
Karena Author tidak memiliki inspirasi untuk melanjutkan cerita Wedding, maka Author menberikan cerita ini sebagai penggantinya. Semoga suka dan tolong bantu doa agar Saya bisa dengan cepat mendapatkan inspirasi agar cerita Wedding bisa dilanjutkan.
ONESHOOT KHUSUS READERS
Tittle : Itik Buruk Rupa Menjadi Angsa Yang Cantik
Oneshoot
Cast : Kim Taehyung
Hann Vitta As Hann V-Ta
Kim Seok Jin
Park Ye Seoul
Lorena Kim
Cast lainnya akan menyusul jika ada
Genre : Random
Rate : 17+
Jangan terlalu membenci, karena itu adalah awal dari rasa cinta...
🍁🍁🍁
"S-sunbae, a-aku ingin memberikan ini p-padamu."
Seorang gadis berkacamata dengan pakaian Sma-nya yang kebesaran dan rambutnya yang dikepang dua, terlihat memberikan sebuah kotak berbungkus kertas pink pada seorang pemuda paling tampan di Shinwa. Bisik-bisik mulai terdengar tentang keberanian gadis itu, mereka bahkan mulai bertaruh tentang nasib gadis itu selanjutnya.
Aakhh!
"Menjauh dariku, kau membuatku malu saja. Aku tidak menerima sampah darimu, sebaiknya kau segera pergi!" sinis Taehyung setelah mendorong gadis berkacamata itu hingga tersungkur.
Gadis itu hanya diam sambil menatap kotak kado miliknya yang kini berada di bawah kaki Taehyung, ia tak berani untuk menatap mata dari pemuda yang telah tega membuatnya kembali terluka. Ini bukan pertama kalinya dirinya di permalukan atau di bully, walau sudah sering ia juga tidak berani untuk melawan mereka.
"Lain kali jika ingin mencari perhatian pangeran sepertinya, kau harus berkaca terlebih dahulu. Apakah pantas seorang pecundang bermata empat sepertimu untuk menyatakan cinta padanya," ejek Lorena sang primadona sambil mengandeng tangan Taehyung, mereka berlalu meninggalkan gadis itu yang kini tengah menjadi bahan tertawaan.
'Aku tak dapat membencimu walau kau kembali menyakiti hatiku,' lirih gadis itu dalam hati.
Namanya adalah Hann Vitaa, gadis yang selalu menjadi bahan olok-olok satu sekolahan. Bahkan tak sedikit juga murid yang selalu memanfaatkan kebaikan atau kepintarannya, ia selalu mendapatkan cemoohan karena menyukai pangeran sekolah, ya semua murid di Shinwa high school ini mengetahuinya. Namun, gadis bermarga Hann itu tak pernah memperdulikan sikap mereka yang jahat dan selalu menyakitinya.
"Apa otakmu sudah bergeser ke dengkul, Vitaa-ya?!" Vita menatap sahabatnya bingung tapi ia tak mengatakan apapun.
"Vitaa sudah terkena racun cinta yang mematikan," ejek temannya yang lain.
"Yurry, Hanna, Kalian berdua diamlah, omelan kalian membuatku semakin terpuruk." Kedua sahabatnya hanya bisa mendengkus kesal mendengar ucapan dari Vitaa.
"Lihatlah, laki-laki seperti itu yang kau sukai? sungguh tak masuk akal," ungkap Yurry. Ia menatap ke arah pohon rindang yang tak jauh dari kantin, di sana terlihat sepasang kekasih sedang bercumbu. Walau dari jauh, Vitta bisa
"lalu aku harus bagaimana jika di hadapannya, aku tak bisa berpaling sebentar untuk berusaha membencinya!" racau Vitta.
Air mata gadis bermarga Hann itu mengalir tanpa perintah, hatinya berdenyut sakit melihat pemandangan itu. Namun ... hatinya tak bisa membenci pemuda yang sebenarnya sudah dijodohkan dengannya, itulah awal kebencian pemuda bermarga Kim itu padanya.
