
Untuk pertama kalinya aku tak perlu mencoba untuk bahagia. Karena saat bersamamu, hal itu terjadi begitu saja.
Satu minggu kemudian,
Kenzo dan Keyra menggelar pesta pernikahan dengan begitu mewah, dimana hari itu adalah hari yg paling dinantikan oleh seorang Kenzo Aditya.
Semua tangis dan air mata, susah dan sakitnya, segala harapan dan perjuangan, pada akhirnya berbuah manis.
Tuhan benar benar menyatukan dirinya dengan cinta pertamanya.
Tak hanya Kenzo, kedua keluarga besar itu pun nampak sangat bahagia. Air mata haru pun tak hentinya jatuh dari beberapa pasang mata.
"Selamat ya sayang, akhirnya kalian menikah. Kami harap kalian selalu bahagia, saling menyayangi dan menjaga hingga maut memisahkan."
"Iya nak, mulai hari ini kami resmi menyerahkan Kerya padamu. Cintai dan jaga dia melebihi kami. Apapun yg terjadi, jangan biarkan keegoisan sendiri merusak hubungan kalian, harus bisa saling mengerti dan memahami."
"Tentu ma, pa. Maafkan perbuatan Ken selama ini, Ken memiliki banyak kesalahan dan dosa pada kalian. Sekali lagi Ken minta maaf."
"Iya nak, kami sudah memaafkanmu. Karena sudah larut kami pulang dulu ya. Kami titip Keyra."
"Dan kamu Key, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, lakukan tugasmu dengan baik ya."
"Iyaa ma pa, Keyra akan berusaha. Kalian juga jaga diri baik baika ya, kalau ada apa apa cepat kabari Key."
Setelah melalui upacara pernikahan yg begitu melelahkan, malam itu juga Kenzo memboyong Keyra ke rumahnya. Sebenarnya keluarga besar Kenzo sangat ingin mereka berdua bisa tinggal di rumah utama, namun dengan lembut Ken menolak, dengan dalih ingin memulai hidup baru dan belajar mandiri bersama istrinya.
Begitu sampai dirumah, Keyra langsung masuk ke kamarnya yg dulu pernah ia tinggali, semuanya masih terlihat sama seperti terakhir kali ia pergi. Suasananya, aromanya, tata letaknya, tak ada sedikitpun yg berubah.
"Sayang." Teriak Kenzo yg tidak menemukan keberadaan Keyra.
"Rupanya kau disini, kamarmu bukan lagi disini. Ayo ikut aku."
Dengan terpaksa Keyra pun menurut dan mengikuti langkah kaki Ken.
__ADS_1
"Ini kamar kita, apa kau suka?".
"Bisakah aku tidur sendiri?".
"Tidak bisa".
"Baiklah, sekarang aku mau mandi dan ganti baju. Kau keluarlah dulu."
"Nggak perlu mandi, nanti juga keringetan."
"Apa kau lupa aku sedang hamil? Apa kau ingin menyakiti bayimu yg masih sangat kecil ini?".
"Jadi, aku tidak bisa melakukan itu?".
"Tiiidakk."
"Sampai kapan?".
"Apaa?? Jangan bercanda, mana bisa aku puasa selama itu, berada dekatmu saja sudah membuatku bergairah."
"Dasar mesum, menjauh dariku!!".
"Baiklah baiklah, demi kau dan bayi tersayangku ini, aku rela berpuasa. Sudah kita langsung tidur saja."
*****
Karena terlalu lelah mengikuti upacara pernikahan yg begitu mewah, Kenzo dan Keyra telat bangun. Mereka berdua tertidur sangat lelap, hingga jam menunjukkan pukul 11. Keduanya terlihat nyaman, dan semakin mempererat pelukan mereka.
Namun tiba tiba saja suara berisik dari lantai bawah terdengar hingga telinga Ken, membuat ia mau tak mau membuka matanya, dan memeriksa apa gerangan yg terjadi.
"Kalian..." Ucap Ken terkejut.
"Hai kak.."
__ADS_1
"Pagi sayang, eh salah.. Siang anak mama yg ganteng."
"Kamu baru bangun Ken?".
"Sejak kapan kalian disini? mengangguku saja."
Yang datang berkunjung adalah orang tua Kenzo, juga Ara adiknya. Mereka sengaja datang karena sudah tidak tahan dan penasaran dengan kehidupan baru Ken. Mungkinkah akan damai, atau bertengkar seperti sebelum sebelumnya. Itu sungguh membuat Rama, Vania dan Ara penasaran.
"Main berapa ronde kak?". Ejek Ara sambil menahan tawanya.
"Diam kamu bocil". Ucap Kenzo.
"Ma, pa, kakak jahat noh masa Ara udah gede gini dikatain bocil".
"Emang iya."
"Sudah sudah, mana istrimu? Apa belum bangun?".
"Iya ma, dia kelelahan, apalagi sekarang dia hamil. Ken nggak tega bangunin."
"Hamil?? Keyra hamil??". Ucap orang tua Ken dan Ara bersamaan.
"Hmm ya, dia hamil."
"Ahh senangnya, sebentar lagi mama punya cucu, hebat banget kamu bisa langsung jadi."
"Ya dong, anak papa pasti hebat masalah gituan."
"Cih,, gitu aja bangga."
"Syukurlah kalau kalian baik baik saja. Kami pulang dulu ya, jaga Keyra dengan baik, nggak boleh marahin dia, apalagi sampai kasar. Atau mama sendiri yg bakal hukum kamu." Ancam Vania sambil menunjukkan senyum smirknya.
"Hmm.. Yaa mama jangan khawatir"
"Bye kakakku sayang, salam buat kakak ipar ya."
Kenzo dibuat geleng geleng kepala melihat tingkah orang tua dan adiknya. Namun dibalik itu dia merasa sangat bersyukur bisa hadir di tengah tengah mereka. Keluarga yg sangat menyayangi dan mencintainya. Seorang pria yg memiliki banyak sekali kekurangan dan dosa.
__ADS_1