
Tin Tin Tin...
Malam hari suara klakson mobil di depan mansion Zayn, tampaknya Zayn baru datang dari luar kota karena urusan dengan klien penting.
Zoe yang sedang bermain dengan putranya Zidane tampak senang dengan kedatangan suaminya.
"boy sepertinya papa sudah datang ayuk kita samperin papa yuk sayang" sembari menggendong Zidane yang kini berusia 2 tahun.
Zoe kearah pintu ingin menyambut suaminya namun sudah ada Doni yang membukanya. Zoe terbelalak kaget melihat keadaan suaminya yang tampak kusut dan bau alkohol.
"Non maaf saya hanya mengantar sampai sini, saya permisi non" ucap Doni asisten pribadi Zayn seraya meninggalkan mansion dan mendudukkan Zayn di sofa.
"Makasih Don" Doni yang tampak buru buru pulang seakan tak ingin menjelaskan apa yang terjadi dengan Bosnya.
"Bi saya minta tolong gendong Zidane dulu ya" pinta Zoe ke art.
"Baik non"
Zoe memapah Zayn yang menggerutu tidak jelas.
"Hai istriku sayang, kamu ada disini?" gerutu Zayn.
"Kia kamu pergilah dari sini enyahlah dari kehidupan ku aku sudah punya istri"
Deg!
"Kia siapa dia Zayn tidak pernah bercerita tentang Kia" batin Zoe seakan bertanya tanya mengenai apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Setelah melepaskan sepatu dan juga kemeja suaminya Zoe tampak cemas dan segera menghubungi Doni.
"Halo iya non"
"Don kamu bisa jelasin apa yang telah terjadi dengan Zayn?"
Doni yang lama menjawab seakan menyembunyikan sesuatu.
"Doni! kamu dengerin aku gak sih jawab apa yang telah terjadi kok bisa Zayn seperti ini"
"Eh, itu sebenarnya tadi... Zayn mabuk tapi saya tidak disampingnya non" Doni dengan gagapnya berbohong.
"Benarkah?"
"Yasudahlah awas kalau kamu berbohong Don!" ancam Zoe seketika panggilan diakhiri.
Zoe meraih ponsel suaminya yang berada di nakas.
"Kenapa ponsel nya di password gak seperti biasanya kadang juga kalau ganti password aku dikasih tau"
"ahaa, kenapa aku bisa lupa kan aku masih punya akun ig nya barangkali ada petunjuk disitu"
Zoe tampak membuka ponselnya sendiri namun dia masuk ke akun ig suaminya, dan lagi lagi paswordnya sudah diganti
"Apa apaan ini kenapa semuanya diganti tanpa sepengetahuan ku, apa yang kamu sembunyiin dari aku Zayn apakah kamu bermain belakang dengan ku. Arrghhh tidak tidak aku tidak boleh berpikiran yang macam macam terlebih dahulu sebelum aku menemukan buktinya sendiri"
***
__ADS_1
Sinar matahari memasuki celah jendela yang kamar, Zayn sudah bangun dan mengingat kejadian semalam.
"Kenapa aku bisa ada dirumah? ah Shitt!" umpat Zayn yang tengah sadar.
Zoe yang tengah memasak menyiapkan sarapan untuk Zayn dan Zidane, tanpa sadar dibelakang Zayn memeluk lingkar pinggang Zoe.
"Kamu sudah bangun sayang" tanya Zoe dengan santai tak ingin membahas apa yang ada dipikirannya saat ini.
"Hmmm" Zayn mencium leher Zoe dan mengendus.
"Sayang, udah kamu mandi dulu nanti kita sarapan bareng ya" pinta Zoe
"Oke sayang, cup" mengecup pucuk kepala Zoe.
Zoe yang menunggu suaminya di meja makan untuk sarapan terperangah kaget melihat suaminya sudah rapi dengan kemeja.
Zoe mengernyitkan dahi "sayang kamu lupa hari ini weekday kenapa kamu harus ke kantor?" tanya Zoe heran.
"oh iya aku lupa kasih tau kamu sayang, aku tadi malem dihubungi Doni katanya salah satu klien ku akan observasi dengan project baru kami makanya hari ini mumpung ada waktu luang" jawab Zayn
"Halo anak papa yang ganteng muaachh jagain mama ya jangan nakal" mencium Zidane yang tengah makan disuapi art.
"Sayang kamu gak sarapan dulu kan aku udah nyiapin sarapan dari tadi pagi" Zoe tampak cemberut.
Zayn menghampiri lalu menciumnya dan mengambil sehelai roti lalu memakan nya.
"Maaf sayang nanti aku pulang cepet nanti kita makan malem ya aku ambil satu roti ini aja. Aku berangkat dulu ya sayang" Zayn memakan roti sembari berjalan keluar yang tengah ditunggu Doni.
__ADS_1