
Pagi yg cerah dan hangat, secerah hati Kenzo saat ini. Ia sudah berjanji akan berdamai dengan keadaan. Mencoba mengejar Keyra kembali dengan cara yg benar, berhenti memaksakan kehendaknya dan memperlakukannya dengan lebih baik.
Hari ini Kenzo bangun lebih pagi, ia sengaja ingin membuatkan sarapan spesial untuk gadis pujaannya itu. Bersenandung ria sambil memainkan peralatan masaknya, senyumnya pun tak pernah hilang, selalu menghiasi wajah tampannya semenjak ia bangun tidur.
Ia sangat berharap, dengan cara seperti ini ia bisa membuat Keyra pelan pelan menerima dirinya.
Tepat pukul 8 Kenzo sudah menyelesaikan semuanya, beberapa masakan yg nampak lezat segera ia hidangkan diatas meja. Setelah dirasa cukup, ia pun bergegas ke kamar Keyra, memanggil gadis itu untuk sarapan bersama.
Tokk tokk tokk..
"Key, kau sudah bangun?".
"..." Hening.
Tokk tokk tokk..
"Keyra.. Kau didalam?".
"..." Masih tak ada respon.
Tokk tokk tokk..
__ADS_1
"Jika kau tak membukanya, aku masuk."
"..."
Karena kesal Kenzo terpaksa membuka pintu kamar Keyra dengan kunci cadangannya, begitu terbuka ia melihat gadis itu masih bergumul dengan selimut, meringkuk dan nampak sedikit pucat. Ketika ia menyentuh bagian pipi dan dahinya, ia merasakan hawa panas. Ya, sepertinya Keyra tengah demam.
Tentu Kenzo khawatir, ia segera menelpon dokter keluarganya untuk datang dan memeriksanya.
Tanpa menunggu lama, 15 menit kemudian dokter itu sampai, dan langsung melakukan pekerjaannya.
"Gimana keadaannya?".Tanya Kenzo.
"Dia demam dan terkena flu, setelah istirahat total selama beberapa hari pasti akan segera sembuh. Dan ini obatnya, mohon diminum dengan teratur ya. Kalau tidak ada apa apa lagi saya permisi dulu."
****
Flashback on
"Ma, pa, kami kembali." Ujar Kenzo sambil memapah Keyra yg sudah sangat lemah karena kehujanan.
"Ah syukurlah, sini nak sama tante. Tubuhmu harus segera dikeringkan."
__ADS_1
Keyra menurut dan ikut Vania kembali ke kamarnya untuk mengeringkan tubuhnya yg basah kuyup.
Begitu juga dengan Ken, ia segera masuk kamar dan membersihkan tubuhnya.
Setelah melalui sedikit drama, Rama baru sadar dan ingat bahwa orang tua Keyra sedang kebingungan karena belum mendapatkan kabar keberadaan Keyra. Ia pun segera menghubungi mereka bahwa putrinya saat ini sedang baik2 saja bersamanya.
30 menit kemudian Kenzo keluar dari kamarnya, ia menghampiri papanya yg tengah duduk sambil memijat pelipisnya, papanya adalah sosok ayah yg tegas. Ia tak segan menghukum dirinya jika memang melakukan kesalahan. Seperti hari ini, hampir saja ia babak belur ditangan papanya sendiri.
"Papa baik baik saja?". Tanya Kenzo khawatir.
"Kau yg membuatku tidak baik baik saja." Jawab Rama ketus.
"Maafkan aku, aku akan berubah. Masalah perusahaan aku tidak akan main2 lagi, tidak akan lagi menggunakan uang dan kekuasaanku untuk menindas orang lain, juga tentang Keyra. Mulai hari ini aku akan mengejarnya dengan benar, memperlakukannya lebih baik dan berhenti memaksa dirinya."
"Baguslah jika kau menyadari kesalahanmu. Mama dan adikmu itu juga perempuan, jadi perlakukan setiap perempuan dengan semestinya."
"Iya, aku akan berusaha."
Saat mereka berdua asik berbincang, Vania tiba tiba datang dan ikut bergabung. Ia duduk ditengah tengah Rama dan Kenzo sambil memeluk lengan mereka bersamaan.
"Kalian berdua adalah para pria kebanggaan mama. Mama harap setelah semua yg terjadi, kalian bisa lebih menghargai dan menghormati perempuan. Perempuan lebih menggunakan hati dari pada logikanya, jadi berhati hatilah dalam memperlakukannya kelak."
__ADS_1
"Tentu sayang." Jawab Rama sambil mencium pipi kiri istrinya.
"Iya pasti, mama jangan khawatir." Sahut Kenzo yg juga ikut mencium pipi kanan mamanya.