
🍁🍁🍁
Taehyung dan Chaerin sedang menikmati sarapan bersama di resto hotel tempat mereka menginap.
"Mau sampai kapan kau memainkan ponselmu, sebaiknya cepat kau habiskan sarapanmu." Taehyung memperhatikan wajah kesal Chaerin sejak ia bangun tidur tadi.
"Aku tidak bermain, tapi berusaha untuk menghubungi Tae hee!" pekik Chaerin kesal.
"Ckckck ... percuma saja. Dia tidak akan mengangkat telepon darimu," ujar Taehyung santai.
"Kalau begitu aku akan pulang sendiri!" ketus Chaerin.
"Kalau bisa, silakan saja. Asal kau tahu ... Tae hee membawa paspor-paspor kita. Bahkan aku tidak tahu kapan dia mengambil milikku," keluh Taehyung.
mendengar ucapan Taehyung, Chaerin lemas di kursinya. Ia tidak menyangka jika ia telah di jebak secara utuh oleh adik iparnya, sekarang ia tidak tahu harus melakukan apa. Gadis itu sedang bingung memikirkan cara, ia memandang sengit pada pemuda itu.
"Awas saja kalau kau berani berbuat macam-macam padaku! sebaiknya kau memesan kamar hotel lainnya," ancam Chaerin sambil beranjak dan meninggalkan Taehyung yang tersenyum memandangi kepergiannya.
"Penolakanmu itu, hanya membuatku semakin penasaran dan ingin segera menyentuhmu." Taehyung menyeringai memikirkan apa yang baru saja ia ucapkan.
.
.
Chaerin berjalan di pinggir pantai, keindahannya membuat sedikit kekesalannya hilang. Walau Taehyung berjalan tidak jauh di belakangnya, tapi ia tidak perduli.
"Mau sampai kemana kau berjalan, ini sudah sangat jauh dari pinggir jalan Chae!" teriak Taehyung karena jarak antara mereka.
"Bukan urusanmu, sebaiknya kau kembali ke mobil saja." Chaerin tidak memperdulikan Taehyung, ia masih sangat kesal.
"Sebaiknya kita kembali ke hotel, lihat ... sebentar lagi akan turun hujan dan kita sudah cukup jauh."
__ADS_1
"Aku tidak mau, kau saja yang pulang!" pekik Chaerin.
"Kau ini keras kepala sekali, sebaiknya ayo-"
Ucapan Taehyung berhenti ketika tiba-tiba saja turun dengan sangat deras tanpa peringatan. Sesegera mungkin Taehyung mengajak Chaerin mencari tempat berteduh. Tapi sial, sepanjang pantai sepi ini tidak ada kedai makanan atau apapun untuk berteduh.
"Kita kesana!"
Chaerin hanya bisa mengikuti kemana Taehyung membawanya, ini memang salahnya. Sekarang mereka terkepung hujan deras, pemuda itu membawa Chaerin ke sebuah goa tua yang sudah ditutupi lumut dan tumbuhan menjalar.
"Baru kali ini aku tahu ada goa di tepi pantai," gumam Chaerin. Ia menggigil kedinginan karena tubuhnya basah kuyup.
Kondisi Taehyung juga tidak jauh berbeda, intinya keduanya kini tengah dalam kondisi kedinginan dan pakaian yang basah.
"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Taehyung seolah menyindir.
"Aku tahu, aku salah. Maaf ...," ujar Chaerin sambil tertunduk.
Chaerin diam saja seolah tidak mendengar, ia takut sekarang.
"Kemari!" perintah Taehyung dengan nada suara sedikit tinggi.
Akhirnya, mau tak mau gadis itu mendekati Taehyung. "Aakhh ...," Chaerin menjerit ketika tubuhnya ditarik dengan kencang hingga menabrak dada bidang Taehyung yang terbungkus kemeja basah.
"Kita bisa saling menghangatkan sambil menunggu hujan reda," ucapan ambigu Taehyung membuat gadis itu waspada.
"A-apa yang kau maksud?!" tanyanya khawatir.
Taehyung tidak menjawab, ia hanya memeluknya lebih erat. Sejujurnya, Chaerin merasa nyaman di peluk oleh Taehyung, ia merasa hangat. Tapi sesuatu dalam dirinya melarangnya untuk terbuai terlalu dalam dan jauh, karena pria yang kini sedang memeluknya bukanlah seutuhnya miliknya.
.
__ADS_1
.
"Hatchu ...,"
Itu adalah bersin Chaerin yang kesekian kalinya terdengar, padahal ia sudah mandi dengan air hangat dan memakai pakaian tebal.
"Kau lemah sekali, apa perlu aku yang menghangatkanmu?" tanya Taehyung menggoda Chaerin.
"Di-diam ... hatchu!" Chaerin bersin lagi.
Taehyung berjalan mendekati Chaerin, membuat gadis itu waspada. Ia berjalan mundur selangkah demi selangkah menyamai Taehyung yang mendekatinya. Pemuda itu menatap wajah istrinya yang memucat, sepertinya efek kehujanan tidak baik bagi tubuhnya.
Chaerin sudah tidak bisa bergerak lagi, dirinya sudah terhimpit antara tembok dan tubuh Taehyung yang sangat dekat. Bahkan ia merasakan embusan napas di wajahnya, pria itu benar-benar membuat kinerja jantungnya tidak normal.
"K-kau ma-"
Lagi dan lagi Chaerin tidak bisa melanjutkan ucapannya, tapi kali ini bukan karena bersin melainkan bibir Taehyung yang kini berlabuh di permukaan bibirnya. Menciumnya dengan ritme yang perlahan, tapi tetap mendominasi.
Taehyung menarik pinggangnya agar tubuh mereka semakin rapat, tangan nakalnya merayap di punggung berusaha membuat gadis itu merasa rileks. Sepertinya berhasil hingga ia tidak sadar kini dirinya telah berbaring di ranjang dengan pria itu yang berada di atas tubuhnya.
Ciuman yang semula perlahan kini semakin menuntut, Taehyung benar-benar lihai membuat seorang gadis terbuai hanya karena sebuah ciuman.
"Aaahhhh ...," desahan pertama Chaerin terdengar saat Taehyung berhasil meninggalkan jejak pertamanya di leher jenjang gadis itu.
Tangannya meremas pelan payudara gadis itu selagi bibirnya mengexplor leher dan bahu yang hingga meninggal beberapa tanda lain yang serupa di kulit yang semula mulus.
Chaerin membuka matanya yang sedari tadi terpejam, saat Taehyung beranjak dari atas tubuhnya. Meninggalkannya yang sudah acak-acakan dengan napas yang terengah-engah karena permainan bibir dan tangan pria itu. Bahkan pakaian atasnya sudah tersingkap memperlihatkan sebagian tubuhnya. Air matanya menetes ketika ia merasa pria itu tidak menginginkannya, maka dari itu ia ditinggalkan dalam kondisi menyedihkan.
Sementara di kamar mandi, di bawah guyuran air shower Taehyung menatap bagian bawah tubuhnya yang ternyata ereksi sempurna.
"Hampir saja, hahh ... walau ini bukan yang pertama kalinya, aku tak bisa menyentuhmu secara paksa dan tak ingin menyakitimu jika kau masih menolak sentuhanku Chaerin-aa! Aku ingin memulai dari awal hubungan kita, seharusnya kau paham."
__ADS_1