🍁🍁🍁
Kediaman keluarga Kim
"Setelah makan malam, aku ingin bicara denganmu Taehyung-aa." Tuan Kim meletakan sendoknya setelah menyelesaikan makanannya.
"Baik, Appa."
Kim Taehyung pemuda tampan dengan segudang prestasi, disukai banyak gadis tapi ia tak pernah melirik mereka. Jika ditanya hubungannya dengan Lorena, mereka hanya teman kencan tanpa perasaan. Itulah komitmen awal dari pemuda itu jika ada gadis yang ingin selalu menempel padanya, bahkan bukan tidak mungkin mereka juga menjadi patner ranjang yang hanya di pakai sekali.
Tapi kehidupan liarnya itu tak pernah di bawa pulang, ia selalu menjadi anak yang baik dan penurut di depan eommanya juga keluarganya. Ia bahkan tak menolak saat mengetahui jika dirinya sudah dijodohkan dengan hobae culun di sekolahnya, walau begitu ia tak membiarkan tunangannya itu hidup tenang. Ia selalu berhasil menyakiti gadis itu dengan harapan, jika ia merasa tak sanggup maka gadis bermarga Hann tersebut akan membatalkan perjodohan yang terjalin diantara mereka. Tapi sampai hari ini, menjelang pernikahan yang tinggal menghitung hari gadis itu masih bertahan. Hal itu semakin membuat Taehyung geram, ia bahkan semakin membenci gadis tak bersalah itu.
Tok! tok! tok!
Taehyung mengetuk pintu ruang kerja sang appa, dalam hati ia tak ingin berada di sini tapi ia tetap menghampiri beliau.
"Masuk!" perintah sebuah suara yang berasal dari dalam ruangan.
Klek!
Taehyung berjalan perlahan mendekati meja kerja, menarik kursi yang tersedia kemudian duduk walau tanpa diperintah.
"Ada apa, appa?" tanya Taehyung.
"Kau berpikir appa tidak mengetahui apa yang sudah kau perbuat pada calon istrimu? tidakkah kau bisa berubah di saat hari pernikahan ini semakin dekat." Tuan Kim memijit kepalanya pelan.
"Aku hanya sedikit mengujinya, jika dia tak sanggup bertahan itu bukan salahku. Aku hanya ingin seorang gadis yang kuat dan pantas untuk bisa berdiri di sisiku sebagai istri," kilah Taehyung tanpa ragu.
"Kau memang putra appa yang terbaik, tapi ada kalanya apa yang kau anggap tak pantas untukmu itu malah akan jadi yang terbaik kelak. Appa sudah selesai ... kau bisa kembali ke kamarmu," ucap Tuan Kim.
"Baik, appa jangan terlalu lelah ... sebaiknya segera beristirahat." Taehyung sedikit membungkukkan tubuhnya sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Tuan Kim sendiri dalam pikirannya yang gelisah.
.
.
"Aaahhhhh ... yaahh di situ ouuchh!" jerit seoarang gadis yang kondisinya hampir bugil.
Pria itu menyeringai, lidahnya kembali mengobrak-abrik ** yang saat ini tengah ia nikmati. Wanita itu memejamkan bola matanya menahan rasa nikmat ketika ia akan ***, tapi pria tampan itu tak membiarkan wanitanya mendapatkan apa yang ia mau.
"Yaaak ... k-kenapa kau berhenti oppa? ashh," geram wanita itu ketika sang pria menghentikan aktifitasnya di bawah sana.
__ADS_1
"Kenapa, Kau ingin lagi?" goda pria itu sambil **** tubuh wanita itu yang kini tersenyum.
"Kau tahu apa yang kuinginkan Taehyung-aa," desah manja wanita itu sambil mengalungkan tangannya di leher Taehyung.
