Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 6


__ADS_3

Taehyung mematikan mesin mobilnya dan segera keluar, ia menarik napas dalam sembari berjalan menuju pintu, ia mengeluarkan kunci cadangan yang selalu ia bawa. Lampu di setiap ruangan sudah padam, malam ini ia kembali pulang tengah malam karena ia baru saja kembali dari club' untuk bersenang-senang.


Seminggu yang lalu Taehyung pulang di saat masih sore, tapi ia tak menemukan Chaerin di manapun. Ia yang mengira akan menemukan wanita itu sambil duduk di sofa, tapi malah menemukannya pergi keluar dan pulang diantarkan oleh seorang pria asing. Sejak itu Taehyung semakin menjadi-jadi, selalu ke club' malam untuk kembali bermain jalang.


Saat ia melewati ruang tamu, lagi-lagi ia menemukan jika wanita itu tertidur di sofa. Jelas jika wanita itu saat sedang menunggunya, Taehyung berjongkok di hadapan Chaerin yang terlelap. Sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mengecup permukaan bibir yang merah alami, kemudian ia bangkit dan menggendongnya, dengan perlahan ia membawa sang istri ke kamar mereka.


.


.


Kring ...


Kring ...


Kring ...


Suara alarm berbunyi nyaring, membuat Chaerin terbangun dengan cepat dan segera mematikan benda itu karena takut membuat seseorang yang masih terlelap merasa terganggu. Saat Chaerin beranjak hendak turun dari ranjang, sebuah tangan meraih pinggangnya dan menariknya hingga ia kembali tertidur dengan posisi yang sangat dekat.


"Ini masih pagi, kau mau kemana?" tanya Taehyung dengan suara serak khas bangun tidur.


"A-aku harus membuatkan sarapan u-untukmu," jawab Chaerin gugup.


"Tidak perlu membuat sarapan. Aku hanya butuh kau menemaniku sebentar lagi," ucap Taehyung.


Pemuda tampan itu membenarkan posisi Chaerin dipelukannya, dan ia kembali terlelap. Suasana pagi yang langka bagi seorang Hann Chaerin, tidak biasanya Taehyung bersikap lembut padanya sejak beberapa bulan yang lalu. Pernikahan mereka hanya sebuah kedok balas dendam bagi Taehyung, dan sumber keuntungan bagi keluarga palsu Chaerin. Hingga berdampak penderitaan bagi wanita itu.


.


.


"Kenapa kau melamun? cepat selesaikan makananmu," ucap Taehyung.


"N-nee," sahut Chaerin.

__ADS_1


Saat ini mereka sedang sarapan di sebuah restauran bintang lima, Taehyung membawa Chaerin makan di luar. Entah angin apa yang membuat hari ini sikap Taehyung sedikit berubah, walau masih dingin dan ketus tapi ia tidak memperlakukan wanita itu sekadar biasanya.


Uhuk ... uhuk ... uhuk ...


Chaerin tersedak, dengan cekatan Taehyung memberikan air minum pada gadis itu. Dengan segera Chae meraih gelas itu dan meminumnya hingga tandas.


"Terimakasih, oppa-"


"Hari ini kau temani aku menghadiri sebuah acara, aku harap kau tidak mempermalukan aku di sana!" potong Taehyung.


"Jika takut aku mempermalukanmu, sebaiknya kau tidak membawaku." Chaerin meletakkan sumpit tanda ia telah menyelesaikan makanannya.


"Kau hanya harus menurutiku!" ancam Taehyung menatap tajam Chaerin.


"Terserah padamu," ujar Chaerin pasrah.


Setelah selesai, Taehyung membawa Chaerin meninggalkan restoran dan berjalan menuju lift, setelah tiba di lantai yang dituju Taehyung memasuki sebuah kamar di hotel ini yang ternyata sudah ia booking. Awalnya Chaerin enggan untuk ikut masuk, tapi melihat tatapan tajam ala Kim Taehyung membuat wanita itu terpaksa untuk masuk. Ternyata bukan hanya ada mereka saja di kamar itu, melainkan ada beberapa orang gadis bermake-up tebal dan juga pria kemayu yang yang sepertinya sudah menunggu kedatangan keduanya.


