Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 15


__ADS_3

🍁🍁🍁


"Dok, bagaimana dengan kondisi istriku?" tanya Taehyung. Ia duduk di sisi ranjang sambil menggenggam jemari Chaerin/ Hye rim.


"Dia baik-baik saja, sepetinya ingatan sebelum kecelakaan waktu dulu sudah kembali. Tapi berakibat ingatannya setelah kecelakaan hilang," jawab dokter keluarga Kim. Ia menyerahkan selembar kertas pada Taehyung. "Berdoa saja, semoga ia segera mengingatmu. Tebus resep ini berikan secara teratur," tambahnya.


"Baiklah," sahut Taehyung lemah.


"Aku pergi dulu, kau juga harus menjaga dirimu Taehyung-aa." Dokter paruh baya itu keluar kamar setelah memberikan nasehat, ia diantar Tae hee untuk keluar.


"Kau benar-benar tak ingat padaku, Chaerin-aa?" tanya Taehyung memelas sambil menatap wanita yang sedari tadi hanya diam.


Chaerin yang memiliki nama asli Cha hye rim hanya menggelengkan kepalanya, ia masih bingung. Pasalnya saat ia ingin turun dari ranjang dan mencari keberadaan adik-adiknya, ia malah bertemu pria asing yang mengaku jika ia adalah suaminya. Wanita itu sangat syok, apa yang terjadi setelah ia di culik saat itu. Hingga kini saat ia sadar, ia malah sudah bersuami.


"Namaku Cha Hye rim, jika kau memang suami yang mencintaiku ... bisakah kau memberiku waktu hingga aku bisa menerima keadaan ini. A-aku bingung ...,"


"Aku akan menuruti kemauan dan permintaanmu, tapi jangan minta aku untuk menjauh darimu. Ini mungkin akibat dari alam bawah sadarmu yang menolakku hingga kau melupakanku, aku minta maaf karena selama ini telah berlaku buruk padamu." Taehyung memeluk Hye rim erat, ia benar-benar sadar jika ia tidak akan bisa jika tanpa wanita yang kini berada di dalam pelukannya.


"Apakah sebelumnya kau membenciku? A-aku hanya merasa asing dengan sikapmu," cicit Hye rim. Wajahnya sudah memerah kala aroma Taehyung tercium ketika pria itu memeluknya dan serasa familiar, ia tak menolak bahkan kini ia membalas dengan melingkarkan kedua tanganya di tubuh pria asing yang mengaku sebagai suaminya.


"Aku akan menceritakan semuanya, awal pertemuan kita dan sebab apa sekarang terikat pernikahan. Tapi berjanjilah ... kau tidak akan membenciku setelah aku memberitahumu segalanya. Aku tidak ingin ada rahasia apapun diantara kita," ucap Taehyung sungguh-sungguh.


Taehyung melepaskan pelukannya, ia menatap wajah cantik sang istri yang merona. Ia mengecup permukaan bibir merah Hye rim yang sejak tadi sudah menggodanya, ia tersenyum saat menyadari tubuh wanitanya menegang akibat ciuman sesaat yang ia berikan. Taehyung memulai ceritanya sambil menatap mata Hye rim yang mulai terlihat berkaca-kaca, sesekali ia meremas lembut jemari Hye rim yang bergetar digenggamannya. Sementara itu di luar kamar, Tae hee menahan isak tangisnya karena mendengarkan semua percakapan oppa-nya bersama Hye rim yang notebenen adalah kakak iparnya. Ia berharap jika wanita itu dapat memaafkan Taehyung yang telah mengambil resiko di benci dengan menceritakan seluruhnya.


{Kembali pada pasangan Taehyung dan Hye rim.}


"Apakah sekarang kau membenciku?" tanya Taehyung. Ia menatap Hye rim yang tidak berekpresi apapun setelah mendengar ceritanya.


"Jadi aku hanya istri pengganti, lalu di mana wanita yang seharusnya menjadi istri oppa yang sesungguhnya? A-aku akan kehilanganmu jika dia kembali dan menginginkan posisinya, karena pernikahan ini menggunakan namanya. Jadi dialah istri sah oppa yang sebenarnya," ujar Hye rim. Air matanya mengalir tanpa perintah, ia juga tidak tahu kenapa ia bisa merasakan sesedih ini begitu ia mengetahui fakta tentang pernikahannya yang sesungguhnya.


