
Ketika Keyra dan Mira akan bergegas untuk tidur tiba2 ada yg memencet bel rumahnya, bahkan berulang kali hingga membuat si punya rumah jengah dengan itu.
"Biar aku saja Mir." Tawar Keyra lalu kembali ke depan untuk membuka pintu.
"Kamu!!". Ucap Keyra terkejut begitu melihat siapa yg datang.
"Apa aku harus mengikatmu agar tak lari lagi?". Tanya pria itu dengan raut kesalnya.
"Maaf, tapi aku sudah pernah mengatakannya padamu, aku ingin bebas Ken. Biarkan aku pergi menjalani hidupku, membalaskan dendamku, berbuat apapun yg ku mau." Tutur Keyra.
"Aku bisa memberikan apapun padamu, uang, harta, bahkan nyawa. Tapi untuk kebebasan, maaf Key, itu tidak akan pernah terjadi lagi. Cukup sekali aku melepasmu dan menyerah padamu." Ucap Kenzo lalu menarik Keyra mendekat padanya.
Seketika itu pula Kenzo menyambar bibir Keyra dan mengecupnya dengan lembut. Menyesapnya berulang kali tanpa mendapat balasan dari Keyra yg hanya diam mematung di tempat.
Cukup lama adegan itu terjadi, hingga tiba2 Keyra tersadar dan mendorong Kenzo menjauh darinya.
__ADS_1
"Jangan pernah lari lagi ya, tinggallah disisiku. Aku akan selalu mencintaimu dan membuatmu bahagia." Ucap Kenzo dengan sentuhan lembutnya dipipi Keyra.
Dengan wajah sayu dan perlakuan lembut dari Kenzo, Keyra pun luluh. Tanpa sadar ia mengikuti kemauan Kenzo untuk ikut pulang bersamanya.
"Kamu yakin akan ikut bersamanya Key? Apa dia memaksamu?". Tanya Mira khawatir dengan keputusan Keyra.
"Iya, maaf ya sudah mengganggumu malam2."
"Jangan sungkan, pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu."
Malam itu juga Kenzo kembali membawa Keyra pulang ke rumah pribadinya. Kali ini ia tak lagi mengurung Keyra dikamarnya, ia memberi sedikit kebebasan pada Keyra dengan berkeliaran didalam rumah, namun tetap tak mengijinkannya untuk pergi keluar.
****
Berbeda dari hari sebelumnya, Keyra kini terlihat lebih semangat dengan seulas senyum mengembang dipipinya. Ia kembali bisa merasakan udara segar diluar, menikmati hangatnya mentari nan semilir angin yg lembut menerpa wajah ayunya.
Saat ini ia tengah memikirkan banyak hal, ia masih berencana untuk kabur dari Kenzo, mencari Alex untuk membalaskan rasa sakit hatinya dan segera melakukan perceraian. Lalu setelah itu mungkin ia akan melanjutkan pendidikan S2nya sebelum akhirnya nanti membantu orang tuanya untuk mengurus perusahaan.
__ADS_1
Sebenarnya Keyra merasa berat untuk berpisah lagi dengan Kenzo, namun untuk kembali membuka hal baru, ia juga masih belum siap. Dirinya merasa ada trauma tersendiri dengan pernikahan. Dan akan lebih baik jika ia pergi sementara waktu, menyembuhkan luka hatinya dan melanjutkan kembali pendidikan S2nya.
Ketika Keyra masih sibuk dengan dunianya sendiri, tiba2 ada lengan kokoh yg sudah bertengger diperutnya, memeluknya erat sambil mencium lembut puncak kepalanya.
"Sudah waktunya sarapan, kita sarapan dulu ya." Ucap Kenzo dengan lembut.
Tanpa menjawab, Keyra langsung melepas pelukan Kenzo dan masuk kedalam rumah lalu duduk di meja makan, diikuti Kenzo dibelakangnya.
Melihat sikap Keyra yg acuh, Kenzo tak ambil pusing, selama gadis itu menurut dan tidak kabur2an lagi, maka ia juga tidak perlu menanggapi. Ia akan tetap bersikap lembut seperti biasanya, dan berusaha meluluhkan hati Keyra kembali.
"Aku kerja dulu ya sayang, kamu baik2 dirumah. Dan ya.. sebentar lagi dendammu akan terbalaskan, akan ku bawa dia kehadapanmu."
"Terserahmu saja."
"Baiklah, aku pergi."
__ADS_1