
"Maaf aku tidak bisa mengantarmu ke rumah orang tuamu, dikantor sedang ada pekerjaan yg sangat mendesak. Tapi aku sudah menyuruh orangku untuk mengantarmu nanti." Ucap Ken.
"Tak masalah, lebih baik seperti itu." Jawab Kerya dengan senyum smirknya.
Akhirnya hari ini ia akan mengunjungi orang tuanya, sehari saja bisa lepas dari pengawasan Kenzo membuat hatinya sedikit lega. Setidaknya dia tidak akan mendengar ocehan apalagi melihat tingkah posesif Kenzo, dan berencana untuk membuat alasan agar bisa menginap dirumah orang tuanya nanti.
"Oh ya.. Tapi ingat! kau harus sudah ada dirumah saat aku pulang dari kantor, atau aku sendiri yg akan menjemputmu." Ujar Ken kemudian, ia sangat tau bahwa saat ini Keyra sedang tersenyum penuh kemenangan, ia yakin gadis itu pasti akan merencanakan sesuatu.
"Kenapa kau tega sekali, aku sangat merindukan mereka, masih ingin berlama2 bersama mereka." Ujar Keyra tak terima.
"Jangan membantahku, dan menurutlah. Kamu tau sendiri kan bagaimana marahnya aku, hmm??".
__ADS_1
"Terserah, lama2 kau membuatku semakin muak saja Ken. Kau pikir kau siapa bisa seenaknya memerintah bahkan melarangku ini itu? Ya aku tau aku berhutang uang padamu karena telah membeliku dari ******** itu, tapi ku pastikan aku akan segera membayarnya, dan setelah itu kau harus melepaskan aku." Cicit Keyra yg sudah sangat kesal.
Selama hampir dua minggu ini ia merasa tersiksa dengan tingkah posesif Ken, ia merasa seperti burung dalam sangkar emas, semua kebutuhannya terpenuhi, namun Ken sama sekali tak mengijinkannya keluar rumah. Ia jenuh, ia juga ingin seperti gadis muda lainnya yg tengah asik menikmati masa indah mereka.
"Baiklah jika kau masih saja menanyakan statusku, aku akan segera mengatur pertunangan kita, dan satu bulan kemudian kita menikah." Ucap Ken tak ingin dibantah.
"Mengapa kau selalu saja melakukan apapun yg kau mau tanpa bertanya padaku? Pernikahan itu hal yg sakral, aku hanya ingin menikah dengan orang yg ku cintai dan mencintaiku. Bukan atas dasar paksaan seperti ini."
"Sudahlah, jangan katakan apapun lagi. Pernikahan kita akan tetap dilangsungkan, jangan pernah berpikir bisa meninggalkanku lagi kali ini."
Tanpa menunggu jawaban gadis itu Kenzo bergegas pergi ke kantornya, jika ia tetap melanjutkan perdebatan mereka mungkin saja tidak akan berakhir baik nanti. Sebisa mungkin ia harus menekan emosi dan amarahnya pada Keyra. Ia harus bersabar, mungkin gadis itu hanya perlu sedikit waktu lagi untuk bisa sepenuhnya menerima dirinya.
__ADS_1
****
"Oh Tuhan kenapa jadi seperti ini, apa aku harus menikah sekali lagi. Tapi aku takut." Gumam Keyra.
Saat ini ia bingung harus bagaimana, pernikahan bukanlah permainan. Melainkan komitmen diantara dua orang yg harus dijaga selama sisa hidup mereka.
Memang tak bisa dipungkiri bahwa Kenzo adalah pria yg sangat mencintainya, namun sifat dan sikap posesifnya itu terlalu berlebihan. Bahkan hampir terasa seperti dipenjara.
Karena yg Keyra inginkan adalah bisa hidup dengan sewajarnya, bisa bermain, bekerja, berteman, dan setelah siap ia juga akan menikah nanti.
Namun Kenzo tidak bisa memberinya hal itu, meskipun didalam hatinya ada cinta yg besar untuk Keyra, namun rasa takut akan kehilangan Keyra justru lebih besar. Dan hal itulah yg akhirnya menjadikan Kenzo menjadi over posesif, dan mengurung gadis itu dalam sangkar emasnya.
__ADS_1