"Kau tenang saja, oppa sudah mengurus surat perceraian dengan Chaerin. Kau hanya harus menanda-tangani surat perceraian dengan nama Chaerin, setelah itu baru kita menikah kembali dengan nama aslimu. Kau bersedia, kan?" tanya Taehyung penuh harap. Pemuda itu tersenyum bahagia saat Hye rim menganggukkan kepalanya.


"Cepatlah pulih, kita akan mencari keluargamu. Selama ini mereka pasti sudah sangat khawatir," ucap Taehyung.


"Tidak oppa, jika orang itu masih di dekat Appa. Aku tidak akan bisa kembali, karena dia pasti akan kembali berusaha menyingkirkanku lagi."

__ADS_1


Taehyung tak berkata apa-apa lagi, ia hanya memeluk Hye rim erat. Sungguh, saat ini ia merasa sedikit tenang, karena walau wanitanya melupakan dirinya ia tak menolak dan tetap berusaha untuk percaya pada Taehyung.


Ini adalah perasaan asing yang sejak dulu dihindari oleh Hye rim, ia tidak ingin jatuh cinta apalagi sampai menikah. Tapi sepertinya takdir berkata lain, di saat ia kehilangan keingatannya, ia malah dinikahkan pada pria asing bernama Kim Taehyung. Entah bagaimana kabar keluarganya, hanya untuk menguasai harta, seseorang itu tega ingin melenyapkannya dengan cara melemparkannya ke tengah lautan saat itu, tapi sepertinya tuhan masih memberkatinya dengan mempertahankan nyawanya. Bahkan kini ia memiliki seorang pria yang mungkin saja bisa membantunya menyelesaikan segala masalah yang ada termasuk membongkar kebusukan seseorang itu.


'Hye rim kembali, dan aku berjanji akan membalas apa yang sudah kau lakukan padaku, Ahjusi.' Hye rim berkata dalam hati, ia memeluk Taehyung erat untuk menyalurkan kegelisahan yang ia rasakan, walau terkejut tapi Taehyung membalas pelukan hangat yang selama beberapa bulan ini sangat ia rindukan.


🍁🍁🍁


Sunny mengerutu dalam hati, ia benar-benar kesal karena sesi wawancara yang menurutnya aneh. Sudah dua jam ia duduk dihadapan seorang pemuda yang terlihat sibuk dengan tumpukan proposal yang memenuhi meja kerjanya, pemuda tampan itu tak terlihat risih walau sedari tadi Sunny menatapnya intens.


"Sekarang kau boleh pulang, besok bisa mulai kerja, tapi tolong rubah cara berpakaianmu itu. Seorang sekretaris harus terlihat sempurna," ucap pemuda itu tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas yang sedang ia teliti.


"Baiklah, jadi saya diterima untuk bekerja di sini pak?" tanya Sunny antusias.


Jimin melepaskan kacamata bacanya, ia menatap wajah Sunny yang sekarang tengah merona, ia tersenyum tipis saat menyadari jika gadis ini terpesona padanya.


"Tentu saja, jika tidak aku tidak akan membiarkan seorang gadis cantik sepertimu untuk menemaniku sejak tadi."


"A-apa maksudmu Presdir Park?" tanya Sunny gugup.


Setelah kepergian Sunny, Jimin melepaskan kacamatanya lagi. Ia tersenyum saat mengetahui jika gadis itu akan datang sendiri padanya, ia mengenali calon istrinya. Ya, pemuda Park tersebut menerima kabar jika gadis itu kabur dari rumahnya karena menolak untuk dijodohkan dengan dirinya, tapi kini dengan sendirinya gadis itu datang padanya meminta pekerjaan. Tentu saja hal ini tidak akan ia sia-siakan begitu saja, apalagi jika melihat data dari surat lamaran yang telah ia terima dua hari lalu, semua memuaskan. Ia cukup pintar dalam itu, tapi kenapa malah melamar menjadi sekretarisnya padahal ia bisa menjadi CEO di perusahaan milik appanya sendiri.


Jimin mengeluarkan ponselnya, dan mulai menghubungi seseorang.


"Hallo Ahjusi, ya ini aku."


