
Sesuai janjinya, tepat jam 7 malam Crist sudah berdiri di depan rumah Keyra untuk menjemput gadis itu. Pria itu terlihat sangat tampan dan maskulin, berbalut celana hitam panjang dipadukan dengan kemeja navynya, juga jam tangan yg sangat mewah.
15 menit kemudian yg ditunggu2 pun tiba. Malam ini ia nampak sangat manis dan anggun, tubuh mungil nan ramping yg dibalut gaun putih kecoklatan, rambut terurai panjang dan make up yg natural. Sangat2lah cantik. Hingga membuat Crist menatap dirinya lama tanpa berkedip.
"Ehem.." Dehem Keyra berusaha menyadarkan Crist.
"Ah.. Kau sudah siap?".
"Tentu, ayo berangkat."
Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka berdua pun sampai ditempat tujuan. Keyra dibuat melongo begitu ia turun dari mobilnya. Pemandangan malam yg sangat cantik dengan lampu berkelip, ditambah alunan musik yg beralun merdu menambah kesan romantis ditempat itu.
Sedetik kemudian senyuman yg beberapa hari ini hilang mulai kembali terlihat diwajah cantiknya. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki tempat itu, dan diikuti Crist dibelakangnya.
"Apa kau yg menyiapkan ini?". Tanya Keyra penasaran.
__ADS_1
"Tentu, apa kau suka?".
"Sangat suka, terima kasih Crist."
Melihat gadis cantik didepannya tersenyum membuat jantung Crist berdetak lebih cepat. Ia merasa bahagia hanya dengan melihat senyum itu. Perasaan yg tidak pernah ia rasakan pada wanita mana pun yg pernah tinggal disisinya. Hanya Keyra seorang, hanya dia yg bisa.
Setelah asik bermain dan menikmati banyak wahana. Crist bergegas mengajak Keyra untuk makan malam, ia sudah menyiapkan tempat yg lebih indah dan romantis. Dengan begitu ia berharap Keyra bisa menerima perasaannya, atau mungkin bahkan membalasnya.
Tanpa disadari ternyata ada sepasang mata yg mengintai Keyra dan Crist sedari tadi. Ia menatap mereka dengan tangan yg mengepal kuat, gigi gemertakan dan rahang yg mengeras. Pemandangan yg ada jauh didepannya itu sungguh telah membuat darahnya mendidih. Ia marah, tak rela melihat gadisnya dekat dengan pria lain, apalagi dengan suasana yg begitu romantis.
"Key, aku tau kita baru saja bertemu setelah 15 tahun. Tapi mulai dari saat itu, hingga kita sedewasa ini, perasaanku padamu masih tidak berubah. Hatiku selalu berdebar setiap dekat denganmu, senyuman dan tawamu itu selalu menjadi kebahagiaanku. Aku merasa jatuh cinta lagi padamu Key, aku harap kau bisa menerimaku, jadilah kekasihku."
Mendengar pernyataan itu tentu semakin membuat amarah Kenzo memuncak, ia sudah tak bisa menahannya lagi dan memilih pergi sebelum mendengar jawaban dari Keyra. Entah gadis itu akan menerima atau menolak, yg jelas saat ini ia hanya ingin pergi dan kembali memcari pelampiasan yg bisa sedikit meredakan emosinya.
"Ehmm.. Aku menghargai perasaanmu itu Crist, aku juga sangat2 menghargai bantuanmu, tapi..."
__ADS_1
"Baiklah, tidak perlu dijawab sekarang. Tolong pikirkan sekali lagi, aku akan menunggumu."
"Terimakasih, sekarang sudah hampir larut malam. Sebaiknya kita segera kembali."
****
Flashback on
Kenzo memang selalu memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi Keyra dan Crist, mengikuti kemana pun mereka berdua dan selalu melaporkannya pada Kenzo.
Seperti malam itu, Roy melaporkan pada Kenzo bahwa Keyra dan Crist sedang berada di sebuah taman hiburan yg cukup terkenal, taman yg disulap sedemikian rupa hingga menjadi tempat yg sangat romantis bagi semua pasangan.
Mendengar kabar itu tanpa babibu lagi Kenzo langsung berbegas kesana untuk memastikan. Dan ya memang benar, dilihatnya sang gadis pujaan tengah makan malam bersama pria asing dengan romantis.
Ia marah, sangat marah, namun hanya bisa mengawasi mereka dari balik pepohonan. Hingga saat ia mendengar pernyataan cinta dari pria itu untuk gadisnya. Ia sudah tidak mampu menahan amarahnya lagi, dan memilih meninggalkan mereka berdua untuk mencari pelampiasannya.
__ADS_1
Flashback off