Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )

Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )
Masih Mencintainya


__ADS_3

Setelah membawa Zoe ke Rumah Sakit, Zayn tidak henti-hentinya menangis di luar ruangan ICU, dia mengusap wajahnya kasar terlihat dari bajunya yang kumal bau darah. Perasaannya sungguh tidak karuan karena terlambat menyadari bahwa selama ini dia telah melewatkan satu penjelasan dari istrinya, ralat mantan istri.


Di lorong Rumah Sakit, Doni pun juga tak kalah cemasnya dengan Zayn, ingin sekali dia memaki dan meninju sahabatnya yang telah dibutakan oleh hasutan wanita ular. Namun ia urungkan setelah melihat rasa penyesalan yang amat besar dalam diri Zayn, dapat dilihat dari matanya yang seperti panda akibat kurang tidur dan juga baju yang berbau amis akibat darah Zoe. Dia sungguh mengabaikan penampilannya, yang ia harus pastikan adalah keselamatan Zoe saat ini.


Doni berdiri dengan menyandar tembok seraya memasukkan tangan di saku celananya melirik Zayn sekilas.


" Lebih baik kau ganti dulu pakaian mu, pakai saja pakaian ku ada di mobil ", melempar kunci mobil ke Zayn dan ditangkap olehnya. " Ini kuncinya, jangan bilang kau bertemu Zoe saat dia siuman nanti bajumu bau seperti itu, yang ada dia mual ". Timpalnya seraya menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.


" Biar aku sementara yang akan menjaganya ", tandasnya.


Zayn mengangguk tanda setuju apa yang dikatakan Doni benar, dirinya saja hampir mual dengan bau amis di kaos polo hitamnya apalagi nanti jika Zoe siuman bisa-bisa dia pingsan lagi.


" Tolong kamu jaga dia sebentar, aku akam kembali ". Pintanya ke Doni dengan menepuk bahunya.


Tanpa menjawab Doni mengangguk dan memilih untuk duduk di kursi depan ICU. Dia menengadahkan kepalanya seraya memijit pangkal hidungnya, dia sungguh lalai dalam menjaga Zoe dari bahaya. Ditengah dia merutuk dirinya, bunyi ponsel mengagetkannya. Doni segera merogoh ponsel dalam saku celananya.

__ADS_1


Dia mengerutkan keningnya, sebab jarang sekali Ayahnya menelvon dirinya. Semenjak dia memilih untuk tidak meneruskan bisnis Ayahnya yang berada di Tokyo.


Doni memencet tombol hijau di layar ponsel, " tumben sekali Ayah menghubungi ku, ada hal penting apa lagi? ". Semburnya yang tidak suka bila Ayahnya meminta hal aneh lagi.


" Dasar anak nakal, kau tega berbicara seperti itu pada Ayahmu?, seharusnya yang kau tanyakan adalah kabar Ayahmu ini !". Hardiknya sebal karena sudah hampir tiga tahun anaknya meninggalkan rumah memilih untuk menjadi Wakil Direksi di sebuah Perusahaan yang baru berkembang.


Doni berdecak kesal, " ehhmm, ayolah yah aku sungguh tidak ingin berdebat ".


" Ayah ingin kamu pergi ke Paris, apa kamu masih ingat dengan gadis kecil yang suka merebut mainanmu? ". Titahnya kepada Doni yang sontak membuat ia terkejut dengan permintaan Ayahnya.


" Gadis kecil masa lalu kamu itu dalam bahaya Don, dia adalah putri dari sahabat Ayah. Kamu ingin bertemu dengannya kan setelah sekian tahun lamanya kalian berpisah "


Mendengar penuturan Ayahnya Doni pun berbinar dan berdiri dari duduknya, " Ayah sudah tahu keberadaan dia? benarkah ?". Tanyanya antusias dan tanpa disadari Zayn berhenti melangkah saat berada di lorong Rumah Sakit setelah ia mengganti pakaian.


" Ada apa dengan Doni, kenapa kelihatannya senang sekali ", dalam batin Zayn bergumam.

__ADS_1


Namun dia tak memperdulikannya, yang terpenting saat ini kesembuhan psikis Zoe. Zayn pun menghampiri Doni yang tampaknya sudah selesai berbicara di telvon.


" Thanks ya ", ujar Zayn seraya melempar kunci mobil dan ditangkap oleh Doni.


" Hemm ", dijawab dengan deheman oleh Doni.


Doni melirik ke arah Zayn yang duduk dengan bersandar di kursi tunggu dia memberanikan diri untuk bertanya suatu hal yang ia harus pastikan dari mulut sahabatnya.


" Apa kamu masih mencintainya? ", tanya Doni tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


Zayn memicingkan matanya menatap Doni.


" Kalau aku bilang masih sangat mencintainya, lalu kau mau apa? ", jawab Zayn.


...........

__ADS_1


Doni pun enggan menjawab kembali pertanyaan yang di lontarkan Zayn. Saat Zayn akan bertanya kembali namun ada Mala yang menghampiri keduanya.


__ADS_2