
Setelah sampai dirumah sakit Kenzo langsung berlari dari satu koridor ke koridor yg lain mencari ruangan Keyra.
"Bibi.. Mana Keyra?".
Belum sempat menjawab Kenzo sudah dipanggil terlebih dulu oleh seorang perawat yg baru keluar dari satu ruangan.
"Suami nyonya Keyra?".
"Iya saya, bagaimana keadaannya?".
"Mari tuan ikut saya."
Perawat itu membawa Kenzo masuk ke ruangan persalinan yg mana didalamnya sudah ada dua dokter dan Keyra yg tengah meringis kesakitan.
"Sayang, kau tidak apa2?."
"Ken, sakit." Rengek Keyra menggenggam erat tangan Kenzo.
"Sabar sayang, aku yakin kamu bisa. Kalau sakit kamu bisa pukul aku, jambak aku, lampiasin ke aku."
"Sepertinya ini sudah waktunya, nona Keyra silahkan ikuti instruksi saya ya. Mari kita mulai." Sahut salah seorang dokter.
Persis seperti yg Kenzo katakan, Keyra benar benar melampiaskan rasa sakitnya padanya. Beberapa cakaran melekat sempurna ditangan Ken, bahkan rambutnya pun turut menjadi korban pelampiasan Keyra.
"Ayo nona sedikit lagi, kepalanya sudah terlihat." Tutur sang dokter.
"Huh..Huh.. Arghh.. Arghh.. Huh.. Huh.. Arghhhhhhh...."
"Oek... Oek.. Oek..."
"Selamat tuan bayi kalian laki laki, sangat sehat dan tampan."
Mendengar tangisan bayi membuat Kenzo lemas seketika, tapi juga lega. Perjuangan panjang sang istri sudah berhasil, bayinya lahir dengan sehat, istrinya pun selamat. Sungguh kenikmatan tiada terkira bagi Ken.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu anda keluar dulu ya, kami mau membersihkan nona Keyra dan bayinya. Setelah dibersihkan kami akan memindahkan mereka ke ruang rawat."
"Iya dok, terima kasih."
"Sayang, aku keluar dulu ya. Mau ngabarin mama papa sekalian."
Keyra hanya mengangguk lemas, tenaganya sudah terkuras habis, perjuangan antara hidup dan matinya telah terlewati dengan lancar. Kini ia sudah menjadi seorang wanita yg sempurna, memiliki seorang suami yg sangat mencintainya, juga seorang putra kecil yg begitu tampan.
****
Begitu keluar dari ruang persalinan Kenzo langsung menghubungi orang tua juga mertuanya. Dan tentu saja mereka begitu bahagia mendengar berita ini, mereka langsung bergegas ke rumah sakit saat itu juga.
"Suami nyonya Keyra?".
"Ya sus?".
"Anda sudah bisa menjenguk istri anda, beliau sudah dipindahkan."
****
"Key, terima kasih. Terima kasih sudah menjadi istriku, terima kasih sudah bersedia mengandung dan melahirkan anakku. Terima kasih Key, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintamu."
"Lihatlah, putra kita sangat tampan."
"Iya, mirip sekali denganmu."
"Bolehkah aku yg memberinya nama?".
__ADS_1
"Tentu saja."
"Baiklah, aku ingin memberinya nama Gavin Neilson Aditya, seorang pria yg pemberani dan tenang, juga tampan."
"Nama yg bagus Ken."
****
Jodoh, rejeki, hidup dan mati hanya Tuhan yg bisa menentukan. Sebagai manusia kita hanya harus selalu berusaha, terus berusaha dan berdoa kepadanya.
Percayalah, bahwa akan ada pelangi yg indah setelah badai datang. Akan ada sakit sebelum bahagia, akan ada tangis sebelum tawa. Semuanya akan indah saat tiba waktunya.
Karena terkadang kamu harus merasakan kesulitan terlebih dahulu, sebelum kebahagiaan yg sempurna datang kepadamu.
"Aku sangat bersyukur bisa menjadi cinta pertama dan terakhirmu. Terima kasih atas kesabaranmu selama ini, terima kasih sudah mendidikku menjadi seorang istri yg tidak hanya diharapkan oleh suami, namun juga diridhoi oleh Tuhan."
*Keyra Raharsya*
Tamat
Terima kasih buat kalian yg sudah menyempatkan diri untuk membaca karya Author yg masih amatiran ini.
Makasih juga buat like, komen, & votenya.
Author minta maaf kalau dari kalian ada yg kurang suka sama jalan ceritanya.
Buat yg suka karyaku, mampir di ceritaku yg lain.
Author tunggu ya,
Terima kasih 💜💜💜🤗🤗
__ADS_1