Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Apa salahku


__ADS_3

Hati Keyra sedikit tersentuh dengan apa yg dilakukan Kenzo. Semalaman ini pria itulah yg menemani dan merawat dirinya. Keyra merasa pria itu seperti roller coaster, sikapnya sering berubah ubah. Kadang menyebalkan, suka memaksa, namun ada juga saat dimana ia akan menjadi lemah lembut seperti sekarang ini.


Jika ia tak terbangun di tengah malam, mungkin ia tak akan mendapati kenyataan itu. Dilihatnya Kenzo yg tengah tertidur dengan posisi duduk disamping ranjangnya, dan satu tangannya yg menggenggam erat jemari mungil Keyra.


"Haruskah aku memberimu kesempatan? Tapi hatiku terlanjur sakit mengingat semua yg telah kau lakukan padaku. Aku pun berharap semoga perbuatanmu kemarin tidak akan menghadirkan seorang anak diperutku, atau aku akan benar2 terjerat dalam penjara cintamu." Gumam Keyra pelan. Ia tak tahu bahwa sebenarnya Kenzo tidak tidur, ia hanya lelah dan sedikit menyandarkan kepalanya.


"Aku tau semua yg kulakukan tidak benar, tapi selain kesalahan itu apa aku pernah melakukan kesalahan yg lain hingga membuatmu sebenci itu padaku? harusnya aku lah yg marah, aku hampir gila kau menikah dengan orang lain, sementara kau sudah menciptakan kenangan yg paling tidak bisa ku lupakan. Harusnya disini aku yg membenci dirimu, aku yg terluka."


Keyra sedikit termenung mendengar penuturan Kenzo. Kenzo ada benarnya, sebenarnya kesalahan apa yg telah pria itu lakukan hingga ia sangat membencinya. Bukankah Kenzo hanya mencintai dirinya saja dan ingin memilikinya, lalu selain memperkosanya, apa lagi kesalahan pria itu.


"Apa aku salah tidak bisa melupakanmu? apa aku tidak boleh memiliki cinta yg sedalam ini untukmu? Katakan!".


"Aku selalu merasa jatuh cinta tiap kali menatapmu, hati dan pikiranku terlanjur dipenuhi oleh dirimu, wajahmu, senyummu, tawamu, semuanya Keyra. Aku mohon beri aku kesempatan."


Ucap Kenzo yg tanpa sadar meneteskan air matanya, rasa sayang yg ia miliki begitu besar. Pria kuat dan tegas sepertinya pun akan lemah dihadapan cintanya.


"Keyra, aku tak sanggup kehilanganmu lagi."


****


Setelah malam itu Kenzo mengantar Keyra kembali kerumah orang tuanya.

__ADS_1


Kali ini ia tidak akan memaksa lagi, ia memberi kebebasan untuk Keyra memilih. Meskipun dirinya sendiri harus hancur berkali kali.


Suasana dan kondisi pun sudah kembali seperti sedia kala. Kenzo kembali menyibukkan diri dengan banyak pekerjaan dikantor, hanya itu lah yg bisa ia lakukan untuk bisa sedikit melupakan rasa kecewanya.


****


Dikantor Kenzo,



"Permisi mbak, kakak ada di kantor?".


"Ah nona, iya presdir ada diruangannya."


Ya semua pegawai dikantor Kenzo sudah tau bahwa bosnya itu memiliki seorang adik perempuan cantik. Namun hanya beberapa saja yg mengenali wajahnya karena Ara sangat jarang terlihat dikantor.


Setelah naik beberapa lantai, Ara pun sampai ditujuan, dan langsung masuk ke ruangan Kenzo tanpa mengetuk pintu.


"Hai kakak..."


"Ups..."

__ADS_1


Begitu masuk Ara dikejukan dengan kejadian tidak masuk akal. Terlihat dua orang pria yg sedang berdiri berhadapan dan wajah mereka sangat dekat. Dimana pemandangan itu sekilas seperti adegan kissing di kebanyakan drama.


"Ah maaf aku mengganggu kalian."


Sama terkejutnya, kedua pria itu pun langsung menjauh satu sama lain.


"Ngapain kamu kesini?". Tanya Kenzo ketus.


"Ketus banget, kakak marah ya aku gangguin adegan penting kalian?". Jawab Ara dengan polosnya.


"Eitss.. Kamu salah paham, aku cuma bantu kakakmu, matanya kena debu." Sahut Aaron.


"Nih, mama nitip ini suruh kasih kakak. Katanya aku baru boleh pulang kalau kue nya udah abis."


"Kakak sibuk, tapi pasti nanti dimakan. Lebih baik kamu pulang dulu."


"Sibuk sama cowok tengil ini ya?".


"Haishh.. Nggak sayang, aku nggak ngapa ngapain sama kakakmu. Sumpah deh."


"Nggak usah sayang2!!".

__ADS_1


"Sudah sudah, lebih baik kalian berdua pergi. Aku sibuk."


Karena kesal Kenzo pun mengusir Aaron dan Ara dari ruangannya. Dua orang ini memang tidak pernah akur saat bertemu, bagi Ara Aaron adalah cowok tengil yg suka godain cewek. Sedangkan Aaron, dia sangat menyukai Ara, dan tak pernah berhenti mngejarnya.


__ADS_2