Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 35


__ADS_3

Wedding


'Istri Pengganti'


Part : 33


Cast : Kim Taehyung


Cha Hye rim


pendamping : Kim Tae hee // Cha Doo Hae // Park Jimin // Park Jira //Cha Sunny // Cha Chanyeol // Cho Kyuhyun // Hann Chaerin


Pendatang : Oh Sehun // Kim Hyura // Byun Baekhyun


Cast lainnya menyusul belakangan


Author : Cha Hye rim


Genre : Random


Rate : 17


#part_sebelumnya


Sehun terdiam di tempat tanpa kembali mencegah pria itu yang memasuki mobilnya, kemudian pergi dengan cepat tanpa memperdulikannya. Pemuda itu mendengkus kesal, ia berbalik dan kembali memasuki rumah sambil menggerutu tak jelas. Begitu ia tiba di depan kamar Hyura, ia mendengar wanita itu seperti berbicara dengan orang lain. Ia terbelalak saat menyadari Sunny lah yang kini tengah berbicara dengan Hyura dan mereka kini terlibat percakapan panas karena Sunny mengenal Hyura adalah mantan pelayan kepercayaan keluarganya dalam mengurus keperluan Hye rim dan Sunny walau usianya hanya berbeda beberapa tahun saja.


🍁🍁🍁


"Makanlah dulu, kau tampak pucat chagia." Taehyung tampak berusaha membujuk sang istri, Hye rim menolak untuk makan karena merasa khawatir akan keselamatan sang adik.


"Oppa, apakah Sunny baik-baik saja?" tanya Hye rim sambil menoleh memandang lekat wajah Taehyung, tapi pria itu dia tak mampu untuk menjawab. "Bahkan oppa juga tidak yakin," tambahnya. Ia kembali pada posisi semula memandang keluar rumah sakit.


Ya, sejak diketahui Sunny menghilang, Hye rim tak pernah meninggalkan kamar yang mana selama ini ditempati oleh sang adik. Taehyung sendiri telah kehabisan akal karena tak bisa membujuk wanitanya agar mau pulang bersamanya, belum lagi keadaan Jimin yang tidak mengalami kemajuan. Saat ini ia benar-benar merasa frustasi dan sedih karena kesehatan Hye rim mulai menurun bahkan sempat pingsan.


Tok tok tok

__ADS_1


Pintu terbuka dan muncullah Tae hee dengan sebuah paper bag yang berisikan pakaian kantor untuk Taehyung di tangannya.


"Oppa, ini pakaianmu. Cepatlah urus pekerjaanmu yang sudah terbengkalai beberapa waktu ini, jika Hye rim eonni yang kau khawatirkan ... sebaiknya kau percayakan dia padaku."


"Justru padamu khawatirku menjadi berlebihan!" ejek Taehyung.


"Oppa, pergilah! Aku tidak tidak ingin menjadi penghalangmu, sebaiknya kau selesaikan pekerjaan yang pastinya sekarang akan membuatmu lembur." Hye rim tersenyum setelah mengatakannya, ia bersandar di dada sang suami yang kini tengah memeluknya.


Walau mereka tengah berada di kamar rawat rumah sakit dan di ruangan itu juga ada Jimin yang masih belum sadar, tapi kedua insan itu tak berhenti untuk bermesraan. Taehyung cemberut mendengar perkataan sang istri yang terkesan mengusirnya, tapi ia tetap menurut dan mulai melepaskan dekapannya lalu turun dari ranjang.


"Berjanjilah kau akan memakan makananmu, chagi. Jangan membuatku khawatir selama aku berkerja nanti," pinta Taehyung.


"Baik oppa, Tae hee akan mengawasiku dan melaporkan setiap aktifitasku." Taehyung tersenyum, wajahnya terlihat sedikit lega dan ia segera pergi sambil membawa paper bag yang tadi di bawa oleh sang adik.


Setelah Taehyung pergi, Tae hee berjalan mendekati ranjang di mana Jimin terbaring di sana. Walau bagaimanapun ia cukup merasa sedih dan terpukul karena hal yang telah menimpa sepupunya itu, Jimin adalah oppa kedua setelah Taehyung yang ia miliki dan kini harus terbaring tak berdaya di sini bahkan hal ini terjadi di hari pernikahannya.


"Aku minta maaf," lirih Hye rim.


"Kenapa eonnie yang meminta maaf, ini semua bukanlah kesalahanmu."


Hye rim menggeleng lemah mendengar perkataan Tae hee, "Paman hanya ingin membuatku menyerah dan memberikan apa yang ia mau."


"Dalang di balik semua kejadian ini adalah pamanku, Byun Baekhyun. Dia adalah adik kandung eomma kandungku dan Sunny, tapi ia terobsesi pada saudarinya sendiri dan selama ini ia berusaha melenyapkanku bukan tanpa alasan."


"Jika sudah pasti dia pelakunya lalu kenapa eonnie tak melaporkannya ke polisi?!" sentak Tae hee geram.


