
Ceklek!
Chaerin terkejut saat mendengar pintu kamar terbuka, ia sedang duduk sambil terkantuk-kantuk karena menunggu terlalu lama. Taehyung datang menghampiri dengan tatapan dinginnya seperti biasa, ia sudah tidak heran lagi dengan ekspresi wajah kaku pria itu. Wanita itu malah berfikir akan menakutkan jika wajah Taehyung menampilkan senyum ramah.
"Apa kau sedang terpesona pada ketampananku, Nyonya Kim?" tanya Taehyung dengan tatapan mengintimidasi.
"Jika itu terjadi, aku rasa mungkin kepalaku baru saja terbentur." Chaerin beringsut menjauh dari jangkauan Taehyung yang akan mendekatinya.
"Kau mau kemana?!" Taehyung menahan tangan Chaerin erat dan menariknya, hingga kini wanita itu jatuh tepat kepelukannya.
"Lepaskan! sikapmu selalu saja seenaknya, kau menyebalkan!" pekik Chaerin meronta-ronta berusaha untuk lepas.
"Bisa tidak jangan bergerak terus, kau membuatnya terbangun." Chaerin membeku seketika saat Taehyung berbisik di telinganya.
secara refleks matanya menatap kebawah menuju selangkangan Taehyung yang terlihat menyembul. Taehyung terkekeh melihat wajah Chaerin yang tiba-tiba saja merona dan langsung terdiam bagai patung dipelukannya.
'Cuupp!'
"Mmhpp ..."
Chaerin berusaha menolak saat Taehyung lagi-lagi menciumnya.
"Kim Taehyung ayo turun, kau-"
"Sudahlah, kita kembali saja ke aula. Aku sudah katakan tadi dia pasti memakan istrinya lebih dulu makanya lama sekali jika hanya untuk pergi menjemput." Seok jin memotong ucapan Hoseok, sementara pria itu malah terpaku melihat Taehyung yang mencium Chaerin intens.
"Kalian duluan saja, aku masih ada urusan dulu. tolong kau tutup pintunya Hoseok Hyung," ucap Taehyung setelah melepas ciumannya. pria itu menatap Chaerin dengan pandangan yang sudah diselimuti kabut nafsu.
"Kau mau apa?! lepaskan aku!" sentak Chaerin.
"Aku lupa mengatakan ... kau terlihat cantik malam ini," ujar Taehyung.
Ia kembali menciumi Chaerin walau wanita itu terus melakukan penolakan, tapi ia tidak bisa menghentikan keinginan pria itu untuk menyentuhnya lagi. Taehyung berniat berhubungan intim, sia-sia Chaerin sudah dirias sedemikian rupa jika hasilnya hanya dinikmati oleh Taehyung seorang.
"Eeumhh~ aakkhhh ...," desah Chaerin ketika Taehyung memberikan sebuah kissmark di lehernya.
"Apa kau membenciku?" tanya Taehyung di sela kegiatannya meninggalkan tanda kepemilikannya di sekujur tubuh Chaerin yang entah sejak kapan sudah polos.
__ADS_1
"Aaakhhh ... ti-tidaak," jawab Chaerin sambil terus mendesah.
"Kenapa? bukankah seharusnya kau sangat membenciku karena sudah menjadikanmu bahan pelampiasan nafsuku," ucap Taehyung. Tangannya meremas lembut salah satu payudara Chaerin, sedangkan yang satunya lagi dijadikan sasaran permainan lidahnya.
Chaerin menggeliat tak nyaman, Taehyung benar-benar mempermainkannya. Ia bahkan tidak bisa menjawab ucapan pria itu, sementara tubuhnya terus merespon segala tindakan yang dilakukan oleh pria bermarga Kim tersebut.
"Kau terlihat lebih cantik dan indah jika sedang terangsang seperti ini," goda Taehyung.
"Aaaakkhh ... apa yang~ yang kau l-lakukan di bawah sanaaa?!" teriak Chaerin.
Wajah Taehyung berada di selangkangan Chaerin dan mulai menjamah kewanitaannya, mengobrak-abrik hingga wanita itu sendiri tidak bisa melakukan apapun selain mendesah kencang ketika ia merasakan jika ia akan segera ***.
