
Wedding
'Istri Pengganti'
Cast : Kim Taehyung
Hann Chaerin As Cha Hye rim
Kim Tae hee ( Adik perempuan Taehyung )
Cha Doo Hae ( Adik laki-laki Cha Hye rim )
Pendatang : Park Jimin
Park Jira
Cha Sunny
Cha Chanyeol
Cho Kyuhyun
Byun Baekhyun
Oh Sehun
Cast lainnya menyusul belakangan
Author : Cha Hye rim
Genre : Random
Rate : 17
#part_sebelumnya
" ..."
Tak ada jawaban apapun, hal itu membuat Taehyung mendengkus kesal. Ia tahu jika sahabat yang telah ia anggap sebagai saudaranya itu lamban dalam berpikir tapi hasil pekerjaannya selalu memuaskan bagi Taehyung.
"Ah ... aku paham sekarang, kecelakaan adik iparmu pasti atas perintah seseorang."
"Bisakah kau berpikir lebih cepat hyung!" sinis Taehyung.
__ADS_1
"Yaak ... berbicaralah sopan padaku bocah!" pekik dari sebrang telepone membuat Taehyung menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kau sudah paham maksudku menghubungimu, jadi sekarang aku tutup dulu teleponenya. Bye ...,"
"Hei ... tung-"
Plip!
Sambungan terputus, Taehyung tahu jika sahabatnya kini tengah memakinya karena ia telah mematikan sambungan terlfone tanpa mendengarkan perkataannya. Tapi pemuda itu bersikap tak perduli, ia menghampiri mobil Lamborghini hitam miliknya dengan cepat. Ia merindukan seseorang yang sejak tiga jam lalu ia tinggalkan di sini, senyumnya merekah ketika melihat wanita kesanyangannya tengah terlelap ketika menantinya kembali. Gerakan perlahan Taehyung menutup pintu mobil, ia pun segera melajukan mobilnya meninggalkan basemen rumah sakit tanpa membangunkan sang istri.
★★★
Plak!
Suara tamparan terdengar begitu keras, menandakan si korban akan sangat kesakitan. Tampak seorang wanita tersungkur sambil memegang sebelah pipinya yang kini tampak lebam dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah, tapi hal itu tak membuatnya meringis atau menjerit kesakitan. Ia hanya diam sambil memandang pria yang baru saja menamparnya.
"Karena kebodohanmu calon istriku hampir merenggang nyawa!" teriak pria itu sambil menjambak wanita itu.
"Kau yang bodoh dan gila karena ingin menikahi keponakanmu sendiri," ujar wanita itu santai. Tidak ada takut atau khawatir, wanita itu menatap sang pria lembut. "Kenapa kau hanya menginginkan putri saudarimu, bukankah kau tahu aku mencintaimu."
Pria itu mendengkus menahan amarah, ia mendorong wanita itu hingga menabrak dinding dan menyebabkan wanita cantik itu terluka cukup parah.
"Kau tak perlu tahu apa alasanku, yang jelas jika Sunny tak selamat maka kau juga tidak akan hidup."
"Noona, mau sampai kapan kau diam saja dianiaya oleh pria kejam itu?" tanyanya sambil membantu wanita itu untuk duduk di sisi ranjang.
"Kali ini aku yang bersalah, kau tahu aku salah perhitungan."
"Kau selalu saja menanggung kesalahan yang dia perbuat," kata pemuda itu sambil mulai membersihkan darah yang berasal dari dahinya yang terluka.
"Tapi aku mencintainya, aku mencintai Byun Baekhyun sepenuh hatiku, Sehun-aa. Kau tahu jika a-"
"Kau juga tahu jika aku mencintaimu Noona, lalu kenapa masih bertahan dan terluka. Kau hanya akan dimanfaatkan olehnya!" sentak Sehun memotong ucapan wanita itu.
"Lebih baik kau cari gadis yang lebih pantas untuk pemuda baik sepertimu, aku sudah kotor olehnya dan tak pantas mendapatkan cintamu." Wanita itu berjalan tertatih meninggalkan pemuda bermarga Oh tersebut.
Semua sudah terlanjur, dirinya sudah terjerumus terlalu dalam pada kubangan dosa yang Baekyun perbuat dan selama ini ia selalu mendukungnya tanpa perduli jika hal itu adalah hal buruk dan tak terpuji. Sehun hanya menatap nanar punggung wanita yang ia cintai semakin menjauh tanpa berniat untuk mengejarnya, bukan ia tak ingin berjuang untuk cintanya. Namun, semua akan sia-sia jika wanita itu tak ingin meraih tangannya.
.
.
