Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 2


__ADS_3

Chaerin terbangun dengan rasa sakit ditubuhnya, noda darah yang berada di gaun pengantinnya pun telah berubah warna. Karena tidak sanggup untuk berdirpi, Chaerin akhirnya tertidur di anak tangga tanpa bantal atau pun selimut. Dinginnya udara pagi membuat seluruh persendian otot tubuhnya terasa kaku dan sakit, belum lagi luka dipelipis yang belum di obati membuatnya terlihat menyedihkan pagi ini.


"Hehh ... tenyata kau menyukai tidur di sana! kalau begitu untuk malam selanjutnya kau bisa tidur di sana," ejek Taehyung yang baru saja keluar dari kamar dan menuruni tangga. "Awas! kau menghalangiku." Taehyung mendorong Chaerin hingga tersungkur.


"Jika kau begitu membenciku, mengapa kau menikahiku? bukankah lebih bagus jika kau membunuhku saja!" bentak Chaerin.


"Jika kau mati dengan cepat tidak akan menyenangkan untukku," sahut Taehyung.


Chaerin membalikkan tubuhnya dan tidak menanggapi ucapan Taehyung, ia berusaha untuk menaiki tangga satu persatu dan meninggalkan Taehyung yang menatapnya penuh kebencian. Dengan tertatih Chaerin berhasil mencapai lantai dua, ia terduduk sambil mengatur napasnya yang terengah-engah. Tubuhnya terasa sakit sekali tapi ia tidak bisa diam dan bersantai, ia segera memasuki kamar Taehyung yang ia ketahui juga adalah kamarnya karena koper miliknya berada di sana.


Chaerin segera memasuki kamar mandi, air hangat mungkin akan membuatnya lebih baik. 20 menit kemudian Chaerin keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan sebuah jubah handuk, Ia dengan santai menggosok rambut panjangnya yang basah. Tanpa ia sadari sepasang mata menatapnya intens, memandang dari ujung kaki hingga kepalanya.


"Aku tak menyangka jika jalang sepertimu memang memiliki body yang bisa membangkitkan gairah laki-laki,"


Chaerin tersentak ketika Taehyung memeluknya dari belakang dan mencium tengkuknya dan langsung meremas payudaranya.


"Yaaakk! dasar laki-laki mesum. Lepaskan aku!" teriak Chaerin sambil memberontak.


"Kau tahu ... aku rasa aku ingin merasakan jalang sepertimu apa masih terasa nikmat saat disetubuhi," sinis Taehyung.


Chaerin memberontak semakin kuat, ia tidak ingin disentuhnya walau ia adalah suaminya. Taehyung semakin agresif menyentuh tubuh Chaerin, bahkan ia mengangkat Chaerin dan melemparkannya ke ranjang pengantin mereka.


"A-aku mo-mohon ... jangan lakukan itu padaku," isak Chaerin sambil berusaha menjauh dari jangkauan Taehyung yang mulai menaiki ranjang.


"Walau jalang, tapi kau adalah istriku! itu artinya kau harus melayani hasratku saat ini."


"Aku bukan jalang piaraanmu! aku tidak ingin. di sentuh iblis sepertimu," teriak Chaerin.


'Plaakk!'


Taehyung kembali melayangkan telapak tangannya di wajah Chaerin, gadis itu hanya dapat terus terisak saat Taehyung menyentuh dan mencumbui dirinya. Taehyung telah menanggalkan pakaiannya sendiri sehingga kini terlihatlah otot tubuh dan juga Sixpack yang terbentuk sempurna. Keadaan Chaerin pun tak jauh berbeda, karena keduanya kini sama-sama telah naked.


"Aaaakkk~ s-sakiit ...," jerit Chaerin.


Taehyung telah sepenuhnya berada di dalam tubuh Chaerin, ia menghentikan kegiatannya dengan rasa terkejut luar biasa saat merasakan telah menabrak sesuatu saat ia melakukan penyatuan, di tambah darah yang merembes dari sela penyatuan mereka memperkuat kenyataan jika Chaerin masih seorang perawan saat ia menyetubuhi sang istri secara paksa dan kasar.


