Wedding (Istri Pengganti)

Wedding (Istri Pengganti)
Wedding Part 5


__ADS_3

"Eugh ..."


Chaerin terbangun dengan rasa sakit di kepala, seingatnya tadi malam ia berada di dapur. Tapi sekarang ia terbangun di kamar Taehyung, gadis itu segera menepis fikiran buruk terhadap pria yang telah resmi menjadi suaminya tersebut. Ia pun segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


20 menit kemudian, Chaerin keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya. Ia berfikir jika Taehyung pasti sudah berangkat ke kantor seperti biasa, ia juga harus segera pergi untuk bekerja.


'Ceklek!'


Taehyung memasuki kamar dengan sebuah buku di tangannya, ia tidak menyangka jika akan menemukan pemandangan indah di pagi ini. Chaerin yang mendengar pintu dibuka langsung panik saat tahu jika Taehyung-lah pelakunya. Pemuda itu sempat tertegun melihat kulit mulus yang masih terlihat basah, ia bahkan tidak berkedip memandang wajah Chaerin yang kini telah memerah bak kepiting rebus. Sementara Chaerin masih sibuk dengan handuk yang tadi sempat ia lepas saat akan memakai bra.


Taehyung mendekati Chaerin yang kini terlihat ketakutan, ia bahkan sudah meletakkan buku manajemen bisnis miliknya di nakas. Ia menyeringai menatap Chaerin yang sudah tersudut antara dinding dan tubuhnya.


"Aku tak mengira jika jalang sepertimu masih terlihat menggairahkan di saat polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhmu," sindir Taehyung tajam. Ia bahkan tidak segan melabuhkan bibirnya di permukaan bibir Chaerin dan melumatnya lembut.


Taehyung yang seperti lupa diri terus mencumbu Chaerin yang sudah pasrah, bagi gadis itu diam adalah emas. Ia sudah lelah dengan segala sikap jahat Taehyung padanya selama ini. Ini pertama kalinya Taehyung menyentuh Chaerin secara manusiawi, karena sebelumnya ia menyentuh hanya untuk menyiksa gadis itu.


Drrrttt ...


Drrrttt ...


Taehyung menggeram kesal saat mengangkat ponselnya, ia bangkit dari atas tubuh Chaerin yang entah sejak kapan sudah terbaring di ranjang.


'Via ponsel'


"Ada apa?"


" ... "


"Kau urus saja dulu Jungkook-aa, aku masih ada urusan yang belum selesai di sini." Taehyung menatap Chaerin yang menatapnya takut, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya.


"... "


"Aku tahu! pastikan saja mereka puas dengan hasilnya," geram Taehyung.


" ... "


"Tidak ada tapi-tapian! kau urus saja semuanya."

__ADS_1


'Plip!'


Taehyung mematikan ponselnya secara sepihak tanpa mau mendengarkan gerutuan tak terima dari wakilnya.


"Kenapa memandangiku? Apa sekarang kau mulai terpesona pada ketampanan suamimu ini Chaerin-aa," sindir Taehyung sambil berjalan mendekati ranjang.


"Kau terlalu percaya diri Tuan Kim!" sahut Chaerin tak mau mengalah.


"Benarkah? lalu kenapa wajahmu memerah begitu? alasan apalagi selain kau terpesona padaku?" tanya Taehyung. Kadar kepercayaannya dirinya sudah melebihi batas maksimum.


"Aku membencimu, jadi tidak akan pernah aku terpesona padamu, bahkan dalam mimpi sekalipun tidak!" bentak Chaerin. Hal itu menyulut emosi Taehyung seketika.


'Plak!'


Sebuah tamparan lumayan keras mendarat di wajah sebelah kiri gadis itu, Chaerin merasakan pipinya memanas dan sakit secara bersamaan. Sudut bibirnya mengeluarkan darah karena luka yang diakibatkan oleh tamparan Taehyung.


"Dengar wanita tidak tahu diri! semakin aku memberikan kelonggaran padamu, kau malah bertindak semakin memuakkan!" maki Taehyung di sela aktivitasnya yang sedang membuka satu persatu kancing kemejanya.


"K-kau m-mau a-apa?! jangan mendekatiku," teriak Chaerin panik saat Taehyung menarik kakinya.


"Mau-ku? Aku hanya ingin menikmati milikku. walau bagaimanapun kau adalah istriku, jadi sudah sewajarnya jika aku menyentuhmu." Taehyung menarik lepas selimut yang sedari tadi Chaerin gunakan untuk menutupi tubuhnya.


"Aakhhh ... l-lepaskan aku brengsek!" maki Chaerin disela desahannya.


"Diamlah dan nikmati saja!" seru Taehyung saat ia menghujam kejantaannya sekaligus tanpa pemanasan apa-apa.


"Aaaakkkhh ..." jerit Chaerin kesakitan.


Taehyung menulikan telinganya dari isak tangis dan makian Chaerin, ia lebih fokus pada kenikmatan yang ia terima saat menyetubuhi wanita itu.


"Aarggh ... kau masih nikmat saja," desah Taehyung.


Aaakhh ...