"Aku akan memberikan apa yang kau mau, tapi ... kau harus memuaskanku, Lorena Kim." Taehyung mencium kasar wanita itu, melumat sambil *** sepasang payudara yang sudah tak terhalang apapun lagi.
Desahan tertahan yang terhalangi oleh ciuman Taehyung membuat Lorena frustasi, ia mengikuti ritme tak beraturan pria pujaan hatinya walau kesulitan. Hingga tanpa menyadari jika dirinya telah ditelanjangi hingga kini mereka tak lagi terhalangi sehelai benang pun.
Aakkhhhh!
Wanita itu menjerit ketika tanpa aba-aba Taehyung memasukinya sekali hentak, tanpa menunggu dan menyesuaikan keadaan pria itu bergerak brutal. Ia bahkan tak memperdulikan pasangannya yang merintih kesakitan karena penyatuan kasar yang ia lakukan, ia terus bergerak mencari kepuasannya.
"Akkhh, perlahan Tae ... kau menyakitiku!" racau Lorena sambil mencakar punggung putih Taehyung hingga menyebabkan luka.
"M-maaf aargghh ... t-tapi aku tak bisa berhenti hhh," ujar Taehyung di sela desahannya.
Peluh telah membasahi tubuh keduanya, berkilau di bawah sinar lampu temaram. Jeritan yang semula kesakitan kini berubah menjadi desahan penuh nikmat. Saling berciuman menyalurkan nafsu masing-masing, tak memperdulikan hubungan apa yang mereka miliki. Tak ada status, tak ada komitmen, hanya menuruti nasfu dan rasa ingin memiliki walau hanya semalam membuat Lorena menyerahkan keperawananya pada pria yang ia cintai, sebelum hari pernikahan pria itu tiba esok hari.
🍂🍂🍂
Minggu pagi adalah surga bagi para pelajar untuk bermalas-malasan di atas tempat tidur, tapi tidak semua pelajar bisa menikmati akhir pekan dengan bebas. Seperti yang terjadi pada gadis ini, Vitaa sudah harus terbangun sejak pukul 05:00 pagi. Mempersiapkan segalanya sebelum ia dan keluarganya berangkat ke Suatu tempat, dengan tak bersemangat Vitaa memasuki mobil dengan selimut yang masih membungkus dirinya. Ia tak memperdulikan dengan pakaian apa yang ia gunakan, baginya yang terpenting adalah bisa melanjutkan tidurnya di perjalanan. Gadis yang masih mengenakan baju tidur dengan gambar kepala teddy bear besar di bagian depan itu melupakan satu hal penting, ia bahkan tidak bertanya ketika dirinya di minta untuk segera memasuki mobil karena kedua orangtuanya tidak ingin sampai terlambat.
Teng! teng! teng!
Suara lonceng yang nyaring membuat Vitaa kaget dan terbangun, ia melirik kesekitar saat menyadari jika di mobil ini hanya ada dirinya. Karena malu, ia semakin membenamkan dirinya pada selimut tebal yang sedari tadi membuatnya nyaman selama perjalanan. Dalam hati ia menyesal karena tidak memperhatikan penampilan terlebih dulu, sekarang bagaimana caranya ia bisa keluar tanpa menjadi pusat perhatian.
"Ahh ... eomma kenapa meninggalkanku sendiri di sini?!" desis Vitaa sambil melirik sekitar.
"Apa yang sedang kau lakukan? ayo cepat keluar!" perintah seorang pria paruh baya yang ternyata adalah appa-nya.
"Kalian yang meninggalkanku," gerutu Vitaa sambil turun dari mobil.
"Ayo cepat, kau harus segera didandani." Tuan Hann segera menarik tangan putrinya agar mengikutinya.
Tuan Hann dan Vitaa telah tiba di sebuah ruangan sederhana yang tersedia di belakang geraja, di sana telah menunggu perias dan eommanya. Tanpa banyak basa-basi gadis berkacamata itu di dorong memasuki kamar mandi, setelah itu Tuan dan Nyonya Hann segera meninggalkan kamar dan menuju aula di mana para tamu dan mempelai pria telah menunggu.