"K-kau ... bagaimana bisa?" gumam Taehyung. "Maaf! aku tidak bisa berhenti sekarang,"


Pagi itu Taehyung melanjutkan dengan perlahan, walau begitu sesuatu dalam hatinya merasa sedikit bersalah tapi tidak memudarkan rasa bencinya terhadap Chaerin. Satuhal yang mengganjal fikirannya, bagaimana bisa Chaerin masih memiliki keperawanannya jika mantan kekasih Hyung nya adalah wanita jalang yang sudah di tiduri oleh banyak laki-laki.


.


.

__ADS_1


.


Jam 11 tepat alarmnya ponsel yang sudah distel berbunyi nyaring, Chaerin meraba-raba mencari asal suara yang ternyata adalah berasal dari ponsel yang entah milik siapa. Chaerin terbangun dan ia mengira telah mengalami mimpi buruk, di perkosa oleh suaminya sendiri yang tidak memiliki prikemanusiaan.


"Aakh ... ,"


Chaerin merintih kesakitan ketika akan bangun, ia baru menyadari sesuatu.


"Tadi ternyata bukan mimpi!" lirih Chaerin. Ia menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya.


Dengan menahan sakit dan perih Chaerin turun dari ranjang dengan berbalut selimut, ia ingin membersihkan tubuhnya yang sudah kotor. Ia harus membersihkan seluruh kotoran yang tertinggal dan di tinggalkan oleh manusia bejad itu. Sudah Dua jam Chaerin berada di bawah shower, bibirnya sudah membiru karena kedinginan dan kulitnya juga sudah memerah karena terus menerus di gosok.


Setelah dirasa cukup, shower pun di matikan. keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian, ia menuruni tangga secara perlahan karena susah berjalan. Ia sangat lapar sekarang dan makanan tidak ditemukan, mana ia pun berinisiatif untuk memasak saja.


15menit kemudian masakan sederhanapun telah terhidang di meja makan.


"Wuuaahhh ... apakah semua ini kau yang memasak?" tanya Tae hee yang tiba-tiba saja sudah duduk di hadapan Chaerin.


"Ia~ kau mau makan bersamaku atau kau mungkin jijik jika makan bersam-"


"Baiklah karena kau memaksa ... dan juga aku sedang lapar maka aku akan makan sedikit," ujar Tae hee.


Chaerin tersenyum, ia tahu Tae hee hanya beralasan saja. Tapi setidaknya ini bagus untuk kedepannya, jangan sampai musuhnya di rumah ini bertambah. Chaerin duduk sambil menatap Tae hee yang makan dengan lahapnya, bahkan sebagian dari masakan Chaerin sudah dihabiskan oleh adik dari Taehyung.


"Aahhh ... kenyangnya, masakanmu ternyata enak juga. Apa boleh jika lain kali kau memasak lagi yang seperti ini?" tanya Tae hee sambil menatap Chaerin penuh harap.


"Walau kau adalah kakak iparku, tapi tolong ... jangan panggil aku adik ipar," kata Tae hee sambil beranjak dari kursi. "Chaerin ... terimakasih untuk makan siangnya," tambah Tae hee sambil menuju ke kamarnya.


Chaerin termenung, "Ternyata Tae hee pun belum menerima aku, setidaknya dia bersikap lebih baik dari manusia kejam itu."


****


Sebuah club' malam ternama, yang hanya di hadiri oleh orang-orang berkantong tebal seperti mereka, Ke-enam pemuda tampan yang selalu menjadi topik pembicaraan dan incaran para gadis untuk di jadikan rebutan untuk dijadikan ATM berjalan mereka.


"Tae kenapa dengan wajahmu? kusut sekali," ejek Jimin.


"Bukan urusanmu," sahut Taehyung.


