lakukan hanya patuh. Atau kau tak akan bisa melihat papa dan mamamu lagi setelah ini."


****

__ADS_1


Dengan terpaksa akhirnya aku melakukan semua yg Alex perintahkan. Berdandan cantik dan mengikutinya pergi entah kemana.


Hampir satu jam Alex melajukan mobilnya, melaju cepat melewati jalan yg sama sekali tak ku kenal.


"Kita sudah sampai." Ucap Alex menyadarkan lamunanku.


"Kau, mengapa kau membawaku ke tempat seperti ini?".


Tanpa menjawab pertanyaanku Alex langsung menarik tanganku memasuki tempat hina itu, berulang kali aku mencoba memberontak, namun tenagaku tak sebanding dengan pria tinggi dan kuat sepertinya.


"Lepaskan aku!! Lepas Alex!! mengapa kau membawaku ke tempat hina ini? Apa yg akan kau lakukan hah!!". Teriakku sambil mencoba melepas genggaman Alex.


Dia menarikku masuk semakin dalam, tempat itu sangat bising dengan musik yg menghentak, terlihat begitu banyak wanita seksi dan pria2 hidung belang yg menari bersama dan saling menggoda.


"Jadi ini yg kau janjikan Alex? ah.. Ku akui dia memang sangat cantik. Ini imbalanmu."


Apa maksudnya ini? Apa Alex telah menjualku? Dengan mata kepalaku sendiri ku lihat Alex menerima satu amplop besar dari pria paruh baya didepanku ini.


"Selamat bersenang senang sayang."


Setelah mengucapkan kata itu Alex langsung pergi meninggalkanku begitu saja.


Sedangkan aku, aku yg berusaha akan mengejarnya tertahan oleh pria tua tadi, ia menarikku kasar dan membawaku menjauh dari kebisingan itu.


Berulang kali aku berteriak meminta tolong pada mereka disana, namun mereka mengacuhkanku, seolah tuli tak mendengar dan melihat ketidakberdayaanku.


Bantu aku Tuhan, ku mohon tolong aku.. Hiks.. Hiks..

__ADS_1


__ADS_2