
"Kenzooooo..."
"Ya sayang".
"Pengen mangga".
"Yauda tunggu bentar aku beliin."
"Nggak mau, pengennya mangga yg itu belakang rumah kita. Harus kamu sendiri yg naik pohon terus ngambil."
"Tapi ini masih pagi banget lo sayang, masih jam 5, orangnya pasti masih tidur."
"Nggak mau tau, aku maunya sekarang."
"Huftt.. yauda iya aku pergi dulu kalo gitu."
"Hmm.. Jangan lama lama."
Baru beberapa hari tinggal bersama, Kenzo sudah dibuat pusing dengan cara ngidam Keyra yg aneh2. Seperti pagi ini, masih subuh begini ia sudah disuruh naik pohon mangga milik tetangga dibelakang rumahnya.
Sabar.. Sabar.. Selalu itu yg Ken ucapkan tiap kali mendapat permintaan aneh dari sang istri. Ia sudah berjanji akan menjadi suami dan calon ayah yg baik buat bayi mereka nanti, jadi seaneh apapun sesulit apapun Kenzo pasti akan mengusahakannya demi Keyra.
"Yang, nih mangganya."
"Apa sih kamu ganggu aku tidur aja."
"Lah kan tadi minta mangga, ini aku udah dapet."
"Taruh kulkas dulu kan bisa, kamu mau aku sakit nyuruh makan mangga pagi pagi begini?".
__ADS_1
"Oh ya Tuhanku, berikan aku kesabaran."
"Apa?? Mau protes? Nggak suka?".
"Nggak gitu sayang, aku suka kok aku suka."
"Yauda aku mau lanjut tidur, jangan gangguin."
Pria yang terkenal arogan dan ambisius ini tak disangka memiliki kesabaran ekstra, bahkan jauh berbeda dengan citra garangnya selama ini.
Pagi ini Kenzo kembali menjalankan aktifitasnya sebagai bos perusahaan, setelah beberapa hari cuti karena pernikahan yg begitu menyita tenaga dan pikirannya.
Tepat jam 8 pagi ia sudah tampan dan nampak berwibawa dengan balutan jas hitam, sepatu mahal mengkilap, dan rambut yg disisir rapi ke belakang.
Namun sebelum pergi ia ingin berpamitan dengan istri dan calon anaknya, wanita cantik itu masih saja asik meringkuk dibalik selimut, hingga tak menyadari bahwa Ken tengah mendekat padanya dan menciumnya lama.
****
Di kantor Kenzo,
"Pagi tuan." Sapa Roy yg melihat bosnya masuk.
"Hmm.. Apa agenda hari ini?".
"Pukul 9 pagi kita akan kedatangan wakil dari AX grup untuk membahas kerja sama kemarin, lalu setelah makan siang ada meeting dengan divisi perencanaan mengenai rencana pembukaan cabang baru."
"Baiklah, siapkan segala sesuatunya. Dan satu lagi, tolong carikan beberapa bodyguard yg bagus, 3/4 orang untuk menjaga istriku."
"Siap tuan, kalau begitu saya permisi dulu."
__ADS_1
****
Sementara itu dirumah Kenzo yg tadinya sepi mendadak ramai, orang tua Kenzo dan adiknya kembali berkunjung, bahkan kali ini mereka membawa banyak barang, mulai dari makanan, pakaian bayi, juga mainan anak kecil.
"Ma, mama nggak perlu repot2. Kan Key belum tau kelamin bayinya apa, ini juga kayaknya kebanyakan bajunya." Ucap Keyra canggung menerima hadiah sebanyak ini dari mertuanya.
"Nggak apa apa sayang, karena belum tau, makanya mama beliin masing masing satu, buat cewek sama cowok." Tutur Vania.
"Bener kak, ini sebagian aku loh yg pilih. Bagus kan?". Sahut Ara.
"Kenzo nggak apa apain kamu kan? Kalau dia berani jahat sama kamu, bilang aja sama papa." Ujar Rama.
"Papa tenang aja, Ken baik kok. Justru Keyra yg suka repotin dia, minta ini itu, ngidam Key juga aneh kadang kadang."
"Hahaha.. nggak papa sayang, itu wajar. Dan sebagai suami Ken memang harus nurutin ngidam kamu, kata orang jaman dulu biar anak kalian nanti nggak ileran."
"Hehe.. Tapi kadang kasian juga ma dianya."
Hanya beberapa kali bertemu, Keyra sudah bisa beradaptasi dengan keluarga barunya, bahkan bisa dibilang sudah akrab. Mereka tertawa bersama, makan bersama, juga saling berbagi cerita, hingga tak menyadari bahwa hari sudah petang.
"Sudah sore sayang, kami pamit dulu ya. Jaga dirimu baik baik. Kalau ada apa apa jangan sungkan menghubungi kami."
"Iya ma, jangan khawatir. Nanti kalau ada waktu pasti Key main kesana."
"Oke mama tunggu, see you sayang."
"See you next time kaka ipar."
"Papa pulang dulu ya nak, jaga dirimu."
__ADS_1