Wanitaku Sayangku

Wanitaku Sayangku
Rutinitas


__ADS_3

"Kalian menginap disini saja ya." Ucap Sandra berusaha menahan Ken yg akan segera pulang.


"Lain kali ya oma, Ken masih ada kerjaan tertinggal dirumah. Besok kalau ada waktu Ken kesini lagi." Jawab Ken.


"Dasar!! Banyak alasan." Sahut Rama.


"Baiklah kalian hati2 ya pulangnya, dan kamu Ken, perlakukan calon mantu mama dengan baik. Awas aja kalau kamu sampai bikin dia nangis." Ancam Vania yg sukses membuat Keyra merona malu.


Keyra merasakan perasaan hangat bisa berada ditengah2 keluarga Kenzo. Mereka semua baik dan perhatian padanya, namun disisi lain ia juga bingung dengan hatinya sendiri, apakah ia harus kembali bersama Ken atau pergi melanjutkan hidup seperti apa yg direncanakannya.


****


Sore itu mereka berdua pun kembali ke rumah pribadi Kenzo. Kembali menjalankan rutunitas masing2 yg masih saja sama disetiap harinya. Kenzo yg selalu sibuk di ruang kerjanya, dan Keyra yg hanya tiduran dan menonton televisi dikamarnya.


Keyra yg sudah merasa bosan akhirnya menghampiri Ken ke ruang kerjanya sambil membawakan minuman dan beberapa makanan ringan.


"Kau sudah bekerja sejak tadi sore, istirahatlah." Ucap Keyra sambil menaruh nampan bawaannya ke meja Ken.


"Hmm.. Sebentar lagi selesai." Jawab Ken singkat.


Setelah satu jam, Ken membereskan semua berkas dan pekerjaannya. Kemudian mengahampiri Keyra yg ternyata masih setia menunggu disana.


"Kenapa tidak tidur? Kau menungguku?".


"Ada yg ingin ku katakan padamu."

__ADS_1


"Hmm.. Katakan!".


"Aku merindukan orang tuaku, bawa aku menemui mereka."


"Baiklah, weekend besok kita akan menemui mereka."


"Aku juga ingin bekerja."


"Kebetulan, posisi sekertarisku kosong. Kau bisa bekerja disana."


"Tidak, aku ingin membantu orang tuaku mengurus usaha mereka. Jadi aku akan bekerja disana."


"Baiklah, setelah kita menikah aku baru akan mengijinkanmu bekerja diperusahaanmu sendiri."


"Apa kau gila? Aku baru saja bercerai dan kau mengajakku menikah?".


"Tapi aku tak ada niat akan menikah denganmu, jadi baik kau setuju atau tidak, aku tetap akan bekerja diperusahaanku sendiri."


Mendengar jawaban tak masuk akal dari Kenzo membuat darah Keyra mendidih, pria itu selalu saja menguji kesabarannya. Bagaimana mungkin ia akan menikah sedangkan kasus perceraiannya masih hangat ditelinga orang lain. Keyra benar2 marah karenanya. Keluar ruangan Kenzo dan menutup kembali pintunya dengan kasar.


Setuju atau tidak, kita akan tetap menikah Keyra. Aku sangat yakin, kau masih memiliki perasaan terhadapku. Biarpun perasaan itu sudah hilang, aku pasti akan membuatmu merasakannya lagi.


****


"Dasar Kenzo licik, bisa2nya melakukan penawaran seperti itu. Apa dia sudah tidak waras." Umpat Qila sambil memukul mukul bantal dikamarnya.

__ADS_1


Sepanjang hari ia hanya bisa menggerutu dibelakang Kenzo, pria itu benar2 sudah membatasi ruang geraknya. Bahkan memiliki ponsel pun tak diijinkan.


Karena terlalu lelah dan kehabisan tenaga setelah melampiaskan kekesalannya, Keyra pun tertidur. Sangat nyenyak dan lelap. Hingga tak menyadari jika Kenzo lagi2 menyelinap masuk dan ikut tidur bersamanya.


****



"Pagi istriku." Sapa Kenzo dengan nada menggodanya.


"Kau!! Sejak kapan kau disini?".


"Sejak semalam."


"Dasar tidak malu, bisa2nya menyelinap ke kamar seorang gadis ditengah malam."


"Kau calon istriku, jadi tidak ada salahnya dengan itu."


"Hah.. Sudahlah, sekarang kau keluar!!"


"Mau mandi bersama?".


"Kenzo mesum!! Keluarrr!!"


Begitulah rutinitas pagi yg kini menjadi kebiasaan Kenzo dan Keyra, sudah satu minggu sejak mereka tinggal bersama, namun hanya keributan dan perdebatan yg sering terlihat dalam hubungan mereka. Dengan Kenzo yg masih suka memaksakan kehendaknya, dan Keyra yg juga keras kepala selalu menentang dan sengaja melanggar apa yg Kenzo katakan.

__ADS_1


Namun dibalik semua kebiasaan aneh itu, ada hal baik yg mengiringi, pertengkaran2 kecil yg selalu mereka lakukan ternyata bisa membuat diri mereka kembali dekat satu sama lain. Bahkan semakin mempererat perasaan mereka berdua tanpa mereka sadari.


__ADS_2