Lobi rumah sakit lebih sepi malam ini, tampak seorang pria berjalan dengan sebuket mawar putih ditangannya. Senyum diwajahnya menambah kadar tampan walau ia sudah tidak muda lagi, Byun Baekyun pria berusia empat puluh dua tahun dengan segala karismanya yang masih mampu membuat wanita terkesima saat melihat wajah malaikatnya tanpa tahu jika ia berhati iblis.
__ADS_1
Ting!
Lift yang ia naiki berhenti dan terbuka di lantai tiga rumah sakit, dengan senyum yang mengembang ia berjalan dengan semangat menuju sebuah ruangan.
"Oh ... jantungku berdegup sangat kencang, aku gugup sekali karena akan bertemu calon istriku," gumamnya saat ia telah berada di depan sebuah ruangan.
Perlahan ia membuka pintu seolah tak ingin menimbulkan keributan, senyum itu lenyap ketika ia melihat seorang pemuda tengah duduk di sisi ranjang gadis yang akan ia tuju. Rahangnya mengeras, jemarinya terkepal dengan amarah yang bergejolak saat dengan jelas pria itu mengecup permukaan bibir pucat gadis yang terbaring tak berdaya.
"Siapa kau?!" sentak Pemuda itu saat menyadari jika ada seseorang di kamar rawatnya.
"Ah ... a-aku adalah paman Sunny." Baekhyun berjalan semakin mendekat ke arah pemuda itu lalu menyerahkan buket bunga yang ia bawa.
"Paman Sunny? Aku bahkan tidak tahu jika istriku memiliki paman," ujar pemuda itu lagi sambil menatap menyeledik pada pria paruh baya tersebut yang tampak asing dan mencurigakan.
"Dengar anak muda, kau sendiri siapa dan kenapa kau berani menyebut keponakanku adalah istrimu?" tanya Baekyun berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang siapa pemuda yang kini sedang menatapnya.
"Aku Park Jimin, kami sudah menikah seminggu yang lalu."
"Lalu bagaimana bisa keponakanku yang cantik dan baik ini bisa terbaring di sini? Kau telah mencelakainya, kan."
"Dengar Ahjusi, kami kecelakaan. Mobil yang kami tumpangi ditabrak orang yang berniat jahat pada keluarga kami," kata Jimin.
"Dia baik-baik saja, kan? Aku menyesali apa yang sudah terjadi padanya dan untukmu sebaiknya kau menjaga istrimu dengan baik sebelum kau menyesal nanti, sekarang aku pergi dulu dan sampaikan salamku pada kakak iparku Tuan Hann. Katakan padanya ... aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku sejak awal."
Jimin tak membalas perkataan pria itu, ia sedang memikirkan sesuatu. Tapi ia tak menemukan apapun dan malah membuat kepalanya sakit, akhirnya ia kembali keranjangnya untuk beristirahat. Tanpa ia sadari jika seseorang masing mengintip di balik pintu dengan seringaian licik diwajahnya, Baekyun tengah memikirkan sesuatu mungkin dengan membawa Sunny sekarang adalah yang terbaik.
🍁🍁🍁
London
"Oppa, apa yakin kita akan kembali ke Seoul? Kau ingin melihatku dinikahi pria lain?!" sentak wanita itu sambil bergelayut manja pada kekasihnya.
"Tapi Chagia, jika aku terus membawamu lari bersamaku kau hanya akan semakin menjauh dari keluargamu. Apakah kau tak ingin memperkenalkanku sebagai calon suamimu pada mereka dan kita bisa menikah secepatnya," bujuk pria itu.
"Apa oppa yakin jika pria itu tak menungguku kembali, bagaimana jika dia masih menungguku untuk membalas dendamnya padaku, Kyu oppa!" pekik wanita itu.
"Jangan kekanak-kanakan Chaerin-aa, aku akan membantumu menjelaskan pada Tuan Kim tentang yang sebenarnya terjadi. Kau tak perlu khawatirkan apapun dan cukup menjadi wanitaku yang penurut seperti biasanya, oke?" Kyuhyun memeluk kekasihnya yang kini menangis, pria itu semakin mempererat pelukannya guna menenangkan wanita yang ia cintai.
"Tapi walau bagaimanapun Seok jin oppa meninggal karena aku, hal itu akan membuat adiknya membunuhku. Untung sejak awal aku sudah mengetahui yang mengajukan lamaran adalah dia dan berhasil kabur di hari pernikahanku lalu bertemu denganmu, jika tidak ... entah apa yang terjadi padaku."
"Sudahlah, jangan kau ingat lagi kejadian dua tahun lalu, itu semua masa lalu yang buruk. Sekarang kau adalah calon istriku, jadi jangan pernah mengingat pria lain walau itu mantan kekasihmu yang sudah meninggal itu." Kyuhyun mengecup permukaan bibir merah Chaerin, mencecap rasa manis yang selalu menjadi candu untuknya.
Tbc ...
__ADS_1