.
.
Acara sakral yang dihadiri tamu penting dan keluarga terdekat berjalan lancar, pemberkatan pernikahan baru saja selesai di ucapkan dan kini kedua mempelai tengah melakukan tukar cincin yang diikuti oleh sesi berciuman. Hal ini membuat jantung Vitaa terus berdetak kencang, ia merasa malu dan takut karena sedari tadi Taehyung menatapnya tak bersahabat. Walau senyum tersungging dibibirnya tapi gadis itu menyadari jika senyuman itu hanya sebuah sandiwara, saat mereka tengah berhadapan dan pemuda itu mengangkat cadar yang menutupi sebagian wajahnya tepuk tangan dan sorak sorai semakin terdengar.
"Huhh ... jangan kau pikir aku akan mencium bibirmu. Jangan bermimpi!" sinis Taehyung pelan dan kemudian mendaratkan sebuah kecupan didahi Vitaa.
"Kau tahu ... suamiku. Kecupan ini lebih dari cukup untukku," balas Vitaa tenang.
Taehyung diam tak membalas ucapan Vitaa, keduanya bergandengan tangan menuruni altar menghampiri keluarga masing-masing yang tampak bahagia.
🍁🍁🍁
Setelah hampir selama 10 jam ia harus berdiri tegak dengan sepatu hak tinggi yang sebelumnya tak pernah ia gunakan, akhirnya gadis manis dengan kacamata bundarnya itu diperbolehkan untuk beristirahat lebih dulu. Sementara Taehyung masih menemani teman-temannya yang sengaja ia tahan agar menemaninya bergadang malam ini, ia telah berencana untuk membiarkan gadis yang tadi pagi ia nikahi sendiri di malam pertama mereka.
Vitta tak memperdulikan Taehyung yang belum menyusulnya ke kamar walau jam telah menunjukan pukul 02:00 dini hari, ia memilih untuk melanjutkan tidurnya setelah tadi terbangun karena haus dan merasa tidak nyaman. Tadi ia tertidur tanpa mengganti gaunnya terlebih dahulu, kini setelah membersihkan diri dan berganti pakaian yang hanya berupa selembar baju tidur tipis hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, gadis itu kembali merebahkan diri di ranjang yang empuk dan nyaman.
"Apakah dia sudah tidur? semoga dia tidak mengadu yang tidak-tidak besok," gerutu Taehyung sambil mengendap-ngendap memasuki kamar pengantin mereka.
Tepat jam 04:00 menjelang subuh Taehyung baru berpisah dengan teman-temannya, dengan langkah gontai ia kembali ke kamarnya. Pemuda itu mendengkus kesal saat melihat kamar yang dihias sedemikian rupa dengan taburan kelopak bunga mawar yang berserak di lantai, ia bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri karena menyadari jika gadis culun yang ia benci itu telah terlelap.
Hanya dengan sebuah handuk yang melilit dipinggangnya Taehyung keluar dari kamar mandi, menggusak rambutnya yang basah sambil duduk di sisi ranjang. Pergerakan yang pemuda itu lakukan membuat Vitta terbangun, akhirnya gadis itu terduduk sambil mengucek kedua matanya dan itu membuat pemuda bermarga Kim tersebut sedikit kaget.
"Kenapa kau bangun hah?!" sentak Taehyung sambil beranjak.
"Kemarilah, aku akan membantu oppa mengeringkan rambutmu." Vitta tak menghiraukan bentakan Taehyung, ia turun dari ranjang dan membimbing pemuda tampan itu duduk kembali.
"Kau ... sengaja berpakaian seperti ini di depanku untuk merayuku, kan?" tanya Taehyung dengan suara seraknya. Jujur saja sebenarnya ia tak menyangka jika gadis culun itu memiliki tubuh yang indah.