"Kau ... hahh ... hahh ... brengsek!" kesal Chaerin karena ia gagal mendapatkannya karena tiba-tiba saja Taehyung berhenti.
Taehyung menatap wajah Chaerin yang berpeluh dan memerah, ia sudah lama tidak merasakan gairah yang menggebu seperti sekarang. Walau ia sering bergonta-ganti wanita tapi ia tidak pernah merasa sesenang ini.
Taehyung menundukkan wajahnya, meraup bibir peach Chaerin yang sudah menjadi candu untuknya. Terus melumatnya hingga menimbulkan suara decapan yang mendominasi, wanita itu mengalungkan kedua tangannya di lehernya dan mulai membalasnya setiap lumatan yang ia terima.
"Aaakh ...," jerit Chaerin saat Taehyung tiba-tiba saja memasuki tubuhnya di bawah sana tanpa aba-aba. Rasa sakit itu kembali ia rasakan, hingga memproduksi air mata yang mengalir.
"Aaaahhh ... kau masih sangat sempit," kata Taehyung sambil memejamkan matanya.
"Aakhh ... aakhh ... fa-fasteeer op-oppa aakhh...," desah Chaerin.
Taehyung menyeringai mendengar permintaan dari sang istri, ia semakin mempercepat genjotannya hingga menimbulkan suara berderit dari ranjang yang bergerak mengikuti gerakannya.
"A-aku in-ngiin-"
"Bersama aaaggrrh ...," potong Taehyung saat ia juga sudah merasakannya.
Jleb! jleb! jleb!
Aaakhh ... aaakhh ...
Hmmppp ...
Taehyung kembali membungkam bibir Chaerin sambil bergerak semakin brutal, ciuman turun hingga mencapai sepasang payudara yang menggoda di hadapannya. Meraupnya penuh nafsu hingga akhirnya ia mendapatkannya, pria itu mendorong kejantanannya semakin dalam saat ia mencapai klimaksnya.
__ADS_1
Taehyung maupun Chaerin masih mengatur
napasnya yang masih memburu, ini adalah percintaannya yang paling berkesan baginya. Sementara wanita itu memejamkan matanya saat ia merasakan panas di dalam rahimnya. Taehyung lagi-lagi mengeluarkannya di dalam, ia merasa takut sekali, bagaimana jika ia hamil apalagi sekarang adalah masa suburnya.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Taehyung.
"Tidak ada," bohong Chaerin.
"Aku tahu kau berbohong," timpal Taehyung.
"Kau sudah merusak riasanku, bahkan baju bagus itu sudah tidak layak lagi kugunakan. Kau pemborosan sekali," gerutu Chaerin. Taehyung malah terkekeh senang melihat sang istri yang tidak canggung lagi.
"Jika baju yang kurusak itu jadi masalahmu, tapi aku-"
"Sudahlah, terserah padamu saja. Sekarang menyingkirlah dari tubuhku!" sinis Chaerin memotong ucapan Taehyung.
"Baiklah ...," ucap Taehyung.
"Aakhh ...," desah Chaerin saat Taehyung mencabut kejantanannya dari dalam vaginanya.
"Ahh ... kau jangan memancingku untuk menyetubuhimu kembali," kata Taehyung berbisik di telinga Chaerin saat mendengar suara desahan tertahannya.
"Dasar manusia byuntae!!"
****
"Kenapa Taehyung lama sekali?" tanya Namjoon.
"Iya, padahal acaranya sudah dimulai sejak dua jam yang lalu." Seok jin melirik arlojinya.
"Sudahlah Hyung, kita nikmati saja pesta ini. Jangan hiraukan Taehyung Hyung," ucap Jungkook menengahi.
"Kau terlalu berpihak padanya kook-aa," sindir Hoseok kesal.
"Hahaha ... kau hanya iri padanya Hyung-nim," ejek Jungkook.
"Diam kau!" hardik Hoseok.
__ADS_1
"Kalian yang diam, memalukan! kita jadi bahan perhatian gara-gara kalian berdua," kata Yoongi yang sedari tadi hanya diam.
Hoseok segera pergi meninggalkan teman-temannya, ia merasa bosan menunggu. Ia berfikir jika beruntung mungkin bisa menemukan gadis cantik di pesta ini.