Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )

Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )
Episode 33 season 2


__ADS_3

Ke esokan paginya Zoe tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuk Zayn dan Ruby.


Saat Zayn menuruni tangga dia terlihat buru buru.


" Morning sayang " seraya mengecup puncak kepala Zoe dengan lembut. " Aku mau berangkat ke kantor dulu ya lagi buru buru banget " tukasnya seraya menunjuk jam di tangannya.


" Ayolah sayang sarapan dulu bareng bareng, kamu kan belum ngobrol sama sekali dengan Ruby. Lihatlah dasi kamu saja masih berantakan. Astagaa " keluh Zoe seraya spontan membenarkan dasi yang melilit di leher suaminya dengan telaten.


Ruby yang baru keluar dari kamarnya melihat pemandangan mesra di depannya. Terbesit rasa iri di dalam hatinya namun sedetik kemudian dia menghilangkan rasa itu sebab disisi lain Zoe adalah sahabat baiknya. Namun hinggap rasa iri karena yang harusnya menikah dahulu adalah Ruby.


Sadar bahwa ada Ruby di depan mereka sontak Zayn melepas tangan Zoe di dasinya.


" Aku bisa sendiri sayang " ucap Zayn seraya membenarkan dasinya.


" Baiklah, Eh ada Ruby.. Duduk Rub sarapan dulu sebelum kamu berangkat ke tempat kakak kamu " ujar Zoe seraya menarik kursi makan untuk Ruby.


" Makasih ya kamu gak perlu repot repot kayak gini kali Zo " ucapnya tersenyum ke arah Zoe.


Dan ketika pandangan Ruby bertemu dengan Zayn, cepat cepat mereka berdua memalingkan muka.

__ADS_1


" Sayang udahlah ayo sarapan dulu kerja juga butuh tenaga kali " candanya Zoe ke Zayn.


" Oke baiklah sayang " seraya menarik kursi dan mendudukkan bokongnya di kursi.


Mereka sarapan dengan hening hingga selesai.


" Oh iya sayang sekalian kamu antarkan Ruby ke tempat kakaknya ya? " pinta Zoe dengan wajah menghiba.


Tiba tiba tangan Ruby memegang tangan Zoe seraya berkata " Eh gak perlu Zo, gue naik taksi aja gak perlu repot repot ".


" Gak apa apa kok lagian kan kita searah " ucap Zayn seraya membetulkan kancing kemeja di lengannya tanpa menatap orang yang diajak bicara.


" Aku berangkat dulu ya sayang " ujarnya ke Zoe


seketika dia berhenti dan menoleh ke arah Ruby.


" kenapa masih diam, kalau mau bareng " tukas Zayn ke Ruby.


" Ah,, i..Iya sebentar saya ambil kopernya dulu " jawab Ruby dengan terbata bata tak disangka ternyata Zayn sedingin itu berbicara.

__ADS_1


Setelah sampai di depan gerbang, Ruby berpamitan ke Zoe dan Zidane.


" Makasih ya Zoe lo udah baik banget ngijinin gue nginap dirumah lo " ucap Ruby dengan menggenggam tangan Zoe.


" kayak sama siapa aja lo By, santai aja kalau butuh apa apa lo jangan sungkan sungkan bilang aja ke gue " jawab Zoe.


Ruby kini beralih menatap lelaki mungil menggemaskan seperti foto copyan Zayn, sangat tampan.


" Halo ganteng tante pulang dulu ya, nanti kita main lagi oke " ucap Ruby seraya mengelus pipi Zidane yang terlihat menggemaskan, ah andai saja waktu kejadian itu dia hamil mungkin anaknya setampan Zidane dalam benak Ruby saat ini.


Saat Ruby masuk ke mobil sudah ada Zayn yang menunggunya di kemudi.


" Maaf buat kamu menunggu lama " ujar Ruby seraya memasang sealt belt.


Zayn hanya diam tanpa sepatah kata pun.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sesekali Ruby hanya melirik ke arah Zayn. Diam diam Ruby mengagumi sosok disampingnya yang dahulu pernah menempati relung hatinya. Namun naas kejadian memalukan itu yang membuat mereka jadi segan seperti saat ini.


Yang satu segan karena tengah menjaga jarak sebab masih menghargai istrinya, yang satu segan karena ulah kedua orangtuanya yang dulu telah mempermalukan Zayn.

__ADS_1


__ADS_2