"Sudah biarkan saja dia, mungkin sedang ingat istri dirumahnya. Dan ingin segera pulang." Hoseok menyindir pemuda Kim itu.


Hahahaha ...


Suara tawa bergema di ruangan VIP tersebut. Taehyung hanya berdecih tidak perduli dan kembali menkonsumsi minuman alcohol miliknya. Ia kembali terbayang wajah Chaerin yang menangis ketika berada di bawah tubuhnya.

__ADS_1


"ckck ... sial," umpat Taehyung.


"Aku memesan jalang terbaik yang berada di Club malam ini, apa kalian ingin menikmati salah satu dari mereka juga?" tanya Namjoon. Diwajahnya sudah terbaca pikiran kotornya terhadap wanita cantik yang sexy.


"Aku mau Hyung," sahut Jimin.


"Aku juga," ucap Hoseok.


"Apa kalian tidak berminat?" tanya Namjoon pada Yoongi, Jungkook dan Taehyung.


"Kau saja, aku pulang dulu." Taehyung bangkit dari sofa dan jalan sedikit terhuyung karena ia terlalu banyak meminum minuman keras.


"Aku akan mengantarmu Hyung," tawar Jungkook. Ia bangkit juga dan segera menyusul Taehyung


"Kalian tidak asik!" teriak Namjoon.


Taehyung terduduk di kursi pengemudi, ia menunggu Jungkook yang saat ini sedang berada di toilet. Selain sahabat, Jungkook adalah asisten pribadinya dan dia juga yang menangani segala hal tentang Taehyung.


'Brakk!'


Pintu mobil tertutup sedikit keras, membuat Taehyung tersentak dari lamunannya. Jungkook sendiri hanya tersenyum tanpa rasa bersalah karena sudah menutup pintu mobil dengan kencang.


"Kau mau merusak mobilku?" tanya Taehyung.


"Tidak Hyung! hehehe mian," kata Jungkook sambil terkekeh.


"Bagaimana dengan kerjaan yang aku berikan padamu? sudahkah kamu menyelidiki hal yang disembunyikan oleh ayah mertuaku,"


"Dia hanya memiliki satu putri, dan yang sekarang bersamamu bukanlah anak dari tuan Hann." Jungkook menyerahkan satu map yang berisi data-data yang di minta oleh Taehyung.


"Jadi dia telah membohongiku, lalu jalang itu pergi kemana? meraka belum tahu telah mencari masalah dengan siapa!" ucap Jungkook.


"Itu aku belum mencari tahu, apa harus aku mencari tahu akan hal itu juga?" tanya Jungkook.


"Kau cari tahu keberadaan dia di mana sekarang,"


"Lalu bagaimana dengan istrimu sekarang Hyung! tidak seharusnya dia mendapat kebencian darimu atas kesalahan yang tidak pernah ia perbuat,"


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur urusan pribadiku," ucap Taehyung sambil menjalankan mobilnya. " Kecuali jika aku mengijinkan untuk kau ikut mengetahui,"


***


Pulau Jeju

__ADS_1


Sebuah mobil keluaran terbaru melesat membelah jalanan kota dengan kecepatan maksimal, seorang pemuda berparas tampan mengemudikan mobilnya dengan kewarasan yang patut di pertanyakan. Dia tidak gila! hanya saja kini keadaan jiwanya sedang labil akan suatu masalah yang rumit bagi pemuda yang baru saja menginjak usia 22 tahun itu.


Pemuda itu kehilangan kakak perempuan yang sangat ia sayangi hanya karena sebuah warisan yang sangat diinginkan oleh ibu kandungnya. Memang pemuda itu dan kakak perempuannya hanyalah saudara tiri, tapi mereka saling menyayangi satu sama lain. Pemuda itu kabur dari rumah dengan meninggalkan semua kekayaan keluarganya demi menemukan kakaknya yang di kabarkan telah meninggal.


__ADS_2