
Tak terasa hari berganti begitu cepat, hari ini aku benar2 akan menikah. Selamat tinggal masa lalu, selamat tinggal kenanganku. Aku harap kau bahagia disana selalu meski tanpa aku.
Sudah dari jam 5 pagi aku bangun dan bersiap diri, para perias yg dikirim oleh keluarga Alex telah stand by di kamarku. Hah.. Mataku terasa berat sekali, aku baru tidur jam 2 pagi karena terlalu memikirkan apa yg akan terjadi hari ini.
Tepat pukul 8 pagi keluarga Alex sudah sampai didepan rumahku. Kami akan melaksanakan adat dan acara pernikahannya disini, karena aku hanya ingin kali ini mereka menurutiku dengan melangsungkan pernikahan secara sederhana, tanpa mengundang banyak orang ataupun karyawan perusahaan kami.
Setelah menyelesaikan segala ritual rias dan sejenisnya, aku yg nampak cantik dengan kebaya putih dibalut mutiara asli segera diminta untuk turun menemui calon suamiku. Dengan gugup dan sedikit gemetar mama menggandeng tanganku lembut menuruni tangga. Semua mata terpana melihat kedatanganku, begitu juga Alex.
Mereka nampak kagum melihat betapa serasinya kami saat ini.
Dengan suara lantang dan tegas, Alex mengucapkan sumpah suci pernikahan kami. Hah.. Akhirnya aku benar2 telah menjadi seorang istri sekarang.
Ya Tuhan.. Semoga ini pilihan yg terbaik untukku.
Begitu acara pernikahan selesai, kini lanjut acara resepsi. Kami berdua duduk manis di atas pelaminan sambil sesekali memperhatikan lalu lalang tamu yg akan memberi ucapan selamat pada kami.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik sayang." Puji Alex sembari menggenggam erat tanganku, sejak pagi senyuman manis selalu nampak diwajahnya, bisa terlihat betapa bahagianya ia saat ini.
Aku tak menjawab apapun, hanya senyuman manis yg kupaksakan yg bisa kuberikan.
Entahlah.. Aku sedang memikirkan banyak hal sekarang. Bagaimana nasibku setelah ini? Apa aku bisa menjadi istri yg baik, apa bisa aku menyerahkan diriku seutuhnya untuk dia? Dan masih banyak lagi pertanyaan2 yg tak bisa ku jawab sendiri.
Tepat pukul 4 sore semua acara dan pestaku ini selesai. Semua tamu dan juga saudara satu persatu telah meninggalkan kediamanku, begitu juga dengan orang tua Alex. Mereka buru2 kembali ke Singapura sore ini juga karena ada pekerjaan yg sangat mendesak.
Aku yg terlalu lelah dan mengantuk pun segera menuju kamarku, bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
Aku benar2 lupa bahwa aku telah menikah.
Tanpa ku sadari ternyata ada yg mengawasiku sedari tadi.
Oh..Tidak, aku lupa bahwa sekarang Alex juga tinggal dikamarku. Jadi, dia sudah melihat semuanya??
__ADS_1
Aku yg terlanjur malu segera berlari ke kamar mandi. Meski kita sudah sah sebagai suami istri, tapi jujur aku belum siap memberikan haknya malam ini. Aku takut.
Tokk tokk tokk..
"Sayang apa kau sudah selesai?".
Suara Alex mengejutkanku, Karena terlalu banyak berpikir tanpa sadar aku sudah berendam hampir satu jam dan melupakan Alex yg juga harus membersihkan dirinya.
Ceklek..
Ku buka pintu didepanku ini dengan perlahan.
"Ah..Maaf kak, aku kelamaan ya." Ucapku gugup.
"Hmm.. Ya sedikit. Baiklah aku mandi dulu ya, kamu istirahat saja dulu aku tau kamu lelah." Ujarnya sambil mengelus puncak kepalaku lalu masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Hah.. Syukurlah, itu artinya dia tidak akan meminta haknya malam ini. Terima kasih Tuhan.
Begitu Alex masuk, aku pun segera mengganti pakaianku dan bergegas untuk tidur. Lebih baik aku tertidur daripada nanti merasa canggung bila harus berhadapan dengannya di tempat tidur yg sama.