
Sudah dua hari sejak lamaran itu, selama itu pula Keyra mengacuhkan Kenzo. Selalu menghindar dan berhenti bicara dengan pria itu. Kenzo yg sudah menyadarinya tentu sangat marah, ia sudah berkali kali minta maaf, bahkan tak jarang ia merendahkan dirinya sendiri didepan gadis cantik itu.
"Berhenti!! Sebenarnya apa yg kau inginkan hah?? Aku sudah berkali kali minta maaf bahkan merendah dihadapanmu. Beraninya kau mengacuhkanku. Ingat ya sayang, aku bisa melakukan apapun yg ku mau, bahkan mengambil alih bisnis keluargamu."
Emosi Kenzo sudah benar2 meledak. Ia tak tau lagi bagaimana harus mengendalikan Keyra, ia lebih suka gadis itu memakinya atau memarahinya, bukan malah mendiamkannya seperti ini.
"Jadi kau mengancamku?". Ucap Keyra sambil menatap tajam Kenzo yg berdiri tepat didepannya.
"Ya aku mengancammu sayang. Jadi bersikap baiklah jika tak ingin bisnis keluargamu jatuh ditanganku." Jawab Ken dengan senyum smirknya.
"Jika kau berani menyentuh mereka, maka aku sendirilah yg akan menghancurkanmu.".
"Kita lihat saja siapa yg hancur dan siapa yg bertahan. Tapi tenang saja, apapun yg terjadi aku akan tetap menikahimu."
"Heh.. Jangan terlalu sombong hanya karena kau lebih berkuasa disini. Aku sangat kecewa padamu, kau bukan lagi Kenzo yg ku kenal. Kau berubah."
"Ya.. Semenjak kau meninggalkanku aku bukan lagi Kenzo yg dulu. Dan aku yg sekarang, akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yg ku mau, termasuk dirimu."
__ADS_1
"Dengan kau yg seperti ini, justru membuatku semakin membencimu. Terserah apa yg akan kau lakukan. Tapi sampai kapanpun jangan harap akan mendapatkan kembali cintaku yg dulu."
Merasa tak akan menang jika berdebat dengan Kenzo, Keyra lebih memilih pergi kekamarnya dan menguncinya rapat dari dalam.
Perubahan Kenzo benar2 membuatnya terluka, kasih sayang dan cinta yg pria itu miliki dalam sekejap berubah menjadi obsesi.
"Arghhh.."
Brak.. Brak.. Prang...
****
Tokk tokk tokk..
"Nona, ini sudah waktunya makan malam. Tuan Ken meminta anda segera keluar." Ucap pelayan Ken berusaha membujuk Keyra.
Sudah jam 8 malam, namun gadis itu masih saja betah berdiam diri dikamarnya. Bahkan dengan sengaja melupakan makan siang dan makan malamnya, hanya demi menghindar dan mencegah perdebatannya lagi dengan Kenzo.
__ADS_1
"Aku tidak lapar, jangan menggangguku lagi, aku ingin istirahat." Jawab Keyra yg masih enggan membuka pintu.
Kenzo yg sudah lama menunggu dimeja makan akhirnya turun tangan, menghampiri kamar Keyra dengan amarahnya yg menggebu gebu.
"Kau!! Keluar sekarang juga!." Teriak Ken didepan pintu.
"..."
"Keluar atau aku yg masuk? Jangan lupa ini rumahku, tidak sulit bagiku membuka setiap pintu dirumah ini." Ancam Ken.
"Dan ya, setelah aku masuk akan ku pastikan kau tidak akan bisa keluar lagi sebelum kau mengandung bayiku." Sahutnya lagi
Keyra benar2 keras kepala, membuat Ken mau tak mau harus memaksanya keluar dengan berbagai ancaman. Ia hanya khawatir dan cemas dengan kondisi gadis itu, sakitnya baru saja pulih. Jika ia sengaja melupakan makan siang dan makan malamnya, bisa saja sakitnya akan kambuh kembali.
Setelah mendengar ancaman terakhir Ken, nyali Keyra tiba2 menciut, yg akhirnya membuat ia terpaksa membuka pintu dan bertemu lagi dengan Kenzo.
"Begini baru benar, jangan coba2 menguji kesabaranku lagi ya sayang. Atau ancamanku tadi akan benar2 aku lakukan." Ucap Ken begitu melihat Keyra, sampai kapanpun ia tidak akan mengijinkan gadis itu menang melawannya. Apalagi berusaha meninggalkannya lagi seperti dulu.
__ADS_1