
Sebelum itu Author minta bantuan untuk Vote karya ini ya, Terima kasih.
.
.
.
Sebuah Kota Tua bernama Strasbourg berlokasi di Utara Timur Perancis Departemen Bhas Rin yang terkenal dengan minuman anggurnya. Tanpa ada yang menyadari di sebuah hunian mewah tepatnya di bawah tanah yang merupakan sarangnya El Sinaloa melakukan transaksi ilegal, keadaan Zoe sungguh tidak bisa dikatakan baik-baik saja.
Apalagi perempuan itu tengah mengandung di trimester pertama, yang bisa dikatakan rawan terjadi keguguran. Pasalnya Zoe hanya diberi makan sedikit roti oleh Ruby, sungguh kejam jika dibayangkan dulu mereka sahabat dekat. Oh salah, rupanya Ruby hanya memanfaatkan Zoe untuk melancarkan balas dendam sang Mama dengan berpura pura menjadi orang terdekatnya.
Erlan tampaknya masih bertelanjang dada seraya menghisap rokok di dekat jendela ruang penyekapan Zoe, dirinya benar-benar melakukan hal intim bersama Zoe dengan posisi tangan terikat. Entah mengapa ada perasaan bersalah dalam diri Erlan setelah menjamah tubuh Zoe. Sedangkan Zoe hanya memandangnya dengan tatapan kosong seolah raganya tidak berada di tempat, hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya.
" Apakah ini akhir hidup ku, disaat orang orang yang aku sayangi perlahan pergi meninggalkan ku ", jeritan Zoe dalam hati setelah Ruby menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya.
" Hei !, bangun kurasa kau harus makan. Aku tidak mau kau segera mati begitu saja terlalu mudah untukmu jika harus mati terlalu cepat " Ruby menjauh setelah melemparkan roti dihadapan Zoe yang sudah tergeletak di bawah lantai yang berdebu.
__ADS_1
" Bagaimana rasanya hem, menyenangkan bukan bersama kakak ku? ". Ruby menyeringai setelah menendang kaki Zoe yang masih terikat.
" Ah seharusnya kau senang, dan terima saja cinta Kak Erlan biarkan Zayn menjadi milikku seutuhnya. "
Ruby tersenyum puas penuh kemenangan setelahnya ia menghampiri Erlan yang tengah duduk menyilangkan kakinya.
Bulir keringat membasahi seluruh tubuh Zoe, bahkan dirinya sekarang menggigil kedinginan seperti terkena hypotermia, hal itu adalah efek suntikan obat yang diberikan Ruby entah sejenis ekstasi atau apa yang mana membuat orang bisa halusinasi dan bisa menyebabkan rasa panik dan takut berlebihan.
Tubuh Zoe bergetar seakan menahan rasa sakit di kepala, dan tanpa ia sadari darah segar mengalir di celana jeans yang ia pakai. Namun tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari arah luar. Tanpa Erlan dan Ruby sadari semua orang yang berjaga di luar sudah tewas, darah dan mayat berceceran di bangunan tersebut.
Ruby menoleh ke arah sumber suara, dan ia pun terperangah kaget melihat orang di balik pintu.
" Zayn ! ", tanpa Ruby sadari tiba-tiba saja.
Plakkk!, satu tamparan keras mendarat di pipinya.
" Apa yang kamu lakukan terhadap Zoe haa!, wanita biadab ! ", hardiknya seraya berlari kearah Zoe yang sudah tidak sadarkan diri
__ADS_1
Erlan yang tidak terima itu pun, akan menghajar Zayn namun sedetik kemudian disusul suara tembakan dari arah pintu.
Doorrr !, satu peluru menembus bahu Erlan yang tanpa menggunakan kain penutup di tubuhnya.
Rupanya Doni yang menembakkan peluru ke arah Erlan, menyadari Zoe dalam posisi sekarat akibat efek obat menjijikkan dia memanggil Mala dan memberi kode lewat tatapan mata dibalas dengan anggukan oleh Mala. Segera Mala menyuntikkan obat penetral nya ke tubuh Zoe.
" Don, bawa kedua manusia laknat ini sekarang juga jangan sampai mereka berdua coba-coba melarikan diri. Aku tidak akan membiarkan mereka berdua hidup bebas karena telah membuat Zoe sampai seperti ini ", titah Zayn ke Doni.
" Zayn, segera bawa Zoe ke Rumah Sakit aku rasa kandungan nya harus segera diperiksa, kau lihat dia pendarahan ", ujar Doni yang kedua tangannya membekuk Erlan sedangkan Mala sudah melumpuhkan Ruby.
" Hahaha, aku puas karena telah menyuntikkan ekstasi ke tubuh nya. Asal kamu tahu Zayn dia sudah dinikmati oleh kak Erlan dia sudah menjadi wanita ja***g yang menjajakkan tubuhnya, hahaha. " Ruby tertawa seperti orang gila yang puas dengan mainannya.
Seketika rahang Zayn mengetat dan memperlihatkan urat nya. Dirinya akan memberi pelajaran yang setimpal terhadao dua orang tersebut, namun yang lebih penting sekarang adalah keselamatan Zoe. Zayn berlari dengan menggendong Zoe untuk menuju ke Rumah Sakit.
" Awwwhhh, sialan beraninya kau menarik rambut ku! ", hardiknya ke Mala saat rambutnya ditarik kuat ke belakang hingga wajahnya menengadah.
" Heh, wanita ular bisakah mulutmu itu diam aku sungguh berisik mendengar ocehan mu." Tandas Mala yang sungguh geram dengan Ruby.
__ADS_1