"Kami tak punya bukti yang akurat jika ia adalah pelakunya, ia selalu meminjam tangan orang lain untuk melakukan pekerjaannya. Tapi satu hal yang aku yakini ... Sunny akan baik-baik saja karena ia memiliki wajah yang serupa dengan eomma," ujar Hye rim.


"Pamanmu sudah gila eonnie, Sunny eonni adalah keponakannya sendiri! Aku akan melaporkannya pada Taehyung oppa."


"Percuma mengatakan hal ini pada Taehyung oppa, kita tidak memiliki bukti apapun. Bahkan saksi yang mungkin menyaksikan saat Sunny di culik masih belum sadarkan diri," kata Hye rim sambil menatap Jimin yang masih berbaring.


Untuk sesaat keduanya terdiam, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Bahkan mereka tak menyadari jika mata yang sedari terpejam berkedut beberapa kali dan diikuti jemari yang mengepal. Perlahan kelopak matanya terbuka dan terlihat jika si pemilik mata itu meringis menahan sakit yang ia rasakan ketika pertama kali membuka mata, Jimin menatap ke sekeliling untuk memastikan keberadaannya. Ia terdiam saat mendengar pembicaraan antara Hye rim dan Tae hee, di hatinya merasa geram dan khawatir bersamaan tapi walau begitu ia tetap sedikit tenang karena sudah pasti jika istrinya saat ini akan baik-baik saja.


🍁🍁🍁

__ADS_1


"Hyura nuuna, tunggu!" teriak Sehun sambil berlari berusaha mengejar Hyura.


Pembicaraan mereka yang tak selesai membuat Sehun amat penasaran, apalagi setelah tahu jika dulu Hyura pernah bekerja sebagai pelayan di kediaman keluarga Hann atas perintah Baekhyun dan hampir saja melenyapkan nyawa putri sulung keluarga itu. Dendam dan ke serakahan bisa membutakan seseorang, walau terhadap keluarga kandungnya sendiri.


"Ada apa lagi Sehun-aa?" tanya Hyura setelah Sehun berada di hadapannya dengan napas yang tersengal.


"I-itu ... it-"


"Itu apa?! bicara yang jelas."


"Gadis yang beberapa hari lalu di bawa ke mari oleh Baekyun Hyung, kau yakin akan melepaskannya?" tanya Sehun hati-hati.


Hyura terlihat menghela napasnya, ia menatap Sehun dengan tatapan putus asa dan hal itu membuat pemuda tampan itu tahu akan jawaban yang ia cari.


"Aku akan membantu nuuna, jadi jangan khawatir."


"Terima kasih," ucap Hyura sambil memeluk Sehun erat membuat pemuda itu mematung seketika dan jantungnya berdebar kencang.


Hyura, gadis 27 tahun itu merasa beruntung. Jika saja selama ini tidak ada pemuda bermarga Oh tersebut yang selalu menghiburnya setelah ia kembali dicampakkan oleh pria yang ia cintai, mungkin saja ia akan mengakhiri hidupnya seperti dulu. Ya, Hyura sempat mencoba untuk membunuh dirinya sendiri, tapi Sehun datang tepat waktu dan menyelamatakannya.


..


"Makanlah dulu, kau harus segera pulih jika ingin meninggalkan tempat ini." Hyura menyodorkan nampan berisi makanan dan minuman pada Sunny yang sedang duduk bersandar.


"Apa kau yakin akan melepaskanku sementara kau tahu jika manusia iblis itu akan murka padamu," ujar Sunny sambil menerima nampan yang disodorkan padanya.


"Sudahlah, jangan bahas itu terus. Asal kau tahu ... tembok di sini terkadang memiliki telinga," timpal Sehun yang tiba-tiba saja sudah berada di antara kedua wanita itu.


"Terima kasih," ucap Sunny sungguh-sungguh.


Entahlah, apa benar dia harus merasa lega dengan apa yang dijanjikan oleh kedua orang yang kini sedang memperhatikannya makan. Sesungguhnya ia masih merasa ragu, tapi untuk bersikeras bukanlah hal yang baik saat ini.


Suara deru mobil terdengar berhenti di halaman, menandakan jika seseorang baru saja tiba. Hal itu membuat Sunny cepat-cepat menelan makanan yang sedang ia kunyah, lalu memberikan nampan itu pada Hyura. Ia segera berbaring dan menyembunyikan tubuhnya di balik selimut tebal, itulah yang ia lakukan setiap Baekyun datang berkunjung. Sudah hampir dua minggu hal itu berlangsung dan pria itu cukup kesal karena Sunny selalu menghindari bertemu dengannya walau sebentar saja. Namun, Baekhyun tak bisa bersikap kasar pada Sunny dan selalu bersabar. Ia berlalu pergi setelah mengecup kepala sang keponakan yang sedang tertutupi oleh selimut, selalu saja kesabarannya di uji.


Braakkk!

__ADS_1


Sunny menyembulkan kepalanya perlahan setelah yakin tidak ada seorangpun di kamar ini, "Jimin oppa, aku sangat merindukanmu. Semoga kau baik-baik saja," lirihnya.


Tbc ...


__ADS_2