Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 18


__ADS_3

🍁🍁🍁


Napas masih memburu, Taehyung menatap wajah lelah wanitanya dan kemudian memberikan sebuah ciuman hangat sebagai penutup sesi bercinta pagi ini.


"Oppa mencintaimu, jadi ... mari kita bercerai hari ini Chaerin-aa."


.


.


.


Tuk! Tuk! Tuk!


Palu di ketuk tiga kali oleh sang hakim sebagai tanda sah-nya perceraian antara Hann Chaerin dan Kim Taehyung.


Setelah seharian ini mereka menjalani sidang perceraian final, dengan beberapa kali sidang sebelumnya sebagai proses, akhirnya sekarang perceraian itu telah terjadi. Taehyung terus saja tersenyum sejak mereka keluar dari gedung pengandilan tersebut.


"Oppa, kau akan membawaku ke mana sekarang?" tanya Hye rim saat mobil yang meraka naiki berhenti di sebuah butik pakaian pengantin.


"Tentu saja memberimu gaun pengantin pilihanmu sendiri, ayo!" seru Taehyung bersemangat.


"Tapi oppa, kita baru saja bercerai, apa harus hari ini juga memilih gaun pengantin?" tanya Hye rim yang enggan untuk turun.


"Dengar, yang bercerai bukan kamu Chagia, tapi wanita itu. Jadi kau tak usah memikirkan apapun," ujar Taehyung lembut.


"Baiklah, terserah apa kata oppa saja."


Akhirnya Hye rim turun dari mobil, dan memasuki butik sambil bergandengan tangan dengan pria tampan yang di minati oleh sebagian besar wanita.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu Tuan dan Nyonya?" tanya seorang gadis yang menyambut kedatangan Taehyung dan Hye rim.


"Bawakan gaun terbaik yang ada di toko ini," ujar Taehyung.


"Baik Tuan," sahut pelayan butik tersebut.


Tak lama setelah perginya pelayan itu ia kembali bersama beberapa pelayan lainya sambil membawa gaun-gaun pengantin dengan desain terbaru, semuanya sama indah hingga membuat Hye rim kesulitan untuk memilih.

__ADS_1


"Bantu calon istriku ini untuk mencoba gaun-gaun itu!" perintah Taehyung.


"Mari silakan ikut dengan saya ke ruang ganti," ujar pelayan itu sambil berjalan lebih dulu.


"Oppa, apa harus aku mencoba semuanya?" tanya Hye rim.


"Atau kau mau aku membelikan semua gaun itu untukmu?" tanya Taehyung balik.


Hye rim mendengkus kesal mendengar pertayaan Taehyung yang menyebalkan, akhirnya karena tidak mau jika pria itu sungguh-sungguh membeli gaun-gaun mahal itu, ia terpaksa untuk mencoba hingga calon suaminya merasa puas.


Beberapa saat kemudian.


"Bagaimana dengan ini?" tanya Hye rim. Ia keluar dari ruang ganti dengan sebuah gaun indah yang melekat ditubuhnya.


"Itu bagus, tapi tidak cocok untukmu."


Mendengar ucapan Taehyung, Hye rim kembali memasuki ruang ganti. Jawaban yang sama di berikan padanya setiap ia keluar dari ruang ganti dengan gaun yang berbeda, dan untuk kesepuluh gaun terbaik itu tidak ada yang cocok di mata Taehyung.


"Coba pakaikan gaun yang ini pada Nyonya Kim," ujar seorang wanita cantik yang baru saja datang dengan sebuah gaun putih ditangannya.


"Baik, Miss Vallery."


"Wanitaku sudah sejak dulu cantik, gaun buatanmu tidak mencerminkan kecantikan jika tidak sesuai dengan pemakainya."


"Mulutmu itu masih saja pedas seperti biasanya," gerutu Miss Valleri.


"Bukankah kau sudah tahu," sahut Taehyung cuek.


"Bukankah kalian sudah menikah, lalu untuk apa membeli gaun lagi sekarang?" tanya Miss Valleri.


"Itu bukan urusanmu, Val."


'Oppa, bagaimana dengan gaun ini? Aku sudah lelah," rengek Hye rim sambil memasang wajah ditekuk.


