
'Berdamailah dengan keadaan meski bukan yg di inginkan, maka Tuhan akan mempermudah segalanya'
Kata itulah yg semalaman ini terngiang di kepala Keyra, ia harus mampu berdamai dengan hatinya, apapun yg ia benci belum tentu harus dijauhi, dan apapun yg dicintai belum tentu harus dimiliki. Karena Tuhan lebih tau apa yg di butuhkan akan lebih penting daripada apa yg di inginkan.
Tokk tokk tokk..
Ceklek
"Nona.."
"Hai bi, apa kabar?".
"Baik non, nona mencari tuan muda?".
"Iya, apa dia dirumah?".
"Iya non, setiap weekend seperti ini tuan pasti akan mengurung dirinya dikamar sambil minum2, sejak anda pergi kondisinya semakin terpuruk. Banyak lembur dan jarang tidur."
"Baiklah aku ingin menengoknya."
__ADS_1
"Mari non silahkan."
Keyra sedikit terenyuh mendengar penuturan salah satu pelayan Kenzo, dia tak menyangka kepergiannya sekali lagi mampu membuat pria kuat itu rapuh.
Begitu mendekati kamar Kenzo ia sudah dapat mencium bau alkohol yg menyengat. Menghela nafasnya sebentar lalu bergegas masuk karena melihat pintunya yg kebetulan tidak terkunci.
Dan ya Keyra langsung disuguhkan pemandangan yg kurang menyenangkan. Nampak seorang pria yg sedang duduk diatas meja dan asik meneguk minumannya. Begitu banyak botol juga kaleng berserakan dimana mana. Penampilannya kacau, berantakan tak terawat.
"Hahaha.. Lagi lagi aku berhalusinasi, mengapa dimana pun aku bisa melihat wajahmu. Apa aku sungguh sudah gila? Hahahah..."
Keyra hanya diam lalu segera mengambil paksa botol yg masih dipegang Kenzo. Pria itu mengernyitkan dahinya, merasa heran mengapa halusinasinya bisa merebut botolnya? Apa kegilaannya sudah tak tertolong lagi sekarang?.
"Wahh.. Apa ini mimpi? Bahkan dia bisa merebut botolku?".
"Sudah cukup, berhenti menyiksa dirimu. Kau tidak boleh terus seperti ini, kau harus bangkit, jika kau terpuruk dan mati lalu siapa yg akan membantuku merawat bayi ini?".
"Hahaha... Mimpi ini sangat indah, aku rela tidak bangun asal bisa melihatmu terus seperti ini".
__ADS_1
Tiba tiba saja,
Bruk..
Kenzo jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan Keyra, dengan susah payah ia memapah pria jangkung itu ke ranjangnya. Sungguh merepotkan batin Keyra.
Dengan telaten ia menidurkan Kenzo, menggantikan kaosnya menyelimutinya, bahkan membersihkan kamarnya yg begitu berantakan.
"Hmm baiklah, sepertinya aku harus kembali lagi besok pagi. Sekarang istirahatlah." Ucap Keyra sambil mengusap kepala Kenzo.
Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya pergi, tangannya ditarik dan digenggam erat oleh pria itu, hingga membuat dirinya jatuh ke pelukannya.
"Ku mohon jangan pergi lagi, aku akan berubah demi mu, merubah diriku seperti maumu. Tetaplah tinggal ku mohon."
Kenzo terus memeluk erat Keyra sambil meracau tidak jelas. Bahkan di alam bawah sadarnya pun ia masih memikirkan Keyra, memanggil namanya, merindukannya. Sedalam ini kah perasaan yg pria itu miliki? Apa dia bisa dipercaya? Apa dia bisa membuat Keyra dan bayinya bahagia kelak?.
Keyra hanya pasrah, raganya terlalu lelah untuk melawan sekarang. Hembusan semilir angin dan pelukan hangat Kenzo seakan menjadi pengantar tidurnya. Perasaan nyaman yg pernah hilang itu terasa lagi, entahlah, yg pasti ia sudah tidak dapat menahan lagi kantuknya. Ia benar benar lelah, dan tertidur dalam hangat rengkuhan Kenzo.
__ADS_1