Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )

Who Is Wrong ( Masa Lalu Yang Terusik )
Episode 41 season 2


__ADS_3

Cahaya mentari mulai menyingsing, menandakan bahwa hari sudah menjelang siang. Namun dua insan yang bergelung dibawah selimut masih terlelap seusai pergulatan panasnya hingga pagi menjelang.


Zayn dan Ruby telah menyatukan tub*h mereka kedua kalinya, dan kali ini benar benar luar biasa membuat tulang keduanya remuk. Ruby yang masih berada di dekapan Zayn menjadikan lengannya jadi bantalan, mereka masih sama sama tela*jang bulat.


" Andaikan aku bisa memiliki mu seutuhnya aku akan menjadi wanita beruntung itu, tapi aku sadar bahwa aku hanyalah orang ketiga bagi rumah tangga kalian. Ya Tuhan bolehkah aku serakah dan egois aku ingin kembali lagi bersamanya merajut kisah cinta kita dulu yang belum tercapai." gumam Ruby dalam hati dengan menatap Zayn yang terpejam di sampingnya.


" Kau sudah bangun ?" tiba tiba suara serak Zayn dengan mata yang masih terpejam.


Ruby pun kaget dan gugup karena mengagumi sosok mantan kekasih yang kini jadi suaminya " Eh,, emm iy iya, sejak kapan kau bangun mas?" tanyanya.


" sejak kau memandangi ku, tanpa berniat membangunkan ku padahal aku harus kembali ke mansion, Zoe pasti khawatir karena handphone ku lowbat sejak semalam" jawabnya seraya melepas pelukan dan beranjak ke kamar mandi.


" sampai kapan kamu tidak akan melihat ku Zayn, menyayangi ku sama layaknya sebagai istri seperti Zoe yang dicintai olehmu " gumamnya lirih.


Disaat Zayn memakai pakaiannya kembali, seusai mandi dia buru buru untuk pergi.


" Mas makan siang dulu, kamu sudah melewatkan sarapan pagi tadi " titah Ruby yang tengah menyiapkan makanan.


" Aku harus pulang By, Zidane mencari ku dan merengek ingin aku segera pulang " tukasnya tanpa berniat mencium atau sekedar memberikan pelukan hangat say goodbye ke Ruby.

__ADS_1


Hati Ruby memanas seketika, ia mengepalkan tangannya erat baru tadi malam dia asik bercinta dengan sang suami tapi apa semuanya tidak berubah Zayn masih sama, tidak sedikitpun dia memberikan perhatian lebih ke Ruby layaknya film romansa indah.


" Sial, (umpat Ruby seraya melemparkan sendok yang ia pegang) kali ini batas kesabaran ku sudah habis Zayn. Jadi maaf kalau aku nantinya akan menggunakan cara licik untuk bisa mendapatkan mu kembali " gumam Ruby.


" Hallo kak, bisa temui aku di rumah sekarang ?" ucap Ruby dalam telepon yang saat ini tengah menghubungi Erlan.


" Memangnya ada apa ?, apa Zayn menyakitimu atau dia melukai perasaanmu lagi ?" tanyanya dengan serius.


" Kali ini aku akan mendengarkan rencana mu yang dulu kak , kesabaran ku sudah habis jika terus terusan diabaikan olehnya " tukas Ruby dengan penuh amarah.


" hahaha ternyata adik ku sekarang sudah bar bar lagi ya " ejek Erlan.


" haisshh, diamlah aku sedang tidak bisa diajak bercanda ! " ucap Ruby sarkas.


......................


Di Mansion Zoe saat ini tengah menunggu kepulangan Zayn yang katanya ijin untuk bermalam di villa karena proyek yang sedang digarapnya mengalami kendala teknisi jadinya Zayn lah yang turun tangan ujarnya bohong.


Putranya saat ini tengah menangis akibat waktu pagi dirinya terbangun tak ada Zayn disampingnya. Anak itu memang selalu terbiasa tidur dipelukan sang Ayah.

__ADS_1


" Papaaa,, huu huhhuu huu,, papa mana mamaa " tangis Zidane semakin menjadi saat Zayn tak kunjung pulang hampir menjelang siang.


" Sayang sabar papa sebentar lagi pulang kok, sini sama mama sayang " ujar Zoe menenangkan Zidane di gendongannya.


Tapi anak itu masih saja menangis ingin papanya.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil Zayn di pelataran Mansion.


" Ehh denger gak itu suara mobil papa sayang " ucap Zoe menghibur.


Sedetik kemudian dia langsung berhenti menangis dan menatap pintu yang terbuka.


" Papaaa hiks hiks hiks " teriaknya seketika turun dari gendongan Zoe.


" Maafkan papa ya sayang " seraya menggendong Zidane yang menangis kembali.


" Papa jahattt, gak sayang Zidane lagi " ujarnya.


" Kok papa jahat sih, iya papa salah sayang maafkan papa ya lain kali papa selalu berada disamping Zidane " ucap Zayn menenangkan Zidane dan mengusap air matanya.

__ADS_1


" janji yaa, awas kalau papa nakal lagi Zidane gak akan mau ketemu papa " ancam anak kecil itu.


" iya boy " seraya mengelus rambut si kecil.


__ADS_2