"Tidak oppa, di kamar ini hanya ada baju ini saja dan aku tak membawa baju tidurku tadi." Vitta terus mengeringkan rambut Taehyung, ia bahkan tak menyadari jika pemuda yang kini berstatus suaminya mulai terangsang melihatnya.
Pakaian berupa lingrie yang sangat tipis membuat Taehyung dapat melihat pakaian dalam yang digunakan gadis itu, aroma mawar yang terhirup saat Vitta berada didekatnya membuatnya nyaman. Apalagi saat ini wajah gadis itu polos tanpa kacamata yang biasanya mengganggu pemandangan, pemuda itu tak menyangka jika gadis yang selama ini ia bully menyembunyikan kecantikan alami dengan tubuh yang indah.
"Sudah selesai oppa, segeralah berpakaian. Aku akan, akhh ...," rintih Vitta saat dengan kasar Taehyung menariknya dan entah bagaimana caranya yang jelas kini pemuda itu tengah berada di atas tubuhnya. "A-apa yang kau lakukan opp-"
"Kita sudah menikah dan ini adalah malam pernikahan kita, jadi ... menurutmu apa yang biasanya pasangan yang baru menikah lakukan di malam pertama mereka?" tanya Taehyung berbisik ditelinga Vitta, membuat gadis itu meremang dengan sendirinya.
"A-aku t-tidak tahu," jawab Vitta terbata.
Jujur ia gugup sekali, ia bukan gadis polos yang tidak mengerti apa yang diinginkan oleh suaminya, tapi ia tidak ingin salah menebak. Taehyung tersenyum melihat Vitta merona di bawah tubuhnya, ia menggeram rendah saat menyadari dirinya dengan cepat terangsang hanya dengan melihat gadis ini berpakaian minim. Padahal ia sudah terbiasa melihat gadis-gadis telanjang didepannya, tapi dengan gadis ini ia merasakan sesuatu yang berbeda.
"Kenapa kau tak menolak perjodohan ini? Apa kau sangat mencintaiku hingga terus bertahan," bisik Taehyung sambil mulai mengecup leher Vitta membuat gadis itu mengelinjang kegelian.
"Ahhh ... geli oppa, y-ya oppa b-benar ahhh ...," desah Vitta disela ucapanya.
Taehyung semakin berani, ia mulai meninggalkan jejak kepemilikannya di leher dan bahu gadis itu. "Kalau begitu ... kau tak keberatan bukan jika aku menginginkanmu sekarang.
Vitta terkejut akan apa yang ia dengar, matanya terpejam saat Taehyung semakin berani menyentuhnya. Hingga untuk pertama kalinya sebuah ciuman ia dapatkan, Taehyung menciumnya perlahan dan lembut seolah menikmati sesuatu yang secara perlahan. Ciumannya terasa kaku karena gadis itu belum bisa mengimbangi gaya berciumannya yang sudah handal.
"Balas ciumanku Chagia," bisik Taehyung disela cumbuannya. Pemuda itu menyeringai senang saat gadis yang kini berada di bawah kuasanya mulai belajar dengan cepat bahkan bisa membalas setiap lumatannya.
🍂🍂🍂
Pagi datang dengan cepat, Taehyung sejak satu jam lalu sudah terbangun tapi ia tak bergerak sedikitpun dari ranjang karena Vitta tertidur dipelukannya. Pandangannya menatap sekeliling kamar hotel di mana ia dan keluarganya menginap semalam setelah pesta resepsi pernikahan yang diadakan di ballromm hotel selesai. Tampak olehnya handuk yang ia gunakan tadi malam dan gaun tidur Vitta berserakan di lantai, bahkan lingrie itu kini sudah tak dapat digunakan lagi karena keganasannya.
