
'Awalnya aku sama sekali tak percaya takdir, tapi aku selalu mengAminkan namamu disetiap doaku. Dan akhirnya kita bertemu lagi.'
*Kenzo Aditya*
"Hah.. Mimpi ini terasa nyata, aku seperti bisa melihatnya, memeluknya, bahkan menciumnya begitu lama. Biarkan seperti ini Tuhan, jangan bangunkan lagi, aku bahagia seperti ini meski hanya sekedar mimpi." Batin Kenzo.
Malam ini ia terbangun dengan sosok perempuan yg tengah tertidur lelap dalam pelukannya. Sosok yg selama ini ia rindukan, sosok yg tak akan pernah bisa terganti. Wajah cantik nan damainya saat ini mampu membuat senyumannya merekah.
Ia mengira bahwa ini hanya mimpi, namun dia sangat menikmati itu, berharap waktu akan berhenti saat ini juga. Kenangan ini tak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya, dan akan selalu menjadi yg terindah.
"Arghhh..." Erang Keyra begitu merasakan sesuatu yg basah menempel dibibirnya, juga sesuatu yg berat tengah menindih tubuh kecilnya.
Dan betapa terkejutnya kala ia membuka mata, Kenzo telah sadar, bahkan pria itu berani mencumbunya disaat saat seperti ini.
"Mmmp lepaskan aku.." Eluh Keyra.
"Ken.. Lep lepass ah!".
Setelah berkali kali memukul dada Kenzo dan menggigit bibirnya, barulah pria itu tersadar. Kenzo kembali mengucek matanya dan menampar sendiri wajahnya beberapa kali. Apa ini nyata? Mungkinkah Keyra kembali padanya?. Pikir Ken.
"Apa ini bukan mimpi?". Tanya Ken tak percaya.
"Sialan.. Menjauh dariku!". Umpat Keyra sambil mendorong Ken menjauh hingga terjatuh.
"Apa ini sungguh dirimu?".
"Apa ini nyata?".
__ADS_1
"Kau kembali padaku Key?".
"Sudah cukup, bersihkan dirimu. Tubuhmu sangat bau. Aku akan memasak makan malam untukmu, dan kembali pulang."
"Kenapa pulang? Tidakkah kau akan menemaniku disini? Aku kesepian tanpamu?".
"Aku hanya,, hanya ingin melihat keadaanmu."
"Apa kau khawatir padaku hmm?".
"Ma..Mana ada? kebetulan lewat saja."
"Terserahlah, tapi aku bahagia bisa melihatmu lagi, aku sangat merindukanmu."
"Stop peluk peluknya, tubuhmu sangat bau!!".
"Hah... Sudah ku bilang aku akan memasak, dan kau pergilah mandi!!".
"Berjanjilah tidak akan pergi."
"Iya iya.. Sudah sana!".
Akhirnya Kenzo menurut dan segera pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Keyra, seperti ucapannya, ia benar2 pergi ke dapur untuk memasak, dibantu beberapa pelayan disana. Mereka semua merasa lega dan ikut senang melihat Keyra kembali. Hanya dialah yg bisa membuat Kenzo semangat lagi, hanya Keyra. Gadis yg sudah berhasil meluluh lantahkan hati majikannya.
Setengah jam berlalu, Keyra sudah menyelesaikan pekerjaannya didapur lalu menyiapkannya dimeja makan. Begitu juga Ken yg sudah terlihat lebih segar dan beranjak turun menghampirinya, wajah sedih dan rapuhnya kemarin sekejap berubah, menjadi nampak berseri seri dan bahagia.
__ADS_1
"Apa kau yg memasak semuanya?".
"Ya, cepat makanlah."
"Apa setelah aku makan kau akan pergi?".
"Tentu, aku punya rumah sendiri."
"Baiklah, lebih baik aku tidak makan. Biar kau tetap disini menemaniku."
"Jangan keras kepala, kau belum makan apapun dari kemarin."
"Aku senang kau perhatian padaku."
"Cepat makan! Atau aku buang saja semua ini."
"Berjanjilah satu hal lagi".
"Apa?".
"Aku suka makan masakanmu, jadi kemarilah setiap hari membuatkanku makan."
"Ya jika aku tidak sibuk dikantor."
"Kau sudah janji, tidak boleh ingkar ataupun lari."
"Hmm.. Ya ya, sudah makanlah, ini sudah larut, antar aku pulang setelah itu."
__ADS_1
Setelah bernegoisasi dengan berbagai cara, Kenzo dan Keyra pun memiliki kesepakatan baru, mulai besok ia akan pergi ke rumah Kenzo setiap hari dan memasak untuknya. Sebenarnya bisa saja Keyra menolak, namun mengingat kembali kejadian kemarin, rasanya ia tak tega. Pria itu benar2 terlihat hancur tanpa dirinya.