
Mansion mewah yang terletak di kompleks perumahan elit terjadi kekacauan karena amukan Rubhy.
Kedua orang tua Zayn dia memilih untuk kembali ke mansion utama nya karena sudah tahu akan ada hal besar yang terjadi di sini.
" Arrggghhhh !!" meremas rambut nya kasar lalu menyapu di meja riasnya dengan tangan sehingga menimbulkan berantakan dan kekacauan.
" Aku tidak bisa membiarkan Zoe memiliki segalanya, sudah cukup dia merebut perhatian kak Erlan, dan yang terakhir aku sampai harus kehilangan orang yang aku cintai selamanya , hiks hiks hiks " Rubhy mengusap air mata di pipi dengan kasar dan tatapan tajam nya seolah siap menghunus ke lawannya.
" Tidak, tidak bisa aku harus merebut semua yang dimiliki Zoe hahaha " tertawa gila.
***
" Halo iya bik ada apa " jawab Zayn di telpon oleh pelayan mansion.
" Anu tuan, nona Rubhy mengamuk di mansion beliau membanting seluruh perkakas di rumah tuan " ujar pelayan dengan takut terkena amukan majikan.
" Baiklah saya segera pulang " jawab Zayn.
__ADS_1
" Hahhh !!! " menghela nafas berat
" Ada apa lagi Rubhy, bukannya dia hamil harus lebih rileks malah membuat kekacauan " gerutu Zayn menyambar jas yang menyampir di kursi kebesarannya dan berlalu keluar ruangan.
Di Mansion Zayn saat ini semua pelayan tak luput dari kemurkaan Rubhy dirinya seolah melampiaskan kemarahannya ke mereka.
" Kamu tidak becus bekerja lebih baik kamu berhenti saja bekerja di sini! " hardik Rubhy menunjuk pelayan yang terduduk di lantai karena telah membuat Rubhy hampir terpleset karena licin. Padahal sudah jelas oleh pelayan itu dipasang peringatan bahwa lantai masih basah.
" Ada apa ini " Zayn datang menghampiri Rubhy yang tengah memarahi pelayan.
" ini pelayan kamu, gara gara dia aku hampir terpleset !" Adu Rubhy.
" Apaa! apa kamu bilang ! salah dia " tunjuk Rubhy ke pelayan wanita. " kamu tau aku lagi hamil anak kamu penerus Abraham Group, kamu gak sayang ya sama anak kita... Oh aku tau kamu masih mikirin Zoe yang seorang penghianat berselingkuh dengan asisten suaminya iya! " jelas Rubhy murka di hadapan Zayn yang tak pernah perhatian dengan nya.
" CUKUP ! " bentak Zayn
" Sekarang kamu kemasi barang barang kita, karena mansion ini bukan lagi milik ku " ujar Zayn yang sontak membuat Rubhy terlonjak kaget tak percaya baru saja dirinya di kejutkan dengan saham Zayn yang diberikan ke anak Zoe sekarang apa lagi ini.
__ADS_1
" Apa maksud kamu, gak ini rumah kita aku gak mau pergi !" tolak Rubhy bersedekap.
" Bik tolong kamu kemasi barang barang kita ya, dan kita akan pindah ke Penthouse yang sudah aku beli " titah Zayn ke pelayan.
" Baik tuan "
" Mansion ini bukan milik aku By, mansion ini atas nama Zoe daru dulu jadi aku tidak berhak lagi tinggal disini, paham! " jelas Zayn ke Rubhy.
" hahaha, hebat banget mantan istri kamu setelah berselingkuh masih punya muka minta harta gono gini ya " ujar Rubhy sinis.
Zayn hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sikap Rubhy yang terkesan membenci Zoe dari hari ke hari padahal dulu dirinya sahabat baiknya.
Pelayan wanita tadi sudah selesai membereskan barang barang berharga Zayn dan juga Rubhy.
" Tuan masih ada beberapa yang belum .... " terpotong ucapan Zayn.
" Sudah tidak perlu bik, ayo kita pergi " ajak Zayn ke Rubhy.
__ADS_1
" Kurang ajar lo Zoe kenapa gak sekalian aja seluruh dunia jadi milik lo " batin Rubhy geram seraya mengepalkan tangan.