Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Keputusan apa


__ADS_3

Menunggumu bukanlah hal yg asing lagi, seperti sudah menyatu dalam rutinitas keseharianku. Apa kamu senang dalam salah satu rutinitasku ada kamu dibaliknya?? Tapi aku tidak.


Karena apa? Ini menjenuhkan. Berbuat sesuatu agar bisa melupakan kabar darimu. Menyibukkan diri kelihatannya, namun siapa yg tau didalam hati dan benakku masih setia menantimu?.


*Kenzo Aditya*


Masih sama seperti biasa, dalam satu bulan ini Kenzo selalu menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Pekerjaan yg biasanya selalu ia wakilkan pada asistennya, kini ia sendiri yg menangani. Ia butuh kesibukan, butuh kegiatan yg bisa membuat otaknya berhenti memikirkan masa lalunya itu.


Jam sudah menujukkan pukul 5 sore, dimana seharusnya para pekerja dan karyawan kembali ke rumah masing masing.


Tapi tidak dengan Kenzo, dia masih saja berkutat dengan berkas berkas yg sedikit menumpuk dimejanya. Asisten dan sekertarisnya pun dilarang untuk ikut campur, mereka justru dibiarkan menganggur karena pekerjaannya diambil alih oleh Ken. Sungguh situasi yg sangat aneh, berbanding terbalik dengan para direktur lainnya yg menyerahkan pekerjaannya pada asisten maupun sekertaris mereka.


"Pak, ini sudah beberapa hari semenjak anda mengambil alih pekerjaan kami. Kami merasa tidak enak jika terus seperti ini, kami bahkan sudah seperti makan gaji buta." Ujar Roy asisten Ken.

__ADS_1


"Sudah, diamlah. Aku hanya perlu kesibukan. Ini sudah sore lebih baik kau pulang."


"Tapi pak".


"Ah baiklah, kalau begitu saya pamit dulu. Bapak juga segeralah pulang, saya khawatir kesehatan anda akan menurun jika dibiarkan terus lembur seperti ini."


"Hmmm.."


Jarum jam terus berputar seiring waktu, begitu juga dengan langit, entah sejak kapan sudah banyak bintang yg berkelip indah diatas sana.



*****

__ADS_1


Di dunia ini tidak ada anak yg buruk, anak haram atau sejenisnya. Karena mereka adalah berkah dari yg maha kuasa, mereka terlahir suci. Jika ada yg perlu disalahkan maka itu adalah orang tuanya, merekalah yg pantas mendapatkan hukuman.


Sudah sedari pagi Keyra hanya mengurung diri dikamar. Banyak sekali hal yg mengganggu pikirannya, bagaimana nasibnya kelak, bagaimana juga dengan nasib anaknya nanti. Dia bingung harus bagaimana.


Rasanya tidak siap jika ia harus memberitahu Kenzo masalah ini, tapi jika ia tak segera membuat keputusan maka masa depan anaknya akan dipertaruhkan. Ia tak ingin anaknya nanti mendapatkan cemoohan dan hinaan karena lahir tanpa ayah. Ia takut, sangat takut itu terjadi.


Tapi disisi lain ia juga masih enggan untuk tinggal bersama lagi dengan Kenzo. Ia takut sifat pria itu akan kembali, ia khawatir akan dikurung dan dilarang melakukan apapun seperti dulu.



"Ada apa denganku? Apa aku sungguh membencimu? Atau benci dengan takdirku ini?".


"Aku berharap mesin waktu benar benar ada, agar aku bisa kembali ke masa lalu dan menghapus segala penyesalanku. Andai saja saat itu kita tak pernah bertemu, andai saja aku tak pernah meninggalkanmu, andai saja..."

__ADS_1


Menangis dan meratapi nasib hanya akan membuang buang waktu, yg terpenting sekarang adalah mencari solusi. Solusi terbaik untuk dirinya, bayinya, juga Kenzo. Keragu raguan dalam hatinya harus dibuang jauh, sekarang bayi ini lebih penting. Ia harus bisa menekan emosi dan kebenciannya pada Kenzo, mungkin saja pria itu akan senang dengan kenyataan ini, ya mungkin saja pria itu akan rela merubah sikapnya demi bayi ini.


__ADS_2