
Author pov
Setelah melewati malam pernikahan tanpa melakukan apapun, Alex mengajak Keyra untuk pindah dan tinggal di rumah barunya susuai rencana mereka sebelumnya.
Sebenarnya Keyra lebih suka tinggal dengan kedua orang tuanya, namun apa daya, dia seorang istri. Wajib baginya untuk menuruti segala perintah dan keinginan sang suami.
Dengan berat hati pagi itu Keyra berpamitan dengan orang tua dan neneknya untuk ikut bersama Alex. Perpisahan yg mengharukan itu mampu membuat Keyra menangis terisak, seolah olah enggan untuk berpisah dan jauh dari keluarganya.
Tepat pukul 2 siang Alex dan Keyra sampai di tempat tujuan. Terlihat sebuah bangunan yg mewah dan asri, dengan banyak pohon rindang serta bunga mawar memenuhi halaman depan rumah itu.
Keyra nampak terkesima saat ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di depan rumah. Di sentuh dan diciumnya bunga2 mawar yg tengah mekar dengan indahnya itu. Bahkan ia tersenyum bahagia seakan lupa dengan perpisahannya yg mengharukan tadi pagi.
"Ayo masuk ku tunjukkan kamarmu." Ajak Alex sambil menarik tangan Keyra masuk.
"Apa kakak sudah menyiapkan ini sejak lama?". Tanya Keyra.
"Tentu saja." Jawab Alex.
__ADS_1
"Rumah sebesar ini hanya kita berdua?".
"Iya"
"Nah, ini kamarmu. Kamarku sebelah sana." Ucap Alex yg sontak membuat Keyra bingung.
"Maksudnya kita pisah kamar?". Tanya Keyra heran sambil mencerna kalimat Alex barusan.
"Sudah jangan banyak tanya, aku lelah mau istirahat." Ujar Alex lalu melenggang pergi meninggalkan Keyra menuju ke kamarnya.
Keyra dibuat bingung sekaligus terkejut dengan keputusan Alex. Bagaimana bisa pria yg selalu lembut padanya kini bersikap dingin. Bahkan menolak untuk satu kamar meski mereka telah menikah.
****
Malam ini Keyra memutuskan untuk memasak sendiri untuknya juga Alex. Ia ingin mengerjakan tugas pertamanya menjadi seorang istri. Bagaimanapun juga segala kewajibannya tetap harus dilakukan meski tanpa ada cinta untuk suaminya.
Setelah satu jam bergelut dengan barang dan bahan di dapur, akhirnya ia menyelesaikan masakannya, menata dengan rapi di meja makan dan bergegas memanggil Alex yg sedari tadi belum juga keluar kamar.
__ADS_1
Belum sempat Keyra mengetok pintu, pintu itu terbuka, menunjukkan sosok Alex yg sudah rapi dengan kemeja dan kunci mobil ditangannya.
"Kakak mau pergi?". Tanya Keyra penasaran.
"Iya, ada perlu sebentar di luar." Jawabnya dengan dingin.
"Nggak makan dulu? aku uda siapin makan malam buat kakak."
Keyra berusaha menahan Alex dan memintanya untuk makan bersama, namun Alex sama sekali tak menghiraukan, ia bergegas pergi tanpa bicara dan menjelaskan apapun pada Keyra.
Kenapa dia seperti itu? Apa dia sedang ada masalah?. Pikir Keyra.
Akhirnya dengan terpaksa Keyra pun makan malam sendirian di rumah, nafsu makannya terasa hilang begitu saja, ia kesepian, dulu momen makan malam adalah yg paling ia sukai karena bisa berkumpul dan bercanda tawa bersama mama papanya. Namun kini berbeda, ia harus terbiasa dengan kondisi seperti ini.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun Alex tak kunjung pulang. Keyra yg sedari tadi menunggu dibuat cemas, beberapa kali ia mencoba menghubungi Alex namun tak ada jawaban.
Dengan perasaan cemas dan gelisah, ia tetap setia menuggu sang suami di depan pintu. Berjalan kesana kemari sambil melafadzkan doa untuk Alex. Ia berharap suaminya itu segera pulang, dan tidak terjadi apapun padanya.
__ADS_1
Setelah menunggu hingga tengah malam Keyra mengantuk dan tertidur disofa ruang tamu, dan sepertinya malam ini Alex benar2 tidak akan kembali ke rumah mereka. Entahlah, hanya Alex dan Tuhan yg tahu kemana dia malam ini