Aaaakk ... hmmpp


Desahan saling bersahutan terdengar ketika Chaerin tak lagi merasakan sakit, Taehyung mencium bibir plum Wanitanya yang seakan telah menjadi candu baginya. Aktifitas ini berlangsung cukup lama, peluh telah membasahi tubuh keduanya. Hingga jeritan kepuasan mengakhiri percintaan mereka.

__ADS_1


.


.


.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ...,"


Chaerin terisak meratapi nasibnya, lagi dan lagi ia telah menjadi korban perkosaan yang pelakunya adalah suaminya sendiri. Perlahan ia turun dari ranjang, setelah sebelumnya ia meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Sedangkan Taehyung, setelah puas ia segera pergi meninggalkan Chaerin dalam kondisi mengenaskan.


Chaerin tertatih melangkah memasuki kamar mandi, selimutnya melorot kelantai. Ia menatap cermin di mana terlihat tubuhnya yang dipenuhi oleh bercak kemerahan. Sekilas, apa yang baru saja terjadi berkelebat di otaknya, Ia semakin menangis tersedu-sedu mengingat jika ia tidak berdaya dalam mempertahankan harga dirinya. Ia tidak menyesali jika Taehyung menyentuhnya, yang ia sesali saat ini karena Pria itu menganggap jika dirinya jalang yang selalu bisa ia gunakan kapan saja.


Setelah 3 jam lamanya Chaerin masih berada di kamar mandi, di bawah guyuran air yang mengalir berasal dari shower. Wajahnya sudah pucat dengan bibir yang membiru karena kedinginan, kulit putihnya terlihat memerah karena ia menggosok dengan kuat berharap jika bercak menjijikkan itu hilang dari tubuhnya. Tapi semua hanya sia-sia, karena tanda kepemilikan yang ditinggalkan oleh Taehyung tidak bisa hilang dalam beberapa hari.


Keran air dimatikan, Chaerin segera meraih handuknya dan keluar. Setelah selesai berpakaian, Chaerin turun ke bawah untuk memasak makan siang yang sudah sangat terlambat. Tepat setelah ia menghidangkan makanannya di meja makan, Tae hee datang dan segera bergabung untuk makan.


"Kau terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?" tanya Tae hee.


Chaerin hanya tersenyum, "Ya~ aku baik-baik saja."


Siang ini Chaerin memasak makanan sederhana saja, ia sudah berusaha untuk terlihat baik-baik saja tapi tetap, Tae hee bisa melihat jika Istri dari KK nya itu sedang dalam keadaan tidak baik. Tae hee menemukan beberapa bercak kemerahan di leher Chaerin yang tidak tertutup walau sudah menggunakan pakaian dengan krah yang menutupi hampir seluruh lehernya. Gadis itu diam saja karena ia tau jika Oppa-nya pasti telah penyebab Chaerin seperti sekarang.


"Jika kau tidak sehat, sebaiknya kau beristirahat saja jangan pergi ke kantor. Aku pergi ke kampus dulu," pamit Tae hee. Gadis itu pun pergi meninggalkan Chaerin sendirian.


****


Taehyung tidak bisa berkonsentrasi untuk mengikuti rapat siang ini, ia selalu teringat wajah wanita yang selalu ia sakiti walaupun ia tahu jika yang bersama dengannya kini tidak bersalah. Raut benci, ketakutan dan putus asa selalu berkelebat di fikirannya, satu hal yang membuatnya menyesali perbuatannya siang ini, ia menyetubuhi Chaerin dengan kasar dan menyebutnya sebagai jalang, sedangkan kenyataannya adalah dialah yang pertamakali menyentuhnya.


"Jungkook-aa, sore nanti ada kegiatan apa?" tanya Taehyung.


"Sebentar Hyung," ucap Jungkook. Ia membuka tabletnya untuk meng-cek kegiatan Taehyung sore nanti. "Sore hari tidak ada janji temu, juga rapat. Hanya ada makan malam dengan klien," jawabnya.


"Kalau begitu kau gantikan aku untuk makan malam bersama klien itu, aku ingin pulang cepat hari ini. Ah ... satu lagi, apa Chaerin masuk kerja hari ini?"


Jungkook memandang Taehyung dengan wajah penasaran, pasalnya ini pertama kalinya atasannya ini menyebut nama sang istri. Lantas sebuah senyum atau bisa disebut menyeringai terbit di wajah tampannya, tapi ia tidak berkata apa-apa. Ia meninggalkan pria itu dengan sejuta rasa penasaran, karena ingin bertanya pun akan percuma saja.


"Cleaning servis itu tidak masuk kerja hari ini, entah kenapa ia tidak memberi alasan sama sekali." Jungkook menyempatkan untuk menjawab pertanyaan Taehyung tadi sebelum ia menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


Taehyung kembali hanyut dalam tumpukan fail yang menggunung di meja kerjanya, ia berencana untuk menyelesaikannya dengan cepat dengan begitu ia bisa cepat pulang. Ia tersenyum membayangkan bisa menemukan wanita itu yang menunggunya pulang hingga tertidur di ruang tamu, tapi selama ini ia selalu tidak perduli bahkan membiarkan Chaerin sampai pagi di sofa tanpa berniat menggendongnya masuk ke kamar mereka.


__ADS_2