
"Sayang aku pulang".
"Lepaskan aku Ken".
"Sebentar saja, aku lelah, biarkan aku memelukmu seperti ini."
Hah.. Betapa nyamannya ini. Dulu aku selalu memimpikan untuk bisa memelukmu saat lelah, menatapmu saat resah. Semuanya terasa baik2 saja asal kamu disisiku Keyra.
"Sudah Ken lepas, lebih baik kau pergi mandi, baumu sangat busuk."
"Tapi kau suka kan?".
"Sudah sana!!".
Dengan sedikit dorongan dari Keyra aku pun mengalah dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku. Melihatnya cemberut dan marah sungguh menyenangkan, dia terlihat sangat imut, sangat menggemaskan.
Setelah menyelesaikan ritual mandiku, aku bergegas kembali menghampiri Keyra di kamarnya, berniat mengajaknya turun dan makan malam bersama.
"Ken, kapan kau akan melepaskanku? Aku rindu orang tuaku." Ucapnya begitu melihatku datang.
"Maaf sayang aku tidak bisa, aku takut kamu akan lari lagi dariku." Jawabku.
"Baiklah, tapi bisakah kau memberiku ponsel? aku ingin menghubungi mereka."
"Tak masalah, aku akan memberimu ponsel tapi dengan satu syarat."
__ADS_1
Lagi2 aku ketagihan menggodanya, dia sangat manis, ah rasanya aku sudah tak tahan lagi ingin menyentuhnya.
"Apa syaratmu?" Tanyanya penasaran
"Cium aku."
"No!! Kamu pasti sedang mengerjaiku."
"Yasudah, jangan harap kamu bisa menghubungi orang tuamu." Ancamku.
"Cup".
Tanpa aba2 Keyra langsung mengecup pipiku, tak kusangka dia akan melakukannya, padahal aku hanya bercanda dan ingin menggodanya.
Merasa ada kesempatan, segera ku tarik tubuh Keyra semakin merapat padaku, satu tanganku memeluk pinggangnya erat, dan satunya lagi menarik tengkuknya. Bisa ku rasakan manis dan wangi strawbery dari bibir mungil Keyra yg kini sudah bersatu dengan milikku.
"Umm..umm.. Lepas Ken!!" Ujarnya.
Mendengar hal itu aku tak peduli, kali ini aku benar2 menginginkannya. Aku mencoba melanjutkan ciumanku, mencari kesempatan untuk dapat lebih memperdalamnya dengan sedikit menggigit bibir bawah Keyra.
Tentu saja Keyra tak tinggal diam, dia semakin keras memukul dadaku dan mencoba melepaskan diri, namun jangan kira bahwa aku akan kalah dengan gadis mungil sepertinya. Dengan cekatan aku memojokkan Keyra tepat didinding, lalu ku pegang kedua tangannya dengan kuat diatas kepalanya dan kembali menciumnya.
"Kali ini kau tak akan bisa kabur sayang". Bisikku tepat ditelinganya.
Namun tiba2.. Duak..
__ADS_1
Ku rasakan sedikit ngilu di area terlarangku, gadis ini benar2 luar biasa.
"Sudah ku bilangkan lepas!! Jadi jangan salahkan aku jika menendang adik kesayanganmu itu." Ejek Keyra yg nampak senang melihatku kesakitan.
"Kau keterlaluan sayang, ini masa depan kita. Jika kamu melukainya aku takut tidak bisa memberimu bayi yg lucu nanti." Jawabku.
"Cih.. Aku sama sekali tak berminat akan memiliki anak denganmu, jadi berhentilah bermimpi tuan Kenzo!!".
"Hanya aku sayang yg boleh jadi ayah dari anakmu nanti, jika ada pria lain yg berani maka ia harus berhadapan denganku.".Ancamku lagi.
"Sudah cukup!! aku lapar."
Sungguh sangat menyenangkan jika disetiap hariku bisa bertengkar dan beradu mulut dengan gadis cantik didepanku ini, dia benar2 membuat hariku berwarna.
"Berhenti menatapku Ken, aku ingin makan dengan tenang."
"Kenapa? terserah mataku dong mau menatap apapun".
"Dasar kekanakan". Gumamnya pelan.
"Baiklah2 makan yg banyak ya". Kataku sambil menepuk pelan puncak kepalanya.
Aku sangat menikmati momen2 kebersamaan ini, setiap menit, detik yg kulewati dengan Keyra adalah hal terindah dalam hidupku.
__ADS_1
Bagiku ia adalah wanita ketiga yg sangat aku cintai setelah mama dan adikku. Wanita yg ingin kuhabiskan sisa waktuku bersamanya, melindunginya, menjaganya dengan segenap hatiku.
Terima kasih Tuhan, kau telah mengembalikannya untukku.