Taehyung memandang wanitanya tanpa berkedip, gaun itu benar-benar membuat Hye rim terlihat lebih mempesona. Belahan dada rendah dengan potongan gaun yang memperlihatkan bahunya yang mulus, membuat Taehyung tak tahu harus melakukan apa, ia menyukai gaun itu tapi merasa tak rela jika keindahan tubuh wanitanya di lihat oleh pria lain.


"Apakah kau sangat ahli membuat gaun jelek seperti itu, Valleri Kim. Tapi aku menyukainya," ujar Taehyung sambil bangkit dari duduknya dan menghampiri Hye rim yang tampak merona karena tatapan mesum pria itu padanya. "Ayo, oppa akan membantumu berganti pakaian."

__ADS_1


Valleri hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan menyebalkan teman lamanya tersebut, Taehyung memang tidak pernah memuji apapun yang ia sukai secara langsung. Ia tahu hal itu dan memaklumi kebiasaannya.


"Ayo kalian semua bubar!" perintah Valleri kepada para pegawainya.


"Baik Miss," sahut semuanya serentak sambil pergi.


"Tae-tae, jangan melakukannya terlalu kasar hingga membuat gaunku rusak sebelum kau membayarnya!" teriak Valleri sambil meninggalkan ruang ganti.


Taehyung hanya memutar bola matanya jengah saat mendengar peringatan dari sang sahabat, sementara Hye rim, wanita itu wajahnya sudah memerah karena menahan malu.


"Oppa apa yang hmmpp ...."


Taehyung membungkam wanitanya dengan sebuah ciuman lembut, melumatnya secara perlahan membuat Hye rim terbuai oleh permainannya. Tangan nakal Taehyung merambat kebelakang tubuh wanitanya dan mulai menurunlan resleting gaun dalam sekali tarik, hingga tak lama tubuh molek itu terpampang didepan wajahnya.


"Kau tak menggunakan Bra?" tanya Taehyung kaget.


"T-tidak oppa, karena gaun itu memiliki cup Bra-nya sendiri."


"Itu bagus, mempermudah pekerjaanku," bisik Taehyung.


"Ahhhh ... oppa, jangan di sini! nanti ada yang-"


"Kalau begitu kau tak keberatan jika kita mampir ke hotel terdekat sebelum kita pulang, kau tahu ... aku sudah tidak sabar ingin memakanmu sejak tadi.


🍂🍂🍂


Jeju Island


The Seaes Hotel & Resort merupakan sebuah hotel berbintang 4 yang terletak di Jungmun, Seogwipo, Jeju. Dari beberapa wilayah yang ada di Seogwipo, kawasan Jungmun merupakan kawasan yang paling dikenal akan resort pantainya. The Seaes Hotel & Resort menjadi salah satu hotel dan resort di Jungmun yang menawarkan pemandangan indah, romantis, dan fasilitas lengkap. Karena hal inilah mengapa Pria bermarga Park tersebut sejak awal memesan hotel ini saat akan melakukan perjalanan bisnis, sekali dayung dua pulau terlampaui. Bisa bekerja dan juga bisa bermesraan di tempat romantis ini.


Tapi semua tak berjalan mulus seperti rencana awalnya, walau pekerjaan selesai tepat waktu dan sukses mendapatkan kerja sama dengan nilai keuntungan mencapai triliunan dolar, sesuatu membuat suasana yang terjadi diantara dua sejoli ini terasa tak menyenangkan. Terutama bagi Jimin, karena Sunny bertingkah seperti menghindarinya. Sementara ia tak mengetahui perihal apa yang membuat gadis yang semula selalu beradu argumen dengan semangat, kini menjadi lebih tertutup dan memilih menjauhinya.


"Cukup sudah kau menghindariku selama seminggu ini, Sunny-ya!" sentak Jimin emosi.


"Apakah perkerjaan sudah selesai, jika sudah bukankah akan lebih baik jika kita kembali ke-"


"Kau membuat kesabaranku habis Nona!" sinis Jimin.

__ADS_1


"Lalu kau mau aku bagaimana? Kau ingin aku bersikap biasa saja setelah apa yang kau lakukan saat kau mabuk, itu maumu?!" bentak Sunny sambil menangis.


Jimin membatu mendengar perkataan Sunny, "Apa yang katakan?"


__ADS_2