Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Part 34


__ADS_3

Wedding


'Istri Pengganti'


Part : 32


Cast : Kim Taehyung


Cha Hye rim


pendamping : Kim Tae hee // Cha Doo Hae // Park Jimin // Park Jira //Cha Sunny // Cha Chanyeol // Cho Kyuhyun // Hann Chaerin


Pendatang : Oh Sehun // Kim Hyura // Byun Baekhyun


Cast lainnya menyusul belakangan


Author : Cha Hye rim


Genre : Random


Rate : 17


#part_sebelumnya


"Jimin sendiri sekarang bagaimana keadaannya," tanya Taehyung.


"Dia masih di dalam, belum sadarkan diri. Sepertinya ia di pukul oleh sesuatu hingga membuat kondisinya memburuk," jawab Tuan Cha sambil melihat ke dalam kamar melalui kaca yang berada di pintu. Di sana terlihat Nyonya Park menangisi keadaan putranya yang hingga saat ini masih tak sadar.


"Aku ingin melihatnya," pinta Tae hee.


"Ayo, oppa juga ingin melihatnya."

__ADS_1


"Kalian duluan saja, aku masih ada yang harus dibicarakan dengan appa. Nanti aku menyusul," ucap Hye rim.


"Baiklah."


🍁🍁🍁


Jimin terbaring tak berdaya di ranjang, perban terlilit hampir menutupi seluruh kepalanya. Sejak suster jaga menemukannya tak sadarkan diri di lantai kamar ini, hingga kini pria ceria itu masih belum sadar. Sementara itu Nyonya Park masih saja menangis pilu sambil menggenggam jemari sang putra.


"Immo," panggil Taehyung pelan.


"Taehyung-aa." Isakan semakin keras terdengar, membuat pria Kim itu kelabakan.


"Tenanglah Immo, Jimin-hyung akan baik-baik saja. Percayalah," bujuk Taehyung sambil mengusap punggung sang Immo pelan agar beliau menjadi tenang.


"Immo, di mana Samchon? apakah dia-"


"Samchon kalian lebih mementingkan perusahaan dari pada putranya!" gerutuan sinis Nyonya Park untuk sang suami terdengar.


"Kalau bukan Samchon ... lalu siapa yang akan menghandel pekerjaan kantor? jika kantor itu bangkrut dan membuat Jimin hyung sedih, siapa yang akan menerima konsekuensinya."


"Baiklah, aku memang tidak akan bisa berdebat dengan kalian. Ah iya, mana istrimu Taehyung-aa?" tanya Nyonya Park saat ia menyadari tidak ada Hye rim di antara mereka.


"Dia sedang bersama keluarganya, jika immo lupa ... istriku adalah kakak Sunny, istri Jimin."


"Sepertinya kau yang lupa, aku bahkan baru tahu setelah kau mengatakannya barusan. Selama ini kau tak pernah menyebutkan asal usul istrimu itu," kilah Nyonya Park.


"Hehe ... immo jangan begitu. Oppa bukan menyembunyikan, tapi karena saat itu Hye rim eonni sedang kehilangan ingatannya."


"Apa kalian berpikir ... kejadian ini hal yang biasa? bukankah seperti sudah terencana. Atau ada musuh yang mengincar keluarga menantuku hingga hal ini bisa terjadi," ujar Nyonya Park sambil duduk kembali di sisi ranjang, menatap sendu wajah pucat sang putra.


"Immo tenang saja, aku sedang menyelediki semuanya."

__ADS_1


🍁🍁🍁


Distrik Jung, Daegu


Distrik Jung (Jung-gu) adalah gu, atau distrik, meliputi wilayah pusat kota Daegu, Korea Selatan. Berbatasan dengan sebagian besar distrik lain dari Daegu, termasuk Nam-gu di selatan, Seo-gu ke barat, Buk-gu di utara, dan Dong-gu dan Suseong-gu ke timur. Perbatasan utara dibentuk oleh kereta api Jalur Gyeongbu, dan perbatasan timur dengan aliran Sincheon.


"Kenapa kau membawanya ke sini? seharusnya di berada di rumah sakit," ucap Hyura yang memperhatikan Baekhyun sedang memberikan sesuatu melalui selang infus yang terpasang di tangan kiri Sunny.


"Diamlah! jika kau tak bisa membantu merawatnya, maka aku akan mencari yang lain." Baekyun menatap tajam pada Hyura yang kini tertunduk sedih.


"Kenapa kau menyakitiku hingga seperti ini, tak memperdulikan perasaanku yang mencintaimu, Baekhyun-aa!" pekik Hyura emosi.


Baekyun terdiam, ia tahu sudah sangat keterlaluan pada wanita yang selama ini telah menjadi penghangat ranjangnya hampir disetiap malam. "Akan lebih baik jika kau membenciku semakin dalam," ujar Baekhyun sebelum ia meninggalkan Sunny yang masih tak sadarkan diri bersama Hyura di kamar.


Blaam!!


Baekyun pergi dengan emosi yang meluap, setelah pria itu pergi kamar itu menjadi sepi. Hyura berjalan mendekati Sunny yang terbaring, wajah pucat itu membuat wanita itu merasa bersalah. Dulu ia selalu tanpa hati mencelakai Hye rim atas perintah pria pujaan hatinya, dengan harapan jika pria berhati dingin itu melihat ketulusannya. Tapi kini ia menyadari jika semua usaha dan pengorbanannya berakhir sia-sia.


"Nona muda Cha, Anda kasihan sekali. Bahkan nasib Anda lebih tragis dari pada saya atau ... nasib saya yang terlalu menyedihkan," lirih Hyura terduduk di lantai kemudian menangis tersedu-sedu.


..


"Hyung, tunggu aku!" teriak Sehun sambil terus berlari berusaha mengejar Baekhyun yang terlihat berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman.


"Hmm ... ada apa?" tanya Baekyun.


"S-sebentar hos ... hos ... a-aku bernapas dulu ...," Baekhyun memutar bola matanya bosan.


"Cepatlah, aku harus ke kantor. Kau jangan lupa untuk membantu Hyura merawat calon istriku," kata Baekhyun sambil melirik jam tangannya.


"Tapi hyung, dia adalah keponakanmu! tidak masuk akal jika kau ingin menikahinya." Baekhyun bersidekap di dada saat mendengar penuturan fakta atas statusnya dengan Sunny, ia menatap tajam pada pemuda berusia dua puluh dua tahun itu tajam.

__ADS_1


"Itu. Bukan. Urusanmu."


Sehun terdiam di tempat tanpa kembali mencegah pria itu yang memasuki mobilnya, kemudian pergi dengan cepat tanpa memperdulikannya. Pemuda itu mendengkus kesal, ia berbalik dan kembali memasuki rumah sambil menggerutu tak jelas. Begitu ia tiba di depan kamar Hyura, ia mendengar wanita itu seperti berbicara dengan orang lain. Ia terbelalak saat menyadari Sunny lah yang kini tengah berbicara dengan Hyura dan mereka kini terlibat percakapan panas karena Sunny mengenal Hyura adalah mantan pelayan kepercayaan keluarganya dalam mengurus keperluan Hye rim dan Sunny walau usianya hanya berbeda beberapa tahun saja.


__ADS_2