
Di sebuah apartemen yang cukup mewah dua insan masih bergelut dibawah selimut dengan keadaan sama sama polos, baju keduanya berserakan di lantai bh yang tersangkut di meja makan entah bagaimana bisa.
Drrttt Drrttt Drrrtt
Getar ponsel milik Zayn rupanya tidak membangunkan si pemiliknya. Kiandra yang baru saja selesai mandi masih menggunakan bathrobe nya langsung memicing kala melihat siapa yang menelvon Zayn pagi pagi sekali.
Kiandra langsung mengambil ponsel Zayn di atas nakas dan tersenyum licik karena yang telepon Ruby " Halo si rubah betina " jawab Kiandra dengan kekehan.
" Ngapain ponsel Zayn bisa ada di kamu!, dimana dia? awas kamu ya jangan macam macam ! " rentetan pertanyaan dilontarkan Ruby kala yang menjawab televon nya Kiandra.
" Hei come on masa kamu pura pura tidak tau jika suamimu itu bermalam di tempat ku, atau jangan jangan dia bosan kali sama kamu " ejek Kiandra memancing amarah Ruby.
" Brengsek kamu ya! dasar jal**g licik " sarkas Ruby yang sudah terpancing emosi dan seketika mematikan sambungan teleponnya.
Kiandra mencebik " Cih dasar padahal dirinya yang pelakor, eh digituin balik emosi hahhh emang dasar si rubah betina " gumam Kiandra lirih memandang ponsel Zayn dengan kekehan karena senang sudah membuat Ruby terpancing emosi.
Kiandra berbalik menatap Zayn yang masih tidur pulas dipandangi nya tanpa berniat membangunkan biar saja Zayn berlama lama di apartemen nya pikir Kiandra.
" Enggghhh " lenguhan Zayn tampaknya terbangun karena sentuhan tangan Kiandra di pipinya.
" Kiandra, kamu ngapain bisa ada di.... " ujar Zayn menggantung kala menatap interior kamar yang bukan miliknya.
__ADS_1
" tunggu ! ini dimana? kamu bawa aku kemana Kia! " tanya Zayn bangun dari ranjang dan sontak dirinya kaget karena dirinya sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Kiandra hanya membalas pertanyaan Zayn dengan senyum penuh kemenangan, yang membuat Zayn tambah melotot ke arahnya.
" Jelaskan apa yang terjadi semalam itu bukan Zoee,, tapi.... tapi kamu! " tanya Zayn yang masih shock dengan kondisinya saat ini.
Kiandra hanya menghendikkan bahu seraya berkata " that's right babe " ujarnya tersenyum mengejek.
" dan kamu menikmati permainan semalam " lanjutnya.
" Arrggghhhh ,**** !" umpat Zayn seraya mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan mulai memakai pakaiannya satu persatu.
Kiandra hanya memandang dengan senyum seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.
......................
Di ruang perawatan intensif tepatnya di Rumah Sakit Zoe tengah duduk di hadapan ranjang mama nya yang terbaring koma.
Zoe menunduk menangis " Ma wake up, temani aku hanya ada mama yang bisa menguatkan hati Zoe saat ini " ujar Zoe lirih dengan mata sembab.
Zoe mendongakkan kepala terlintas ingin membawa mama nya rawat jalan agar mudah memantaunya.
__ADS_1
" cepat kau urus perpindahan mama, aku ingin dia di rawat intensif agar mudah aku jangkau untuk peralatan rumah sakit dan lainnya tidak masalah kamu urus berapa biaya nya " titah Zoe menelvon seseorang untuk mengurus perawatan mamanya.
" baik nona, maaf nona hari ini anda ada pertemuan penting " ujarnya.
" ya saya sudah tau, siapkan semuanya " titahnya kemudian mematikan sambungan telepon.
......................
Zayn pulang ke rumah Ruby karena tidak ada pilihan lain dia butuh dilayani segala keperluan untuk ke kantor.
Ruby merajuk setelah mendengar suara wanita jal**g yang tak lain adalah Kiandra yang berarti mereka berdua bermalam di satu kamar.
" Kamu kenapa cemberut gitu " tanya Zayn ke Ruby.
Ruby menghentakkan kaki nya " kamu semalam bermalam dimana kenapa si jal**g Kiandra yang mengangkat televon mu ? " tanya nya.
" Oh tadi malam aku mabuk jadi dia yang nolongin aku " kilah Zayn seraya mengancing kemeja nya bersiap ke kantor.
" Tidak usah terlalu dipikirkan tidak ada apa-apa antara aku dan Kiandra, aku berangkat dulu karena ada meeting pagi ini " ujarnya mengambil tas kemudian bergegas keluar.
Ruby mematung mendengar penjelasan Zayn baru saja, pasalnya Zayn irit omong dan sulit untuk banyak bicara panjang lebar jika tidak penting.
__ADS_1
" Apa tadi sebuah ungkapan penekanan untuk meyakinkan ku bahwa dia tidak berselingkuh, karena dia tau aku cemburu ? " Ruby bermonolog dalam hati seraya tersenyum dengan perubahan Zayn.