"Sayang ... kenapa kau lama sekali," ucap salah satu wanita itu sambil bergelayut manja di bahu Taehyung.


Sepeninggal Taehyung, gadis yang tadi menyapa mesra pemuda itu menatap Chaerin Sinis. Tapi ia segera melakukan pekerjaannya, ia adalah seorang penata rias profesional. Namanya Monica, ia sudah menyukai Taehyung sejak bangku SMA. Ia juga adalah salah satu wanita yang selalu ditiduri oleh pria itu jika sedang kesal. Tapi satu hal yang pasti, Taehyung tidak pernah menanam benihnya pada satu wanitapun. Terkecuali Chaerin pada pagi itu dalam keadaan sadar seratus persen.


"Kau tidak lebih cantik dariku, tapi mengapa Taehyung lebih memilihmu dari pada aku untuk menemaninya malam ini?" tanya Monica.


"Kau bisa menanyakan langsung padanya jika ia kembali nanti," jawab Chaerin.


"Ternyata gadis kampung sepertimu bisa sombong juga setelah ditiduri olah pria sekelas Kim Taehyung," sinis Monica.


"Sebaiknya kau jaga ucapanmu, jika tidak ingin kau menderita kerugian nantinya." Chaerin menumpahkan kotak tempat peralatan make'up milik Monika.


"Beraninya kau!!!" hardik Monika murka.


"Apa!!" tantang Chaerin. "Ingat, jika aku tidak tampil sempurna ... maka kau akan tahu akibatnya dan mendapatkan hadiah dari Taehyung oppa," tambahnya lagi.

__ADS_1


"Kurang ajar! tunggu saja aku akan membalasmu," ancam Monica.


Chaerin hanya tersenyum sinis menatap Monica dari pantulan cermin dihadapannya, ia merasa puas sudah mempermalukan wanita kesayangan suaminya- itu adalah hasil pemikirannya- tanpa ia tahu jika apa yang ia pikirkan itu salah besar.


***


Pesta malam ini adalah pesta ulang tahun perusahaan milik Taehyung, ia sengaja membawa Chaerin menghadiri acara malam ini adalah untuk satu tujuan, yaitu memenuhi permintaan terakhir mendiang ibunya. Jika bukan karena hal itu, Taehyung tidak berniat membawa wanita itu bersamanya malam ini.


Taehyung sudah berada di sini sejak satu jam yang lalu, tapi ia masih belum menjemput Chaerin untuk hadir. Ia terlihat berbincang dengan beberapa teman dekatnya, dan sesekali raut wajahnya memerah. Entah karena malu atau kesal tidak ada yang tahu. Pesta yang digelar terlihat mewah dan berkelas, sungguh khas orang berada yang royal.


"Mana istrimu? kenapa tidak terlihat, apa kau masih berusaha untuk menyembunyikannya?" tanya Namjoon.


"Dia belum selesai," jawab Taehyung sekenanya.


"Alasannya saja, padahal Tuan Kim kita ini sedang bersikap posesif dengan terus menyembunyikan istri cantiknya dari khalayak." Hoseok merangkul Taehyung sambil terus tertawa bahagia karena telah berhasil membuat adik sepupunya sangat kesal.


"Diamlah Hyung! kau membuatku kesal," kata Taehyung.


"Apa harus aku yang menjemputnya?" tanya Hoseok lagi.


"Tidak usah, aku pergi menjemputnya dulu." Taehyung pun pergi meninggalkan mereka yang kini tertawa dengan puas.


"Kalian menyebalkan!" pekik Taehyung menahan kekesalannya.


"Sayang ... mau kemana?" Tanya Monica yang kebetulan berpapasan di pintu aula hotel.


"Bukan urusanmu!" sahut Taehyung sambil berlalu begitu saja.


"Aku akan mendapatkanmu Kim Taehyung. Tunggu saja kapan kau akan datang dan memohon padaku," gumam Monica sambil menatap punggung Taehyung yang menjauh.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2