Taehyung yakin tadi malam ia tidak menyentuh alcohol sedikitpun, walau ia terbiasa dengan minuman itu tapi pemuda itu memang tidak minum. Jadi apa yang membuatnya menyerah hingga akhirnya menyentuh perempuan yang selama ini ia benci karena perjodohan mereka, ia menoleh menatap wajah letih sang gadis yang telah bertranformasi menjadi wanita kini masih tertidur lelap dipelukannya. Tampak jelas di kulitnya yang terekpost bercak-bercak kemerahan hasil dari percintaannya tadi malam.
"Eugh,"
lenguhan yang berasal dari wanita itu membuat Taehyung memejamkan kedua bola matanya, berpura-pura masih tertidur karena ia tak ingin Vitta melihatnya dengan pandangan menyalahkan dirinya atau bahkan hinaan karena selama ini ia telah berlaku buruk, tapi kini malah terlihat menikmati wanita itu.
__ADS_1
"Ahkk ... perih sekali," lirih Vitta pelan karena tak ingin mengganggu Taehyung yang ia kira masih tertidur.
Vitta beranjak perlahan setelah membebaskan diri dari pelukan Taehyung dan turun dari ranjang, dengan langkah tertatih ia berjalan menuju kamar mandi.
"Akh ... apa yang kau lakukan? t-turunkan aku o-oppa," pinta Vitta sedikit terbata. Ia terkejut saat tanpa aba-aba Taehyung mengendongnya ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.
"Diamlah! Aku hanya berusaha bertanggung jawab atas apa yang sudah kuperbuat padamu," kilah Taehyung membuat Vitta bungkam.
"A-aku bisa m-mandi sendiri, oppa." Vitta menolak saat Taehyung hendak memandikannya.
"Apa yang mau kau tutupi, aku sudah melihat semua yang ada pada tubuhmu bahkan sudah merasakannya. Jadi diamlah," ucap Taehyung frontal membuat Vitta merona dan hanya bisa menunduk.
Taehyung mulai melepaskan selimut yang semula menutupi tubuh telanjang wanita itu, ia bahkan tak memperdulikan dirinya yang saat ini hanya menggunakan celana boxer hitam pas body.
"Apakah kau menikmati pemandangan yang kau lihat, hmm?" tanya Taehyung pelan nyaris berbisik saat menyadari ke mana mata Vitta terarah.
"T-tidak! m-maaf aku tak b-bermaksud-"
Cup!
Vitta mematung saat sebuah kecupan mendarat di bibirnya.
"Bibirmu manis," puji Taehyung sambil tersenyum.
Vitta hanya menatap pria itu tak berkedip, bahkan ia tak menyadari saat busa sabun menyentuh wajahnya karena kejahilan Taehyung dan tak sengaja malah terkena matanya.
"Ahkk ... mataku perih oppa!" jerit Vitta sambil berusaha mengapai shower.
"Sebentar, maafkan aku tak sengaja." Taehyung segera menyiram air ke wajah Vitta untuk membersihkan busa sabun di wajahnya. Aktifitas mandi pagi ini lebih lambat dari biasanya karena Taehyung.
.
.
"Ayo oppa, kita sudah sangat terlambat." Vitta bergegas memakai sepatunya.
"Kenapa terburu-buru? katakan saja kau sudah tidak sabar untuk pergi berbulan madu denganku, kan?" goda Taehyung sambil memakai sepatunya.
"Kau terlalu percaya diri oppa, aku hanya tidak ingin membuat mereka terlalu lama menunggu di bandara karena keterlambatan kita."
"Baiklah, terserah apa katamu saja istriku."
Taehyung melihat ke arah Vitta yang hari ini mengenakan dress pink selutut dengan Cardigan putih di luarnya, riasan yang sederhana membuatnya tampak cantik. Ke mana wajah jelek yang selalu membuatnya ilfil setiap hari dulu, bahkan membuatnya benci tanpa sebab yang jelas hanya karena tahu jika mereka telah dijodohkan.
"Tunggu dulu!" seru Taehyung sambil menghentikan langkah Vitta yang akan mencapai pintu.
"Ada apa oppa?" tanya Vitta tak sabaran.
