
🍁🍁🍁
Seoul
Apartemen xxx yang berada di tengah kota Seoul, tempat yang strategis tapi aman untuk bersembunyi. Itulah pikiran seorang pemuda saat ini, ia telah tinggal di sini selama beberapa bulan dan hingga saat ini belum ada satupun dari keluarganya yang berhasil menemukannya. Tapi pemikiran itu lenyap ketika ia menemukan siapa yang sudah membuat keributan di pagi buta dengan memencet bel secara brutal.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"Sebentar!" teriak pemilik apartemen dari dalam.
Ting tong
Ting tong
"Awas saja jika hanya pengganggu!" seru pemilik Apartemen sambil berjalan terhuyung-huyung karena baru saja bangun tidur yang disebabkan oleh keributan si pemencet bel.
'Klik'
Pintu Apartemen-pun terbuka.
"Auch ... yaak! yaak! Apa yang kau lakukan tamu tidak sopan!" bentak pemuda itu saat ia mendapatkan beberapa pukulan di kepala dan tubuhnya.
"Buka matamu! jam segini kau masih tidur hahh!" pekik tamu yang dikatakan tidak sopan tersebut.
"N-NUUNA ...!" pekik pemuda itu terkejut.
.
.
"Apa yang membawa Nuuna kemari?" tanya pemuda itu.
__ADS_1
"Apa lagi? tentu saja membawamu pulang."
"Yaaaak ... Nuuna!"
"Kau berani berteriak padaku!" sinis gadis yang merupakan kakak dari pemuda itu.
Pemuda itu langsung merundukkan kepalanya, ia tidak mau menjadi bulan-bulanan sang Nuuna jika ia kesal. Walau sudah beberapa bulan tidak bertemu, tapi pria itu masih ingat jika gadis yang terlihat feminim ini sangat jago dalam keahlian mematahkan tulang. Ya, gadis itu jago dalam hal bela diri.
"Maaf ... Nuuna."
"Doo Hae-aa, ayo segera kemasi barang-barangmu dan kita segera pulang. Kasihan Eomma yang merindukanmu," ujar gadis itu.
"Tapi Nuuna, aku di sini kuliah."
"Di sana juga kau bisa kuliah," bantah gadis itu lagi.
"Aku mohon Nuuna, jangan paksa aku pulang."
"Kalau begitu~ aku akan tinggal di sini untuk menjagamu agar Eomma tidak merasa khawatir."
"Tidak ada alasan! Kau ikut aku pulang atau ... biarkan aku tinggal di sini bersamamu." Gadis itu sudah memutuskan, dan pemuda itu tidak bisa atau tidak berani untuk mengganggu gugat.
"Baiklah, terserah Nuuna saja. Yang penting aku tidak akan pulang untuk saat ini," ujar Doo Hae sambil beranjak dan berlalu meninggalkan Nuuna-nya sendiri di ruang tengah.
Melihat sang adik yang sudah hilang di telan pintu kamarnya yang tertutup, gadis itu tertawa puas tanpa suara. Ia berhasil memaksa pemuda malang itu untuk menerimanya tinggal di sini bersamanya. Tanpa pemuda itu tahu jika sang Nuuna sedang dalam acara melarikan diri dari perjodohan yang dilakukan oleh keluarganya.
"Cha Sunny, kau memang hebat!" pujinya pada diri sendiri sambil merebahkan dirinya di sofa.
✨✨✨
Australia
Sinar matahari masuk melalui celah tirai, mengusik seorang gadis yang sedang terlelap. Ia merasakan berat pada pinggangnya dan kesulitan untuk bergerak, saat ia membuka matanya sesuatu membuatnya sangat terkejut.
"Aaaaaaa!!" teriaknya sambil mendorong tubuh setengah naked seorang pria yang sedang tidur sambil memeluknya erat.
__ADS_1
'Brugh!'
"Aakhh ... apa yang kau lakukan paboya!" bentak pria itu yang baru saja mencium lantai.
"T-taehyung O-oppa?!"
"Kau sangat pandai mengganggu pagiku," sindir Taehyung sambil kembali menaiki ranjang dan kembali memejamkan matanya.
"Kemari."
Taehyung meraih pinggang Chaerin yang masih mematung ditempatnya, membuat gadis itu terbaring kembali di sisinya dan memeluknya lagi. Gadis itu masih gagal loading hingga ia merasakan napas yang teratur ditelinganya.
Chaerin memandangi wajah polos Taehyung saat sedang tertidur, sangat tampan tanpa cacat, sungguh sempurna. Ia juga bisa merasakan otot bisep yang tengah memeluknya, dan dada bidang tempatnya kini bersandar dalam pelukan yang hangat.
"Mau sampai kapan kau memandangiku?" tanya Taehyung dengan suara seraknya.
"A-apa?! A-aku tidak memandangmu!" seru Chaerin sambil memberontak ingin lepas.
"Aku tahu kau menatapku dari tadi, apa kau baru sadar jika suamimu sangat enak untuk dipandang."
"Cih~ rasa percaya diri yang sangat mengerikan Tuan Kim!" sinis Chaerin.
"Karena aku memang memiliki apa yang harusnya aku banggakan," ujar Taehyung sambil mengeratkan pelukannya.
"L-lepas ini terlalu erat," kata Chaerin yang kembali merona saat ia kembali menghirup aroma menyenangkan dari Taehyung yang semakin rapat dengannya.
"Aromamu membuatku ..." Taehyung mengendus dan mengecup leher Chaerin.
"Tae hee! di mana Taa hee?!" tanya Chaerin seketika sambil bangkit, ia berhasil melepaskan jeratan pria itu dari tubuhnya.
" Ckckck ... kau selalu bisa membuatku kehilangan keinginan untuk menyentuhmu lebih jauh."
Chaerin semakin membawa dirinya menjauh dari Taehyung, ia benar-benar belum siap.
"Jika kau mencarinya, maka usahamu akan sia-sia. Dia sudah kembali ke Seoul tadi malam dan meninggalkan kita di sini untuk melakukan bulan madu yang tertunda.
__ADS_1
Taehyung menatap Chaerin dengan smrik di sudut bibirnya, wajah ketakutan gadis itu sungguh membawa kegilaan dalam dirinya. Ia berpikir jika Bulan madu ini akan menjadi menyenangkan.