Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 23


__ADS_3

🍁🍁🍁


Pria itu berlalu begitu saja tanpa memperdulikan kondisi gadis yang selama ini mencintainya hingga rela melakukan apa saja, ia benar-benar iblis yang bersarang di badan manusia.


"Hyung ... ke manapun kau berlari untuk menghindariku, itu percuma. Karena aku akan selalu bisa menemukan jalan untuk membuatmu selalu tunduk padaku, kita akan segera kembali bertemu di Seoul, aku juga sudah merindukan kedua keponakanku yang cantik-cantik. Ah ... sudah saatnya aku mengambil Sunny untuk menjadi istriku, aku jadi tidak sabar." Pria itu menyeringai sadis dengan pemikirannya yang gila.


.


.


"Kau mau ke mana pagi-pagi seperti ini sudah rapi?" tanya Taehyung saat melihat Hye rim.


"Tentu saja bekerja, aku sudah lama tidak masuk ke kantor."


"Kau tidak perlu melakukannya, aku masih sanggup untuk memberikan apapun yang kau inginkan Chagi. Lagi pula aku tidak akan mengijinkan jika istriku dikenal sebagai cleaning servis di kantor suaminya sendiri," ujar Taehyung membuat Hye rim mendengkus kesal.


"Tapi Oppa, aku bosan jika berada di rumah seharian."


"Baiklah, kau boleh bekerja tapi sebagai sekretarisku. Jika kau menolaknya maka tidak ada-"


"Baiklah, asal aku masih bisa bekerja ... apapun itu akan kulakukan!" seru Hye rim sambil merangkul Taehyung yang kini malah memeluknya.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang. Kerena pagi ini oppa akan ada meeting," ucap Taehyung.


"Tapi Oppa, aku tak memiliki pakaian yang pantas untuk menjadi sekretaris. Jadi biarkan aku tetap dengan pekerjaanku yang sebelumnya, lagi pula bukankah kau sudah memiliki-"

__ADS_1


"Aku memang sudah memiliki dua sekretaris sekarang, tapi aku tetap ingin kau bekerja bersamaku dan berada disisiku. Jangan khawatirkan masalah pakaian karena aku akan membelikannya untukmu," potong Taehyung membuat Hye rim cemberut menatapnya.


"Kau sengaja memperjakanku disisimu karena ada hal lain, kan? tebakanku benarkan Presdir Kim." Hye rim melemparkan tatapan tajam penuh intimidasi terhadap suami tampannya.


"Chagiaa, tega sekali kau menuduhku. Aku murni hanya ingin kau berhenti menjadi cleaning servis bekerja sebagai sekretarisku karena kau cukup pintar," ujar Taeyung sambil merangkul wanitanya mesra.


"Karena kau terlalu mesum, hingga aku mencurigaimu!" seru Hye rim.


"Pokoknya mulai hari ini kau akan bekerja sebagai sekretarisku! Kau tidak diperbolehkan untuk menolak," ucap Taehyung. Ia melabuhkan bibirnya di permukaan bibir Hye rim yang terbuka karena hendak kembali berbicara membantahnya.


"Ah ... kau mesum sekali oppa. A-aku tidak bisa bernapas karenamu," gerutu Hye rim ketika Taehyung menyudahi aksinya.


"Mesum pada istri sendiri apa salahnya? Kau juga terlihat menikmati kemesumanku ini Nyonya Kim, jadi siapa yang sebenarnya lebih mesum diantara kita?" tanya Taehyung berbisik ditelinga wanitanya.


"Kau melamunkan apa?" tanya Taehyung.


"Tidak ada apa-apa," jawab Hye rim. Ia tersenyum manis berusaha meyakinkan suaminya.


"Kalau begitu tunggu apa lag, ayo kita pergi!" seru Taehyung bersemangat.


"Ke mana Oppa? Aku-"


"Aku akan membelikan beberapa baju kantor yang cocok untukmu," ujar Taehyung memotong ucapan Hye rim.


Akhirnya ia hanya pasrah saat Taehyung membawanya pergi, hari ini akan menjadi hari berbelanja yang panjang baginya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


"Apa sekarang kau sudah merasa lebih baik, bertemu dengan keluargamu pasti membuatmu merasa lega."


Jimin melirik ke arah Sunny yang sedang menatap jalanan di depannya, pemuda itu menyetir dengan santai dalam perjalanan pulang dari rumah keluarga Cha. Sunny terlihat murung dan itu membuatnya bingung, bukankah seharusnya gadis itu merasa bahagia.


"Kau benar oppa, aku merasa lega. Tapi juga sedih karena aku melihat Chan sedih hingga menangis karena tidak mengijinkanku pergi," lirih Sunny.


"Kau tenang saja, setelah pekerjaan selesai kau bisa kembali mengunjunginya. Sekarang kau harus ikut aku ke Daegu untuk menghadiri rapat di sana," ujar Jimin.


"Daegu? Aku lupa jika ada temu janji dengan klien di sana," sahut Sunny.


"Kau terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini, sebaiknya berhenti saja dari pekerjaan ini."


Sunny tak menjawab atau berbicara, ia merasa lelah saat ini. Jimin juga tak mempermasalahkannya, ia malah menggengam jemari gadisnya lembut seolah menyalurkan ketenangan. Hingga akhirnya mereka telah tiba di depan gedung apartemen yang selama ini ditempati oleh Sunny dah adiknya.


"Kau beristirahatlah, besok aku akan menjemputmu. Jangan lupa bawa barang keperluanmu untuk beberapa hari kedepan," ujar Jimin saat Sunny hendak turun dari mobilnya.


"Iya, aku tahu oppa dan terima kasih untuk dua hari ini karena telah menemaniku menemui keluargaku."


"Hmm ...,"


Setelah Sunny turun dari mobil, Jimin kembali menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukannya meninggalkan tunangannya yang masih berdiri menatapnya bergerak semakin jauh.


Tbc ...

__ADS_1


__ADS_2