" ... "


"Kau tak perlu khawatir tentang Sunny, dan sebaiknya mereka yang kau suruh untuk mencari keberadaan calon istriku, dihentikan saja."


"... "


"Ya aku tahu, kau khawatir pada putrimu yang cantik itu."


" ... "

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu, Ahjusi. Dia baru saja meninggalkan kantorku setelah sesi wawancara selesai."


" ... "


"Iya, kau tak perlu risau tentangnya, aku akan menjaganya. Baiklah ... aku menghubungimu hanya ingin memberitahu hal ini saja, sekarang aku harus melanjutkan pekerjaanku dulu, sampai nanti Ahjusi."


Plip!


Jimin mematikan sambungan teleponnya setelah selesai berbicara dengan calon mertuanya, ia tersenyum saat mengetahui jika bukan dia saja yang merasa enggan dengan perjodohan ini, tapi calon istrinya telah bertindak terlalu jauh yang untungnya malah membuat mereka bertemu. Kini ia bersemangat untuk melanjutkan perjodohan ini, karena ia telah jatuh hati pada gadis sederhana yang sudah menemaninya selama dua jam hari ini.


🍁🍁🍁


"Doo hae-aa, tunggu!" teriak Tae hee kencang sehingga kini mereka berdua menjadi perhatian satu kampus karena saat ini mereka tengah berada di halaman universitas yang memiliki mahasiswa terbanyak di korea.


"Bisakah untuk tidak berteriak? Kau itu seorang wanita ... jadi jaga sikapmu Hee-ya," ujar Doo hae yang merasa malu karena saat ini ia menjadi pusat perhatian.


"Hehehe ... maaf Chagi, aku hanya merindukanmu. Hari ini kau harus ikut aku ke rumah, apa kau tahu jika kakak iparku baru saja sadar dari koma selama tiga bulan," ujar Tae hee antusias sambil bergelayut manja pada pria tampan itu.


"Benarkah? Aku turut senang untukmu, tapi aku ... masih belum siap untuk bertemu dengan oppa-mu. Bagaimana jika ia tak menyetujui hubungan kita yang baru seumur jagung ini," lirih Doo hae sambil membelai surai panjang gadis cantik yang kini merona karena perlakuan lembutnya.


"Kau tak perlu khawatir akan hal itu. Selama aku bahagia dengan pilihanku, maka oppa tidak akan melarang apa yang aku lakukan, termasuk dengan hubungan kita."


"Semoga saja apa yang kau katakan itu benar, aku tidak akan siap tak akan pernah jika harus kehilanganmu!" seru Doo hae sambil merangkul kekasihnya, mereka berjalan santai menuju halte bis karena pemuda tampan itu tidak memiliki kendaraan pribadi.


Tapi bagi Tae hee, harta tak berguna jika tidak ada ketulusan dalam sebuah hubungan. Hari ini sepulang dari kampus, gadis itu sudah berencana untuk membawa kekasihnya menemui oppa-nya dan Chaerin/Hye rim. Walau hubungan mereka baru berjalan beberapa bulan dengan dirinya yang menyatakan perasaannya lebih dulu, tapi pemuda itu menerima pernyataan cinta Tae hee karena ia juga merasakan hal yang sama. Ia mencintai gadis cantik yang terkadang sikapnya malah melebihi seorang pria, walau begitu Doo hae tetap menerima apa adanya karena ia benar-benar telah jatuh cinta pada gadis itu.


"Aku benar-benar gugup," lirih Doo hae. Mereka kini tengah duduk berdampingan dalam bis.


"Tenang saja, oppa tidak memakan orang." Tae hee menggengam jemari Doo hae yang kini berkeringat.


Cup!


Doo hae terbelalak saat Tae hee mencuri kecupan bibirnya, ia melihat wajah merona kekasihnya yang tengah tersenyum menenangkan.


Cup!

__ADS_1


Kali ini Tae hee yang dibuat terkejut, Doo hae menciumnya bahkan terasa jika bibirnya tengah dilumat pelan dan intens. Kekasihnya ini berbahaya, hanya dengan sebuah ciuman saja sudah membuat jantungnya berdebar. Pemuda itu tersenyum saat tahu jika gadisnya membalas ciumannya dengan sangat baik, mereka tidak perduli saat ini tengah berada di mana, mereka hanya perduli jika mereka saling mencintai.


__ADS_2