"Ke mana benda jelek itu?" tanya Taehyung.
"Benda jelek, yang mana? Ayo oppa kita sudah terlambat." Vitta manarik lengan Taehyung.
"Kacamatamu, gunakan itu karena aku tak ingin kau terlihat cantik di mata orang-orang."
Vitta termagu di depan pintu menatap punggung Taehyung yang berlalu, apa ia tak salah dengar tadi. "Apa secara tak langsung oppa mengatakan aku cantik," gumam Vitta sambil mengeluarkan kacamatanya dan memakainya.
"Cepat sedikit kita sudah terlambat!" teriak Taehyung saat menyadari Vitta masih tertinggal dibelakang, senyumnya terbit saat melihat wanitanya mengenakan benda yang dulu ia hina.
"Oppa, aku akan membuatmu malu jika memakai kacamata ini di saat berjalan bersamamu." Vitta mengejar ketertinggalanya dengan cepat.
"Tidak, kau terlihat cantik dengan itu." Taehyung merangkul pundak Vitta dan beriringan berjalan keluar hotel.
"Kau tahu Vitta-ya, untuk sementara aku akan membiarkan bebekku terlihat jelek."
"Bebek?" ulang Vitta bingung.
"Ya ... dirimu bagaikan itik yang jelek, tapi suatu hari mereka akan melihat dan terpesona saat kau berubah menjadi angsa yang cantik." Taehyung menatap wajah Vitta yang merona. "Aku minta maaf karena selama ini telah menyakitimu," pinta Taehyung tulus.
"Kau menyebalkan, oppa!" sembur Vitta kesal.
"Apa?" tanya Taehyung tak mengerti.
"Kau menyamakan aku dengan bebek jelek dan bau itu," sahut Vitta sambil memberengut.
"A-apa?! Aku tidak bermaksud be-"
"Aku tidak akan membiarkanmu satu kamar denganku begitu kita tiba di pulau Jeju nanti," ujar Vitta sambil berlari meninggalkan Taehyung yang kini gelapan.
"Vitta-ya, kau salah paham. Tunggu aku!" teriak Taehyung sambil berusaha mengejar sang istri.
BANDARA INCHEON
"Kalian lama sekali," gerutu Nyonya Kim saat melihat putranya berjalan mendekat.
"Eomma jangan bertanya lagi ... pasti bocah alien itu mengambil jatahnya dulu pagi ini," celetuk Seok jin sambil merangkul istrinya.
"Aku bukan dirimu hyung, bahkan kau membuat kakak ipar tak bisa berjalan di hari pertama pernikahan kalian dulu." Skak matt, Seok jin terdiam mendengar balasan dari sang adik. Sementara Ye seoul hanya tersenyum melihat suaminya terdiam dengan wajahnya yang memerah.
"Sudah-sudah, kalian ini sudah memiliki istri masing-masing tapi masih saja kekanakan. Ini tiket kalian ... segera hubungi kami begitu tiba di sana," timpal tuan Kim melerai kedua putranya.
"Nak Taehyung, jaga putri kami dengan baik. Ini pertama kali baginya pergi jauh dari eomma," isak Nyonya Hann dipelukan suaminya.
"Eomma tenang saja, aku akan menjaga istriku dengan baik."
Percakapan mereka terhenti saat mendengar pemberitahuan dari pengeras suara yang berasal dari bandara, mereka berpisah karena para penumpang dipersilakan untuk segera memasuki pesawat. Bulan madu ini adalah ide dari kedua eomma yang bersemangat karena mengetahui perihal kelakuan Taehyung pada Vitta di sekolah atas laporan Seok jin, mereka berusaha agar anak-anak mereka dapat akur seperti pasangan lainnya dan hal ini sudah direncanakan sejak awal. Tanpa mereka ketahui jika prilaku Taehyung telah berubah, sepertinya cinta akan mudah datang pada pemuda itu karena segala kepolosan Hann Vitta.
Fin ...
__ADS_1